Press Release Belajar di Era Digital dengan Aman dan Mudah 15 September 2021 – Bontang

Bagikan updated

Moderator : Shabrina Anwari

LO : Oni

Narasumber :

Local :

  1. – Drs. Dasuki, M.Si

Kadis Kominfo Kota Bontang

  1. – Abadi Nugroho, M.Kom..

Ketua RTIK Kota Bontang

Nasional :

  1. – Lafina – Artist

KOL :  Najma Shofia Maharani

Quarterians Ambassador

 

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika: SEMUEL ABRIJANI PANGERAPAN B.SC

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika

 

  • Kementerian Kominfo yang bekerja sama dengan Siberkreasi akan terus berupaya meningkatkan Literasi Digital masyarakat lewat berbagai macam inisiatif kegiatan.
  • Mari kita ciptakan inovasi – inovasi yang baik, kita ciptakan masyarakat yang semakin paham digital di era digitalisasi ini, agar kita bisa melewati pandemi menjadi lebih baik dari masa sebelumnya.
  • Demikian sambutan yang bisa saya sampaikan, selamat mengikuti kegiatan ini, tetap semangat dan salam literasi digital.

 

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat ( Basri Rase, S.IP.

Walikota Bontang )

  • Berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.
  • Program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang terliterasi digital.
  • Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah Setempat melaksanakan rangkaian Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Desember tahun ini.

 

Talks 1: Etika Digital : Etika menghargai karya orang lain di media sosial

– Lafina

Artist

  • Berkreasi dengan konten positif
  • Menghargai karya orang lain
  • Membangun dan mengapresiasi konten orang lain

 

Talks 2: Keamanan Digital: Bijak dalam Menggunakan Media Sosial

– Drs. Dasuki, M.Si

Kadis Kominfo Kota Bontang

  • pantang dilakukan di media sosial : memulai konflik, curhat masalah pribadi, mengejek orang lain dan menyebut namanya, menjelekkan orang lain tanpa menyebut nama, berbagi foto pesta gila-gilaan, bersikap terlalu ekstrem
  • sesuaikan penggunaan media sosial dengan kebutuhan dan minat
  • batasi penggunaan media sosial agar tidak menjadi candu
  • alokasikan waktu luang untuk mendapatkan informasi terkini

 

 

Talks 3 : Cakap Digital: Memilih Skill Digital yang Nyaman dan Menguntungkan di Masa Pandemi Covid-19

– Abadi Nugroho, M.Kom..

Ketua RTIK Kota Bontang

  • Perrilaku konsumtif adala perilaku yang tidak didasarkan oleh pertimbangan rsaional, 5 ciri konsumtif : Rasa gengsi yang tinggi, selalu ikuti trend hidup bermewah, ingin beda, menarik perhatian orang lain
  • produktif adalah sikap yang ingin terus berkarya, ada skala prioritas, kerja tuntas, fokus, memiliki banyak pertimbangan,,
  • cara mengubahnya: ganti pola hidup, jauhi tempat yang mengundang kita belanja kalau tidak benar butuh

 

Key Opinion Leader : Budaya Digital : Kesiapan Masyarakat Dalam Menghadapi Transformasi Digital

– Najma Shofia Maharani

Quarterians Ambassador

  • Unique Selling Point : Keunikan yang membedakan produk kamu dari usaha sejenis lainnya. Apa alasan konsumen harus membeli produk kamu bukan produk dari kompetitor.
  • Pilih Channel (tempat) untuk berjualan : Kamu dapat memilih e-commerce (seperti tokopedia, bukalapak, shopee, dst). Tidak ada e-commerce yang lebih baik dari lainnya, karena semua disesuaikan dengan target pasar kamu. Terkadang penjual menggunakan beberapa e-commerce lebih dari satu untuk menjual produknya.

Informasi lainnya yg disampaikan oleh Moderator:

  • Tata tertib berlangsungnya webinar
  • Cara peserta memenangkan gimmick dan absen+posttest
  • Kesimpulan materi dari setiap narasumber

 

Question And Answer

Penanya :  Regina Natalie Nindya Tanod, 085787280358, reginatanod@gmail.com

narasumber: kak Lafina

pertanyaan:

Menurut kakak knp sih masih banyak netizen yang berkomentar ke arah negatif, apa tujuan mereka sampai bisa berkomentar negatif dan menurut kakak dari mana sih mereka bisa dapat berkomentar negatif, padahal konten tersebut tidak ke arah negatif?

 

Jawaban : Curhat di sosial media, apalagi menggunakan kata-kata kurang sopan, celaan dan bahkan sampai menggunakan nama orang, instansi, menyinggung ras, dan menyinggung agama tertentu. “Posting yang penting saja” jangan “Yang penting posting”

 

Penanya :  Rika Wahyuni, 085751656943, rikaw1755@gmail.com

untuk Narasumber : Drs. Dasuki M.si

pertanyaan : Assalamu’alaikum wr wb,Pak Dasuki saya sebagai seorang pendidik merasa literasi digital harus diintegrasikan kepada pembelajaran disekolah, agar siswa bisa mendapatkan informasi yang benar dan dengan cara yang benar. Apakah ada program dari pemerintah terkait tentang pengintegrasian literasi digital dengan Mata pelajaran atau pembelajaran disekolah

 

Jawaban : Kalau teman-teman itu belanjanya transfernya lewat aplikasi e-wallet seperti Dana dan lain-lain itu akan susah mentracking dan kita juga akan susah menemukan yang namanya pelakunya. Apalagi kalau jumlah uangnya itu tidak seberapa. Mungkin bagi temen-temen sangat berharga sekali tapi untuk prosesnya akan lebih rumit dan lebih sulit daripada jumlah uang yang kita keluarkan tadi tapi ketika kita berbelanja di commercial resmi yang sudah terpercaya tersebut banyak digemari oleh masyarakat nanti kita bisa langsung ke customer servicenya ke bentuk pengaduannya biasanya ada di situ udah nanti akan tracking sama e-commercenya langsung. Jadi tergantung di mana kita berbelanja nya lebih aware lagi dan pastinya kita harus lebih memilih berbelanja online di mana sih yang menguntungkan dan tidak menguntungkan

 

 

Penanya :  Ahmad Fuad Ghazali, 082125612800, fuadghazali05@gmail.com

Untuk narasumber :Najma Sofia Maharani

Pertanyaan :

Kehadiran internet mengubah masyarakat sosial ke era digital. Sampai ada “rasa” membutuhkan pengakuan maupun keinginan untuk menyebarkan suatu hal ke ruang publik di media sosial. Bagaimana menghadapi kondisi ini jika tidak ingin terjebak pada kondisi tersebut?

Misalnya, ada pasangan pacaran yang meminta untuk terus posting hal apa pun soal hubungan keduanya? Hehe terimakasih.

 

Jawaban : Jadi yang pertama kita harus syukuri kalau misalnya kita punya kesadaran bahwa ternyata apa yang kita komentar atau apa yang kita buat adalah suatu kebebasan dalam berekspresi di media sosial. Jadi kita bersyukur ketika kita menyadari hal tersebut karena banyak masyarakat ataupun banyak netizen tidak memiliki kesadaran atas kesalahan yang dilakukan di media sosial itu sendiri sehingga efek domino yang panjang sekali yang disampaikan oleh Bang Martin tadi misalnya 2-3 tahun kemudian itu bisa memberikan efek negatif kepada karir kita ataupun kepada nama baik kita lah minimal. Jadi pertama mungkin yang bisa saya jawab caranya adalah saat ini di Indonesia kan jamannya klarifikasi jadi tidak salah karena itu bagian permintaan maaf kita sebagai warga negara yang beretika di media digital. Gunakan klarifikasi itu sebagai permintaan maaf atas kesalahan yang kita buat apakah itu konten atau kita komentar negatif dan sebagainya. Yang kedua mungkin bisa kita lakukan adalah dengan membalasnya dengan konten positif. Kita klarifikasi menggunakan konten positif. Kita gunakan sebagai “penebusan dosa” kita kepada kalayak umum yang sudah menonton konten kita ataupun yang sudah membaca komentar kita di media sosial.

 

Foto Bersama


Bagikan updated
Bontang