PRESS RELEASE BERETIKA DAN BERBUDAYA YANG TEPAT DALAM DUNIA DIGITAL 13 Juli 2021 – Sintang

Bagikan updated

Moderator : Septi D Ajeng

LO : Angel

Runner : Waridi dan Dian

Narasumber :

Local :

  1. Yulianingsih
  2. Venny Adhita

Nasional :

  1. Fifi Alfiana

KOL :  Calvino Samudra

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat ( Nama, Jabatan)

  • Pembukaan walikota tentang Literasi Digital
  • Ajakan untuk mulai paham Digital dan melek Internet untuk mencegah Hoax tersebar
  • Meningkatkan dan mendorong tingkat Literasi Digital (skills, ethics, safety, culture)

 

Talks 1: Keamanan Digital : Phising? Apa itu dan Bagaimana Cara Menghindarinya ?

Fifi Alfiana Rosyidah (Bussiness Analyst)

  • APA itu PHISHING?:
  1. Phising adalah upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan. Data yang menjadi sasaran phising adalah data pribadi (nama, usia, alamat), data akun (username dan password), dan data finansial (informasi kartu kredit, rekening).
  2. Istilah resmi phising adalah phishing, yang berasal dari kata fishing yaitu memancing.
  3. Kegiatan phising memang bertujuan memancing orang untuk memberikan informasi pribadi secara sukarela tanpa disadari. Padahal informasi yang dibagikan tersebut akan digunakan untuk tujuan kejahatan.
  4. Pelaku phising biasanya menampakkan diri sebagai pihak atau institusi yang berwenang. Dengan menggunakan website atau email palsu yang tampak meyakinkan, banyak orang berhasil dikelabui.
  5. Kebanyakan mereka tergiur akan iming-iming hadiah, berupa kuota gratis atau potongan belanja online. Tanpa sadar mereka masuk ke situs situs palsu dan memberikan data pribadi mereka
  • Jenis Phishing:
  1. Email Phishing
  2. Spear Phising
  3. Whaling
  4. Web Phising
  • Bagaimana Sebuah Aksi Phishing Dijalankan?:
  1. Pelaku Memilih Calon Korban
  2. Pelaku Menentukan Tujuan Phishing
  3. Pelaku Membuat Website Phising
  4. Calon Korban Mengakses Website Phising
  5. Calon Korban Mengikuti Instruksi Pelaku
  6. Data Korban akan Dimanfaatkan
  • Tips Agar Tidak Menjadi Korban PhisHing:
  1. Selalu Update Informasi terkait Phishing
  2. Selalu Cek Siapa Pengirim Email
  3. Jangan Asal Klik Link yang Diterima
  4. Pastikan Keamanan Website yang Diakses
  5. Gunakan Browser Versi Terbaru
  6. Waspada Ketika Dimintai Data Pribadi
  7. Cek Akun Online Anda secara Rutin
  8. Gunakan Two-Factor Authentication
  9. Lakukan Scan Malware secara Berkala

 

Talks 2: Kecakapan Digital : Sosialisasi E- Market Bagi Para Pelaku UMKM

Yuliana Fondasoya Lilistian, SE., M.Si (Dosen FISIP Universitas Kapuas Sintang)

  • MARKETPLACE: platform berbasis web yang memfasilitasi antara penjual dan pembeli untuk mempermudah transaksi jual beli secara online. pasar yang ada di platform internet / bisnis online adalah Penjual dan Pembeli.
  • JENIS MARKET PLACE:

MARKETPLACE MURNI: pihak marketplace hanya memfasilitasi transaksi perdagangan

MARKETPLACE KONSIYASI: seluruh transaksi penjualan ditangani langsung oleh pihak marketplace

  • LITERASI DIGITAL MARKETPLACE:
  1. Semenjak pandemi pertumbuhan pengguna marketplace melonjak
  2. Pengguna marketplace harus cerdas menggunakan platform
  3. Prinsip tangkas berinternet : cerdas, cermat, tangguh, bijak dan berani berinternet
  4. Tetap mengedepankan digital safety
  5. Digital safety : mampu mengenali, memolakan, menerapkan, menganalisis dan meningkatkan, tingkat keamanan digital dalam kehidupan sehari untuk kegiatan positif dan tidak  merugikan diri sendiri atau orang lain, serta lebih bijak dalam menggunakan fasilitas digital (marketplace)

Talks 3: Budaya Digital : Tantangan dan Peluang Pembelajaran Online saat pandemi Covid – 19 di Kab. Sintang

Venny Adhita Octavian, S. Pd., M.M (Dosen FISIP Universitas Kapuas Sintang)

  • TANTANGAN PEMBELAJARAN ONLINE:
  1. Masih terdapat pendidik dan peserta didik yang “belum melek” teknologi.
  2. Susah SINYAL.
  3. Masih terdapat masyarakat yang “tidak mampu” membeli Gagdet/HP dan kuota.
  4. Tenaga pendidik dituntut untuk lebih kreatif terutama dalam mempresentasikan pembelajaran.
  5. Peran orangtua peserta didik MENDOMINASI.
  6. Efektivitas pengajaran secara daring di masa pandemi lebih rendah, terjadi learning loss.
  7. Kurangnya sosialiasi, edukasi dan literasi digital di kalangan masyarakat.
  • PELUANG: Sisi baik dari pandemi Covid-19 dalam konteks pendidikan memberikan peluang kepada setiap individu khususnya peserta didik dan pengajar untuk bisa memahami kemajuan teknologi di era Revolusi Industri 4.0 ini. Mau tidak mau semua orang dituntut agar bisa menggunakan dan mengetahui cara mengakses setiap bahan materi yang akan digunakan.  Perubahan budaya pembelajaran. Kemajuan berbagai macam teknologi ini sangat memudahkan kita dalam menjangkau segala aktivitas sosial sehingga kita tidak perlu menguras banyak tenaga untuk memperoleh informasi pembelajaran. Pembelajaran online memberi peluang bagi peserta didik bahkan juga tenaga pendidik yang ingin mengembangkan potensi diri sembari mengisi waktu selama pandemi. Seperti bisnis online contohnya, yang bisa disambi setelah proses pembelajaran daring selesai. Kemudahan mengakses dan kemajuan teknologi juga membuka peluang bisnis bagi bimbingan belajar di luar sekolah atau kampus. pembelajaran daring ini telah berkontribusi kepada negara dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk membantu pemerintah menghambat penyebaran virus corona yang merebak ke seluruh wilayah Indonesia
  • Kemudahan mengakses dan kemajuan teknologi juga membuka peluang bisnis bagi bimbingan belajar di luar sekolah atau kampus. pembelajaran daring ini telah berkontribusi kepada negara dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk membantu pemerintah menghambat penyebaran virus corona yang merebak ke seluruh wilayah Indonesia

Key Opinion Leader: Etika Digital : Etika Pelayanan Dalam Berbisnis Digital

Calvino Samudra, C.H., C.Ht., C.Pd., IBH C.I., C.M.NLP., C. (President Commisioner of PT. Angkasa Citra Sukses)

  • Pelayanan: Pelayanan adalalah rangkaian kegiatan yang bertujuan menciptakan pengalaman ketika sebelum hingga setelah pelanggan membeli dan/atau menggunakan produk atau layanan yang ditawarkan oleh perusahaan. Memberikan Pelayanan kepada Pelanggan yang baik adalah salah satu unsur terpenting guna mempertahankan pelanggan yang ada (Existing customer), dan menarik pelanggan baru (New Customer) Pelayanan pelanggan lebih dari sekadar memberikan layanan; melainkan merupakan bagian penting dari image dari merek dagang kepada pelanggannya.
  • Pelayanan Dalam Bisnis Digital: Dalam masa pandemi, pada akhirnya pelayanan dalam bisnis haruslah dapat dilaksanakan melalui digital. Memberikan Pelayanan kepada Pelanggan yang baik adalah salah satu unsur terpenting guna mempertahankan pelanggan yang ada (Existing customer), dan menarik pelanggan baru (New Customer) Para pelaku usaha harus menyadari, bahwa bagi konsumen haruslah menghadirkan kemudahan serta nilai lebih baik dari konvensional.Pada bisnis konvensional, interaksi secara langsung tidak hanya dapat menyampaikan pesan, namun juga dapat mennciptakan emosi yang menimbulkan kesan kepada pelanggan. Kesan merupakan sebuah pengalaman atas pelayanan yang harus ditingkatkan dalam bisnis digital. Di sisi lain, etika dalam pelayanan konvensional merupakan image dari merk harus semakin dikelola lebih baik melalui bisnis digital. Pelayanan Dalam Bisnis Digital Pelayanan lebih dari sekadar memberikan supporting atas produk dari perusahaan; melainkan merupakan bagian penting dari image dan merek dagang kepada pelanggannya. Sehingga, sangatlah penting untuk menjaga etika dalam memberikan pelayanan meskipun secara digital.
  • Etika dalam Pelayanan Digital: Etika merupakan suatu nilai atas konsep perilaku benar dan/atau salah yang berasal dari nurani, hal ini berarti etika bersifat subyektif dan sangat bergantung atas penilaian masing-masing individu. Dengan demikian, pelaku bisnis digital harus memahami betul konsep perilaku dari segmentasi pasar yang dikelola serta pola batasannya. Sebagai contoh, banyak perusahaan yang memiliki segmen pasar milenial, tidak lagi menggunakan salam secara baku, seperti “Selamat Pagi/Siang/Malam, dengan PT.A Apakah ada yang dapat kami bantu?” menjadi “Hi! Apa kabar sobat PT A? Bagaimana kami dapat membantu?”. Tentu, tata bahasa sebagaimana disebutkan diatas yang digunakan untuk mengucapkan salam tidak dapat dipergunakan untuk semua industri, melainkan industri-industri tertentu yang merepresentasikan pergeseran etika dalam tata bahasa dari kaku menjadi lebih flexible dan friendly. Etika dalam pelayanan digital, tidak hanya melingkupi tata bahasa dengan pelanggan. Namun juga dalam berbagai bidang lain. Sebagai gambaran, 75% generasi milenial dan generasi Z tidak menyukai sambungan telephone yang menyita waktu. Dengan demikian, perusahaan yang mengembangkan, dan/atau mempertahankan pasar tersebut harus menyesuaikan etika komunikasi dengan pesan yang lebih singkat, padat dan jelas, agar dapat menghindari ketidak nyamanan atas komunikasi yang memakan waktu.

Informasi lainnya yg disampaikan oleh moderator / mc :

  • Untuk mematikan video dan microphone selama proses webinar dan menjaga protocol kesehatan.
  • Share event ke Instagram Feed, dan tag Instagram Siber Kreasi dan menggunakan hashtag #MakinCakapDigital #Siberkreasi #LitDigKal1132
  • Adanya hadiah menarik berupa pulsa atau paket data bagi 10 (sepuluh) penanya terbaik.

QnA

Penanya : 

Nama : Yohanes Dedek

No hp : 082158665942

email : yohanesdedek506@gmail.com

Ditujukan kepada : Yuliana Fondasoya

Pertanyaan :

Apa saja permasalahan dalam pengembangan koperasi dan UMKM?

 

Jawaban :

–          Narsum 1 :

Kalau UMKM kesulitannya adalah dalam memasarkan produknya sehingga dalam hal ini pemerintah membuat program berupa marketing digital untuk membantu para UMKM untuk bisa memasarkan pasarnya secara lebih luas. Sementara untuk koperasi di daerah sintang sudah berkembang karena koperasi di sini sangat didukung oleh pemerintah.

 

Penanya : 

Nama : Adhitya Teguh N

No HP : 081345444712

email : ituteguh@gmail.com

Kepada : Calvino Samudra

Pertanyaan :

  1. “Pembeli adalah Raja” , namun terkadang pembeli berlaku semena-mena seperti COD namun tidak mau bayar. Bagaimana menyikapi hal tersebut??
  2. Mana yang lebih penting, Pelayanan yang baik atau Produk yang baik?

 

Jawaban :

          Narsum 1 :

  1. Kita harus melakukan tindakan preventif sebelum melakukan transaksi. Kita buat  term & condition serta  SOP dalam melakukan transaksi sehingga kita tidak terjebak dalam kesalahan dalam melakukan transaksi.
  2. Keduanya saling melengkapi artinya ketika produk dan pelayanan kita baik maka peluang closing pada transaksi kita akan semakin besar.  Apabila salah satunya (produk/layanan) jelek maka customer akan cenderung merasa keberatan untuk membeli produk kita.

 

Penanya :

Nama : Aliksandra

No hp  : 081649636430

Email : aliksandra874@gmail.com

Kepada : Venny Adhita Octaviani

Pertanyaan : Bagaimana mengatasi pembelajaran online yang peserta didiknya kurang memahami materi atau apa yang di sampaikan oleh tenaga pendidik sehingga peserta didik dapat memahami yang di sampaikan tersebut dengan baik?

 

Jawaban :

          Narsum 1 :

  1. Harus banyak bertanya pada saat pembelajaran online sehingga materi yang kurang jelas dapat lebih dipahami.
  2. Harus mengerti bagian mana yang kurang dipahami dan langsung mengakses internet untuk mendapatkan informasi materi terkait yang kurang dipahami. Karena jaman sekarang informasi sudah lebih gampang diakses melalui internet.

 

 

Penanya :

Nama : Muntiani

No hp : 085754218369

Email : muntiani9@gmail.com

Kepada : Fifi Alfiana Rosyidah

Pertanyaan : Bagaimana kita mengenali, mewaspadai dan mengindari terlibatnya penipuan pada bisnis Money Games dengan skema Ponzi kak??

karena saat ini masih marak Money Games dengan skema Ponzi, untuk kaum milenial mungkin sudah lebih paham cara mainnya, tapi jika remaja, ibu” terlibat, rentan terbohongi kak..

terimakasih

 

Jawaban :

–          Narsum 1 : Narsum lost connection sehingga pertanyaan belum bisa terjawab oleh narsum


Bagikan updated
Kalimantan Barat Sintang