PRESS RELEASE 15 Juli 2021 – Balikpapan “SEHAT DAN PINTAR MELALUI DUNIA DIGITAL”

Bagikan updated

Attendees Moderator :

Amal Bastian

 

LO :  Oni

 

Runner : Acun

 

Narasumber :

Local :

1. Nurul Rohmah

2. Nurhijrah Ahmad Ismail

Nasional :

1. Fifi Alfiana Rosyidah

KOL :  Sandy Kusuma

Minutes Of Agenda
Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

●        Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.

●        Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.

●        Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat ( Nama, Jabatan)

 

Talks 1: Etika Digital : Etika Menghargai Karya atau Konten Orang Lain di Media Sosial

(Fifi Alfiana Rosyidah, Bussiness Analyst)

●        Perkembangan teknologi informasi membuat semua orang dapat mengakses dengan mudah beragam konten yang tersebar di internet.

●        Hal ini juga yang membuat para pembuat konten pun semakin banyak dan beragam.

●        Istilah konten sering disebutkan dalam media sosial. Konten itu sendiri dapat berupa gambar, video, maupun tulisan yang bisa disebarkan ke berbagai media sosial dan dikonsumsi langsung oleh audiens. Dengan kehadiran konten, audiens dapat mengakses informasi yang dibutuhkan secara leluasa.

●        Sekarang ini konten tak hanya dibuat untuk keperluan dagang saat promosi saja, tapi juga digunakan banyak orang khususnya kalangan milenial agar menarik perhatian pengguna media sosial.

●        Jenis Karya/ Konten:

–          FOTO: Konten digital yang berasal dari jepretan kamera.

–          ILUSTRASI/ART/DESAIN: Hasil karya seni berbentuk gambar dalam bentuk digital.

–          PODCAST: Hasil rekaman audio yang dapat didengarkan oleh khalayak umum melalui media internet. Platform: Spotify, Apple Podcast, etc.

–          VIDEO/FILM: Rangkaian gambar bergerak yang dibagikan secara digital. Platform: YouTube, TikTok, Instagram Reels, dan sebagainya.

–          TULISAN: Tulisan yang dibagikan di media sosial.

●        Etika menghargai karya/konten

–          Berikan apresisasi. Kalau suka dengan karyanya, like dan berikan komen positif.

–          Kalau tidak suka dengan karya orang lain, tidak perlu memberikan komentar buruk, apalagi sampai melakukan penghinaan.

–          Alih-alih memberikan komentar buruk, kita dapat memberi masukan untuk kesempurnaan karyanya atau memberikan kritik yang konstruktif sehingga content creator tersebut dapat meningkatkan kualitas karyanya.

–          MENGHINDARI PERLAKUAN CYBERBULLYING ATAS KARYA/KONTEN ORANG LAIN

●        Dampak buruk Cyberbullying:

1.Depresi

2.Mengganggu Kesehatan fisik dan mental

3.Menghilangkan kepercayaan diri. Pada konteks content creator, maka akan membuat mereka berhenti membuat konten lagi atau bahkan menghilang dari social media.

4.Dapat memicu keinginan untuk bunuh diri

●        Meminta izin kepada pembuatnya jika ingin menggunakan karyanya

●        Tidak menjiplak karya orang lain

●        MENGHINDARI MENJADI pelaku atau penikmat karya bajakan

Talks 2: Budaya Digital : Media Sosial Sebagai Sarana Meningkatkan Demokrasi dan Toleransi

(Nurul Rohmah, ASN Kemenkumham RI)

●        Hak Kebebasan Bependapat

Hak dasar yang dimiliki oleh tiap individu dalam sebuah negara tercantum pada konstitusinya. Di Indonesia kebebasan untuk berpendapat diatur dalam Pasal 28E ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 (“UUD 1945”) sebagai berikut:

“Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat”

◦Disamping itu, perlu juga dilihat ketentuan dalam Pasal 28F UUD 1945, yang berbunyi:

“Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.”

seseorang dalam mengeluarkan pendapatnya harus menghargai hak orang lain, serta tunduk pada hukum yang berlaku.

Hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam Pasal 28J ayat (2) UUD 1945 sebagai berikut:

Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.

Rumusan Penghinaan dan/atau Pencemaran Nama Baik

Perlu diketahui bahwa penghinaan dan/atau pencemaran nama baik telah diatur di Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) jauh sebelum diundangkannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU 19/2016).

Larangan seseorang melakukan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik di UU ITE diatur di Pasal 27 ayat (3) UU ITE. Sedangkan sanksi yang melakukan perbuatan itu diatur di Pasal 45 ayat (3) UU19/2016, yakni:

  “Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750 juta.”

 

Perlu diketahui bahwa ketentuan di atas merupakan delik aduan. Selanjutnya, dalam Penjelasan Pasal 27 ayat (3) UU 19/2016 disebutkan bahwa ketentuan pada ayat ini mengacu pada ketentuan pencemaran nama baik dan/atau fitnah yang diatur dalam KUHP.

Maksut dan Tujuan adanya UU ITE yaitu untuk melindungi masyarakat dari penyalahgunaan teknologi ITE, bukan membatasi masyarakat dalam memanfaatkan teknologi ITE.

●        Bebas Berpendapat tapi malah bablas dan gak toleran/menyinggung orang lain.

●        DEMOKRASI PANCASILA, yaitu demokrasi yang berdasarkan kekeluargaan dan gotong royong, atau sistem pengorganisasi negara yang dilakukan oleh rakyat sendiri atau dengan persetujuan rakyat.

●        Jumlah penduduk, ragam Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan.

Dan isu saat ini ialah tentang PERBEDAAN ;

Isu yang mudah “digoreng”, beberapa updates ;

1.Pemerintah melarang Masjid dibuka untuk Sholat Jumat, Sholat Ied, mau ibadah kok dilarang?

2.Bu Risma ingin “buang/pindahkan” ASN malas  Kemensos ke Papua. Kenapa Papua? Papua tempat buangan?

3.Beauty Standart, “ih kulitnya item buluk” (body shamming)

●        IMPLEMENTASI MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA MENINGKATKAN DEMOKRASI DAN TOLERANSI

1.BE A SMART USER

2.SMART CAMPAIGN FROM SMART USER

3.EDUCATE EACH OTHER by

4.Say NO to HoaX

5.The Agents are us

 

Panelist : Key Opinion Leader

Kecakapan Digital : Perubahan Dunia Basket di Era Pandemi

(Sandy Kusuma, Professional Basketball Player)

Moderator :Bagaimana dunia basket dalam masa era pandemi?

Answer :

 

Talks 4: Budaya Digital : Media Sosial Sebagai Sarana Meningkatkan Demokrasi dan Toleransi

(Keamanan Digital : Tips dan Pentingnya Internet Sehat, Nurhijrah Ahmad IsmaiI)

●         

Informasi lainnya yg disampaikan oleh moderator / mc :

 


Bagikan updated
Balikpapan Kalimantan