Press Release Amankah Kita Saat memasuki era digital? pahami dengan literasi 5 Agustus 2021 – Samarinda

Bagikan updated

Moderator : Reza Rahman

LO : Oni

Runner : Acun dan Afnan

Narasumber :

Local :

  1. Sulastri Khasan
  2. Muji Hariandi, S.Tr.Kom

Nasional :

  1. Poppy Sovia

KOL : dr. Dewa Nyoman Sutanaya, SH, MH, MARS.

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech oleh Direktur Jendral Aplikasi Informatika (SEMUEL ABRIJANI PANGERAPAN B.SC) :

  • Program literasi digital menjadi jawaban atas era disrupsi teknologi saat ini.
  • Kehadiran pandemi dan berkembang pesatnya teknologi mengubah cara kita beraktifitas, sehingga teknologi sebagai bagian dari masyarakat.
  • Menjadi sebuah tantangan bagi kita untuk meningkatkan literasi digital pada masyarakat
  • Mendidikan masyarakat bukan hanya pada kemampuan menggunakan teknologi digital saja , namun juga bagaimana masyarakat cermat dalam menggunakan teknologi.
  • Adanya berbagai inisiatif kegiatan diharapkan semakin mendorong meningkatnya literasi digital masyarakat.
  • Mempersiapkan sdm yang sesuai dengan kecakapan era digital.
  • Dengan kondisi pandemi maka akan mempercepat pula proses tranformasi menuju era digital, maka dibutuhkan kerjasama yang bersifat menyeluruh dan kontinyu oleh segala elemen.

 

 

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat ( Dr. H. Andi Harun                                                                                 Walikota Samarinda    )

  • Sesuai Arahan visi Presiden, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi telah menyusun sebuah Peta Jalan Literasi Digital Tahun 2021-2024 untuk meningkatkan partisipasi digital masyarakat, mendorong pengembangan ilmu pengetahuan masyarakat dibidang Teknologi dan Informatika Komputer dan Digital serta mendorong tingkat kecakapan transformasi digital dalam pemanfaatan teknologi baru.
  • Peta Jalan Literasi Digital dirumuskan dalam empat kerangka dalam menyusun Kurikulum Literasi Digital yaitu : Digital Skills, Digital Ethics, Digital Safety dan DIgital Culture.
  • Untuk mencapai Target Masyarakat yang cakap digital diadakan acara secara serentak selama 7 bulan pada tahun ini yang dimulai di bulan Mei dengan dilakukannya Kick Off atau Pembukaan oleh Bapak Presiden serta Menteri Komunikasi dan Informatika demi tercapainya pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat komunikasi atau jaringan dalam menemukan alat komunikasi atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, memanfaatkan secara sehat bijak, cerdas, cermat, tepat dan patuh hukum dalam membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dapat menanggulangi penggunaan Teknologi Digital oleh seluruh lapisan masyarakat secara tidak baik

 

Panelist 1: Etika Digital : Bijak di Kolom Comment

(Poppy Sovia )

  • Moderator : Sering gak menemukan komen netizen yang menganggap sinis ke kak popy ?

Answer : alhamdulilah sih netizen atau followers aku baik. ketika aku posting tentang hobi aku lebih komen ke hal positif dan kasih motivasi. belum ada yang seperti itu.

  • Moderator : Mungkin kak poppy bisa maintance followers dengan baik. bagaimana kak caranya agar netizen atau followers kak poppy ?

Answer : kalo treatment pasti ada. ketika ada respon atau coment negatif kita juga pasti sakit hati kan. awal-awal ada coment negatif aku respon tapi seiring waktu ketika coment tidak enak aku berusaha berfikir cerdas aku hapus atau blok. menurutku netizen disini kan beda dan kalangan beda. jadi sebisa mungkin kita berbesar hati kalo ada opini masuk kita lega aja jangan jadi sempit.

  • Moderator : Bagaimana tips belajar bijak di kolom komen ? komen yang penting jangan yang penting komen.

Answer : netizen kan kadang macem-macem tujuan komennya, apakah ingin di notice atau viral agar bisa dilihat orang banyak. itu kan jadi kadang menghalalkan segala cara. sikap seperti ini kadang kurang baik disisi lain.

 

Talks 2: Keamanan Digital : Tips Menjaga Keamanan Digital bagi Anak-anak di Dunia Maya

(Sulastri Khasan )

  • Membicarakan diri sendiri justru merupakan tindakan yang sudah terpatri dalam diri kita dari penelitian otak terkini membenarkan bahwa saat mengungkapkan diri, sistem rasa senang di otak turut aktif.
  • memberikan limitasi bahwa untuk anak dan balita atau batita bisa dibatasi dalam menggunakan media sosialnya.
  • warga digital sekarang ini di pribumi digital dimana kita lahir sudah memegang hp dan menggunakan sosial media. sedangkan orang tua kita adalah imgran digital dimana mengatur pergaulan antara warga digital. ketika anak kita sudah berusia remaja akan mendapatkan tantangan tersendiri di dunia digital khususnya agar hubungan anak dan orang tua di dunia maya dan dunia nyata tidak terlalu besar.
  • tips : be a mindful parent ; tidak membagikan data pribadi anak; meminta persetujuan orang tua anak lain jika ingin membagi momen kebersamaan

 

Key Opinion Leader : Kebudayaan Digital: Mengenal Lebih Jauh Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital           

(dr. Dewa Nyoman Sutanaya, SH, MH, MARS.)

  • Kemerdekaan berpendapat diatur pada UU No 9 Tahun 1998 yang mewujudkan kebebasan bertanggung jawab, mewujudkan perlindungan hukum yang konsisten dan berkesinambungan, mewujudkan iklim yang kondusif bagi berkembangnya partisipasi dan kreativitas warga negara dan menempatkan tanggung jawab sosial dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara tanpa mengabaikan kepentingan perorangan atau kelompok.
  • Ujaran Kebencian bukanlah berbicara tentang sesuatu yang merupakan pendapatnya, mengkritisi kebijakan pemerintah dan berbicara dengan nada keras atau marah dan berbeda pendapat dengan orang lain jadi tidak mungkin seseorang dihukum karena melakukan hal itu.
  • Pahami sejauh mana lingkup ujar kebencian dan hindari hal tersebut seperti penghinaan, pencemaran nama baik. penistaan, perbuatan menyenangkan, memprovokasi, menghasut dan penyebaran berita bohong
  • masyarakat seringkali kurang mendapat sosialisasi dan minim pengetahuan tentang norma hukum terkait ujaran kebencian. banyak orang yang kurang memahami batasan ini baik di kalangan anak atau dewasa.

Talks 4: Cakap Digital : Pentingnya Memiliki Digital Skills di Masa Pandemi Covid-19

(Muji Hariandi, S.Tr.Kom   )

  • Pentingnya memiliki digital skill agar bisa tetap produktif dari rumah, karena di kantor ada jam kerja sedangkan mobile tidak ada jam kerja.
  • Bersekolah pembelajaran yang diatur sedangkan dirumah pembelajaran bisa lebih luas dan mandiri
  • Tips dan Trick yang bisa dilakukan untuk memiliki digital skills di masa pandemi ini yaitu dengan menentukan tujuan apa yang akan kita raih hal ini agar cita-cita juga bisa terarah dan terjaga sesuai dengan yang kita inginkan
  • Buatlah manajemen waktu karena kita dan orang hebat diluar sana sama-sama memiliki waktu 24 jam yang membedakannya adalah untuk apa kita gunakan waktu itu
  • Gunakan untuk melakukan upgrading dengan lebih sering mengikuti kelas online atau webinar untuk menambah wawasan terutama kecakapan kita di dunia digital dan skills lainnya
  • Berkarya yang dapat dimulai dulu dari hal kecil yang bisa kita lakukan kemudian mencoba melakukan yang lebih baik

Informasi lainnya yg disampaikan oleh moderator / mc :

  • Menyampaikan tata tertib acara
  • mengumumkan cara mendapatkan hadiah gimmick ke peserta
  • membacakan kesimpulan yang dipaparkan oleh para narasumber

QnA

Penanya :  Indrawan

Pertanyaan : Bagaimana tanggapan kak poppy tentang labeling tentang netizen indonesia menjadi netizen yang paling komennya tidak sopan

Jawaban :

  • Panelist 1 : saya merasa sedih ya. kenapa sih kita bangga banged berkoar bahasa yang kurang baik. kenapa kita bangga dengan kebebasan berpendapat kita yang kurang sopan. adanya kita restart atau mulai lagi dari awal agar kita bisa berkaca dan membenahi diri dan bahasa kita.

 

Penanya :  Ahmad Fadillah

Pertanyaan : Bagaimana cara menyikapi anak atau remaja yang terlanjur kecanduan hal negatif secara umum dalam dunia digital ?

Jawaban :

  • Talks 2 : saya mengembalikan kepada orangtua yang sepertinya ada yang beda dengan anak kita kenapa sering sembunyi. nah dengan hal ini dicoba didekati membuat pola komunikasi yang baik dengan anak

 

Penanya :  Andriawan

Pertanyaan : Bagaimana cara kita bersosialisasi dengan benar ?

Jawaban :

  • Talks 3 : Kita harus melihat dari sumbernya dulu karena kalau informasinya hoax kita nanti bisa turut serta menyebarkan jadi kita harus memilah dan menyaring. jangan sampai kita ikut menyebarkan hoax

 

Penanya :  Raditya

Pertanyaan : Selain daring dan menonton hal apalagi yang bisa memperluas skills kita dalam dunia digital ?

Jawaban :

  • Talks 4 : Tidak melulu dengan belajar tapi dengan diselingi memunculkan karya

Bagikan updated
Samarinda