Press Release 28 Juni 2021 Payletter amankah ? , Digital Culture , Bijak Sebelum Mengunggah di Media Sosial – Balikpapan

Bagikan updated

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat ( Nama, Jabatan)

  • siber kreasi menyusun peta Literasi Digital untuk meningkatkan partisipasi digital masyarakat
  • terdapat 4 kerangka dalam menyusun kurikulum yaitu ketrampilan digital, etika digital, keamanan digital dan budaya digital
  • tujuan kegiatan ini menemukan, mengevaluasi, dan memanfaatkan secara sehat, bijak , cerdas dan patuh hukum secara digital dalam rangka membina komunikasi di kehidupan sehari-hari

Talks 1: Fitur Paylater sebagai Transaksi Berbasis Online Baru, Amankah ?

(Windy Oktanaura, accountant at wardah cosmetics)

  • paylater adalah bentuk pembayaran untuk memudahkan penggunanya dalam memenuhi kebutuhan hidup, belanja sekarang bayar nanti saja
  • keuntungan paylater : proses cepat dan simple ; kesempatan mendapatkan banyak promo menarik ; cicilan bervariasi tenor hingga setahun , mendorong peningkatan inklusi keuangan indonesia
  • kerugian paylater : mendorong perilaku konsumtif yang boros; memunculkan tumpukan utang yang tidak terduga; pengaturan keuangan berantakan; adanya ancaman keamanan identitas; ada bunga dan denda; adanya biaya yang tidak disadari; tunggakan dapat menurunkan reputasi kredit nasabah

Talks 2: Digital Culture : Literasi Digital dalam Meningkatkan wawasan Kebangsaan

(Fahmi Saputra, Presiden Mahasiswa ITK)

  • literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi
  • wawasan kebangsaan merupakan pemahaman masyarakat mengenai jati diri bangsanya dalam mendayagunakan segala potensi negari untuk mencapai cita-cita dan kepentingan nasional
  • tantangan era digital : moral bangsa; penyebar hoax; regenrasi pemuda bangsa; kemajuan teknologi

Talks 3: Bijak Sebelum Mengunggah di Media Sosial

(Boby Fatur Rachman, S.Pi. , Duta Damai Dunia Maya)

  • pantang dilakukan di media sosial : memulai konflik, curhat masalah pribadi, mengejek orang lain dan menyebut namanya, menjelekkan orang lain tanpa menyebut nama, berbagi foto pesta gila-gilaan, bersikap terlalu ekstrem
  • sesuaikan penggunaan media sosial dengan kebutuhan dan minat
  • batasi penggunaan media sosial agar tidak menjadi candu
  • alokasikan waktu luang untuk mendapatkan informasi terkini

Key Opinion Leader : welcoming gen alpha : chance and challenge in digital skill

(Ima Fitananda Amelia Putri, S.AB , tourism ambassador of east java )

  • sebuah generasi tidak hanya dibentuk berdasarkan orang yang lahir pada periode waktu yang sama, setiap generasi tumbuh dan dibesarkan pada tahun yang berbeda sesuai karakternya
  • generasi alpha akan datang sejumlah 2.5 milyar, dan nantinya mereka adalah pemegang kendali teknologi dunia
  • digital dengan multi literasi, menghabiskan waktu bersama generasi alpha akan membuat kita kagum dan belajar banyak hal
  • kemauan dan waktu merupakan hal yang paling dibutuhkan dalam multiliterasi

Informasi lainnya yg disampaikan oleh moderator / mc :

  • Untuk mematikan video dan microphone selama proses webinar dan menjaga protocol kesehatan.
  • Share event ke Instagram Feed, dan tag Instagram Siber Kreasi dan menggunakan hashtag #makincakepdigital dan #LitDigKal1029
  • Adanya hadiah menarik berupa pulsa atau paket data bagi 10 (sepuluh) penanya terbaik

Penanya :  desy desol

pertanyaan : Bagaimana cara yang efektif untuk membendung penyebaran hoax, hate speech, intoleransi, & radikalisme bagi kaum muda, dimana narasi-narasi hoax, hate speech, intoleransi, & radikalisme tsb. tersebar di dunia maya

Jawaban :

–          Narsum 1 (Fahmi saputra): pertama ketahui dasar landasan informasi yang di dapat, ketahui dasarnya apa, tujuannya apa dan sumbernya apa, memang membutuhkan waktu yang panjang, namun untuk mengkonfirmasi benarnya berita itu diperlukan. dengan literasi digtial kita bisa mengkaji informasi tersebut.

–          Narsum 2 (Ima Fitananda Amelia Putri, S.AB) : cari sumber yang terpercaya, banyak bot yang mengirim informasi sembarangan seperti hoax hate speech dll, ada beberapa oknum yang menginigikan perpecahan, berbijaklah dalam sosial media, jangan hanya menggunakan tapi mengerti

Penanya :  Vincent

Pertanyaan : Saat ini dunia digital membantu kita dalam bertransaksi bagi masyarakat, utamanya melalui e-wallet dan belanja dengan online

Namun namanya sistem digital tentu ada hal yang bisa di bobol. Seperti beberapa kasus, saldo e-wallet yang tiba-tiba hilang. Pihak e-wallet juga tidak bertanggung jawab terhadap hal tersebut.

Dalam hal ini, langkah apa yang harus di lakukan oleh pengguna e-wallet apabila mengalami kebobolan saldonya di e-wallet ?

Jawaban :

–          Narsum 1 (Windy Oktanaura) :pertama buat laporan ke perusahaan , buat laporan ke kantor polisi, laporan ke provider , jika merasa belum selesai masalahnya lapor ke polisi saja,

Penanya :

pertanyaan : Bagaimana melihat fenomena pengguna medsos di Indonesia (netizen) yang sangat bangga dengan prestasi Indonesia. Contoh: ketika ada lagu Indonesia yang di-cover musisi luar. Namun, disisi lain market di Indonesia yang besar bias jadi dimanfaatkan bangsa luar menjadikan fenomena ini menguntungkan pihak luar. Bagaimana kita menanggapinya. Terima kasih.

Jawaban :

–          Narsum 1(Fahmi Saputra) : tergantung konteksnya, memang banyak diubah atau hanya sebagian saja, karena menurut saya ini hal positif karena bisa mengenalkan indonesia ke negara lainnya

–          Narsum 2 (Boby Fatur Rachman, S.Pi) : Kita harus Apresiasi, kalau mereka saja bisa bangga kita harus bisa lebih bangga dalam mengenalkan negra kita

Penanya :  EDI SUTIONO

APAKAH TOLOK UKUR KEBERHASILAN LITERASI DIGITAL DI MASYARAKAT INDONESIA

Jawaban :

–          Narsum 1 (Windy Oktanaura) : aku lihat dari sisi pengguna e-wallet , termasuk salah satu tolak ukur seberapa besar keberhasilan literasi digital,

–          Narsum 2 (Fahmi Saputra ) : bisa dilihat dari pemahamannya kaum pemuda, mungkin sudah banyak yang bisa menggunakan HP tapi tidak tahu positif atau negatif. dari orang tua ada yang mendampingi penggunaan HP anaknya ada yg tidak, tolak ukurnya generasi muda memahami tentang teknologi

–          Narsum 3 (Ima Fitananda Amelia Putri, S.AB) : ada dua hal, yang pertama seberapa banyak informasi yang diserap, yang kedua pengimplementasian produk digital

–          Narsum 4 (Boby Fatur Rachman, S.Pi) : seberapa banyak temen temen menjadi konten kreator dengan informasi positif, misal dalam postingan diberikan caption informasi yang cukup informatif


Bagikan updated
Balikpapan