Press Release Belajar dan Berekspresi di Duni Digital dengan Literasi Digital 26 Juli 2021 – Sambas

Bagikan updated

Moderator : Rio Brama

Narasumber :

Local :

  1. Yauma Yulida Hasanah
  2. Nurhadi

Nasional :

  1. Audita Harsono

KOL : Dila Fissa

 

 

 

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech Oleh Bupati (Satono, S.Sos.I.,M.H.)

  • berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.
  •  Program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang terliterasi digital.
  • Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah Banjar melaksanakan rangkaian Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Desember tahun ini.

Informasi lainnya yg disampaikan oleh moderator / mc :

  • Menyampaikan tata tertib acara
  • mengumumkan cara mendapatkan hadiah gimmick ke peserta
  • membacakan kesimpulan yang dipaparkan oleh para narasumber

QnA

Penanya :  Nur Asyfa Dahiyah

email: sifanura775@gmail.com

no HP: 085751404736

Narasumber: Audita Harsono

Pertanyaan: apabila suatu pihak melanggar hak cipta suatu karya, namun karya nya belum didaftarkan ke Ditjen HKI, apakah bisa dilakukan penuntutan jika hak cipta didaftarkan setelah pelanggaran?

Jawaban : Cerita dalam bentuk Gambar atau foto video itu itu adalah milik kita pada saat kita membuatnya. Jadi baik sudah didaftarkan atau belum didaftarkan itu tetap hak milik kita dan ada hukum yang melindungi hak milik kita tersebut. gitu Kalau yang lain misalnya kayak kita menemukan bagaimana cara membuat matahari menjadi listrik, itu harus dibikin suatu paten dulu baru yang didaftarkan. Tapi kalau dalam hal ini foto atau gambar tanpa kita daftarkan atau tanpa kita sebutin itu milik kita dalam bentuk Watermark tersebut itu sudah otomatis milik kita. Sebenarnya ada hukum yang melindungi apapun yang kita ciptaan gitu kan tapi di satu pihak juga ada hukum yang melindungi apapun yang orang lain akan. Seperti yang sebelumnya saya bilang bebas bukan berarti bablas.

 

Penanya : Muhammad Marjuki

No : 082217332853 ovo

Email : jukimarjuki1222@gmail.com

Narasumber: Yauma Yulida Hasanah

Pertanyaan: Generasi milenial di era digital saat ini menyukai menonton film luar negeri dimana bahasa yg dipakai adalah bahasa Inggris dan ada terjemahannya, pertanyaan saya adalah apakah hal tersebut bisa menjadi sarana pembelajaran kosakata dan tata bahasa Inggris ?

Jawaban : Kalau mau bahasa Inggris ataupun mungkin kalau sekarang teman-teman banyak yang suka nonton drama Korea diusahakan menggunakan subtitlenya berbahasa Inggris. Kalau memang sudah banyak kosakata yang berbahasa Inggris, tetapi kalau misalnya masih kesulitan maka pakai bahasa Indonesia dulu nanti  pelan-pelan kita sudah terbiasa mendengarkan seperti misalnya istilah-istilah umum, kata-kata, ungkapan-ungkapan umum. Itu saja sudah merupakan input yang sangat baik sehingga nanti pelan-pelan akan meningkat baru coba pakai subtitle bahasa Inggris dan selanjutnya tanpa subtitle.

 

Penanya :  Iftiya Rahmadini

Email : iftiyarahmadini17@gmail.com

No hp : 085822918757

Narasumber: Dila Fissa

Pertanyaan: Bagaimana cara menjaga akun belanja online dari pembobolan oknum yang tidak bertanggung jawab? (karena akun belanja online saya sudah pernah di bajak)

Jawaban :  Ini ada tips aja dari saya adalah, gunakan jaringan data seluler pribadi jangan gunakan WiFi publik karena itu bisa jadi salah satu faktor. Kalau temen-temen bertransaksi gunakan rekening bersama dari e-commerce.. Teman-teman juga sering coba ganti password akun.

 

Penanya : Erwin Apriandi

No. HP: 085943416083

Email: eaiserwinapriandi@gmail.com

Narasumber: Nurhadi

Pertanyaan: Melihat banyaknya dampak negatif digitalisasi terhadap Bahasa yang sebelumnya sudah dijabarkan, menurut bapak apa saja langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan orang tua untuk meminimalisir dampak negatif dari penggunaan platform digital terhadap pergeseran Bahasa baik secara makna maupun secara penggunaan?

Jawaban : Kita mengajarkan bagaimana penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dan bagaimana penggunaan bahasa daerah juga yang baik dan benar sehingga kata-kata tersebut atau bahasa gaul tadi yang ada di media sosial yang memiliki konotasi negatif tidak terlestarikan karena kita sendiri ini mengkampanyekan untuk menggunakan bahasa yang baik dan benar. Kalau ini adalah anak kita atau Adik kita maka kita sebagai orang tua atau Kakak atau Abang nya itu harus memberikan contoh.


Bagikan updated
Sambas