Ikuti Tahapan Presentasi Dan Wawancara Menuju TOP 45 Inovasi 2021

Bagikan updated

(Tengah) Wabup Kutai Barat, saat ikuti sesi presentasi dan wawancara menuju TOP 45 inovasi dari kementrian PANRB. Foto: Andreas (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pemerintah Kutai Barat mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) diselenggarakan oleh kementrian PANRB untuk mendukung Gerakan One Agency One Innovaton Sebagai Bagian dari Perhitungan Indeks Reformasi Birokrasi, Setelah lolos tahap seleksi proposal melalui aplikasi SINOVAK, Inovasi TEKA TEKI UPT Puskesmas Barong Tongkok  diumumkan lolos menjadi Finalis TOP 99 inovasi Tahun 2021. Hari ini mengikuti tahap presentasi dan wawancara menuju TOP 45 inovasi yang disampaikan oleh Wakil Bupati Kutai Barat H Edyanto Arkan melalui Aplikasi zoom Diruang Koordinasi Setdakab Kutai Barat. Rabu (14/7)

Wakil Bupati Kutai Barat H Edyanto Arkan menjelaskan, TEKATEKI merupakan program inovasi yang bertujuan mengurangi 4T dan 3T yakni;  ‘4 Terlalu’,  Terlalu muda (usia ibu < 20 tahun), Terlalu tua (usia ibu > 35 tahun), Terlalu dekat (jarak persalinan dan kehamilan berikutnya), Terlalu banyak (jumlah anak lebih dari 4 orang) dan “3T Terlambat” Terlambat mengambil keputusan (bimbang akibat kurang informasi), Terlambat sampai kefaskes karena terkendala transportasi, Terlambat mendapat penanganan difasilitas pelayanan  yang menjadi penyebab kematian ibu dan bayi saat persalinan.

Untuk mengatasi 4T dan 3T; ada 3 layanan yang diberikan yakni Chabida Combo layanan konsultasi antara ibu hamil dan bidan melalui forum media komunikasi whatsapp grup, Jembatan (Jemput dan antar ibu melahirkan) layanan ini bekerjasama dengan Pemerintah kampung setempat menyediakan kendaraan antar jemput ibu bersalin, dan Biduk Perahu (Bidan dan Dukun pantau kesehatan ibu) layanan ini, memfasilitasi ibu yang ingin didampingi dukun kampung saat persalinan di faskes.

Kondisi geografis kecamatan Barong Tongkok seluas 430,58km² terdiri dari 19 kampung dan 2 kelurahan, kondisi ini menyebabkan kurang optimalnya pelayanan kehamilan dan persalinan sesuai target Standar Pelayanan Minimal.

“Sehingga dengan adanya Program TEKA TEKI, yang telah dilaksanakan di PKM Barong Tongkok selama 3 tahun terbukti sukses menurunkan angka kematian yang awalnya mencapai 15 kematian pertahun pada 2020, menjadi hanya 3 kematian bayi itupun dikarenakan penyakit bukan pada proses persalinan dan kedepannya ini akan menjadi role model bagi semua PKM yang ada di Kabupaten Kutai Barat,”pungkas Wabup.

Sumber: https://kutaibaratkab.go.id/2021/07/ikuti-tahapan-presentasi-dan-wawancara-menuju-top-45-inovasi-inovasi-2021/


Bagikan updated
Kutai Barat