Press Release Cerdas dan Pintar dari Rumah dengan Literasi Digital 27 Juli 2021 – Sintang

Bagikan updated

Moderator : Shabrina Anwari

LO : Angel

Runner : Waridi & Dian

Narasumber :

Local :

  1. Kiki Kurniawan
  2. Yuliana Fondasoya

Nasional :

  1. Restu Triandy

KOL : Dilafisaa

 

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

 

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat (SEMUEL ABRIJANI PANGERAPAN B.SC,Direktur Jenderal Aplikasi Informatika)

  • Menciptakan masyarakat digital dimana kemampuan literasi digital menunjang peranan penting di dalamnya. yang dimana menjadi kemampuan dasar pada saat pandemi.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat (dr. H. Jarot Winarno, M.Med.Ph,Bupati Kabupaten Sintang)

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Talks 1: 

Panelist 1 : Kecakapan Digital : Positif, Kreatif, & Aman di Internet

(Restu Triandy  (Andy / rif ),Musisi, Vokalis Band / rif)

Moderator : Penyesuaian Band RIF ketika di masa Pandemi

Answer : Harus tetap kreatif dari rumah, salah satu nya melakukan rekaman beberapa lagu sendiri dirumah dengan menggunakan alat seminimal mungkin yang saya punya. kemudian saya masukan di platform platform musik digital dan sebagainya. kurang lebih sama dengan melakukan panggung virtual. dan di samping itu kita harus melakukan usaha lain diluar musik

Moderator: Positif, Kreatif, dan aman di dunia digital

Answer: Saya sendiri bisa memperluas wawasan pengetahuan dengan cepat, update berbagai berita, pertemanan semakin luas, dan membuat pekerjaan menjadi lebih mudah. dan bisa membuahkan karya dan memproduksinya di dunia digital, dan memperjual musik di dunia digital.

 

Talks 2: Etika Digital : Etika Dunia Internet : Jarimu, Harimaumu!

(Kiki Kurniawan M.Psi.,Psikolog Pendidikan)

  •     di era digital, komunikasi bisa terjalin kapanpun dan dimanapun. Internet memberikan peluang kepada manusia untuk saling terhubung “tanpa batas”. Keluarga, sahabat, rakan sejawat, atau orang tak dikenal sekalipun dapat terhubung dan berkomunikasi dengan media internet
  •     kehadiran media sosial membawa dampak perubahan cara berkomunikasi dari konvensional menjadi modern dan serba digital, Agar komunikasi dan postingan di internet memiliki dampak dan manfaat yang positif
  •     Dengan tetap berpegang pada etika komunikasi yang kuat, maka kendali diri niscaya akan bisa didapatkan. Kesadaran bahwa konten yang telah diunggah ke internet termasuk di media sosial, pada dasarnya telah menjadi milik umum. Sehingga kewaspadaan dan mawas diri sangat dibutuhkan ketika kita bertukar atau menyebarkan informasi. Dengan kata lain komunikasi di media sosial memang menjadi lebih luas dan leluasa, namun keleluasaan tersebut haruslah tetap terkendali, agar manfaat yang ada bisa dinikmati dengan lebih maksimal.

Talks 3: Keamanan Digital : Kenali Upaya Melindungi Anak di Ranah Daring

(Yuliana Fondasoya Lilistian,SE,M.Si,DOSEN FISIP UNIVERSITAS KAPUAS SINTANG)

  •     Batasan usia akses ke medsos adalah 13 tahun, tetapi medsos tidak memiliki sistem untuk mencegah pemalsuan usia.medsos menjadi tempat beriklan produk yang konten iklannya berbahaya untuk anak.Aktifitas menggunakan medsos menimbulkan kecanduan. anak-anak akan merasa gelisah jika dibatasi/dilarang menggunakan medsos.
  •     Ciri-Ciri anak kecanduan medsos: 1. anak mudah emosional dan jadi agak sensitif. 2. mulai mengeluh sakit kepala. 3. mudah berkeringat dingin saat berbicara dengan orang lain. 4. mudah mudah gugup karena anak sudah biasa mengasingkan diri karena terbiasa bermain gadget. 5. anak tidak suka kegiatan aktifitas motorik.

Solusi: para orang tua diminta untuk lebih peka terhadap anak mereka saat berada di luar. orang tua harus lebih dekat dan berkomunikasi dengan anak.

  •     setiap platform medsos memiliki kelebihan dan kekurangannya. pelajari dengan seksama. nama akun pastikan tidak terlalu banyak memberikan informasi. tulis hal yang baik, hindari tulisan yang dapat menyakiti dan mengancam pembaca. informasi yang sudah di tulis di medsos tidak dapat di hapus, orang selalu dapat melacak jejaknya.

Key Opinion Leader: Budaya Digital : Kiat Cegah Kecanduan Digital Pada Anak

(Dilafisaa,Influencer, Brand Ambassador D’SAVIOR)

  • Literasi digital Penting?: Ya, tentu sangat penting Literasi digital yang mencakup banyak aspek, dapat memberikan pengetahuan yang banyak serta manfaat yang kita butuhkan.
  • Seseorang yang kecanduan gawai berkaitan dengan internet atau game akan sulit mengendalikan keinginanya menggunakan gawai sampai mengganggu fungi sehari-hari.
  • Mencegah kecanduan digital pada anak: Orang Tua sebagai contoh yang baik. Membuat Jadwal. Sediakan permainan alternatif. Buat Peraturan Bersama. Biarkan anak belajar dari aktivitas sehari-hari. Batasi Akses Penggunaan internet

Informasi lainnya yg disampaikan oleh moderator / mc :

  • Untuk mematikan video dan microphone selama proses webinar dan menjaga protocol kesehatan.
  • Share event ke Instagram Feed, dan tag Instagram Siber Kreasi dan menggunakan hashtag #MakinCakapDigital #Siberkreasi #LitDigKal1228.
  • Adanya hadiah menarik berupa pulsa atau paket data bagi 10 (sepuluh) penanya terbaik.

 

QnA

 

Penanya :

Nama : Oktavianus Riky kaldo

email : leonandraricky@gmail.com

no.HP : 082253659044

Kepada : Andy /Rif

 

pertanyaan : bagaimana cara mengembangkan sebuah karya/musik dalam dunia digital pada masa padami seperti ini ?

Terimakasih

Jawaban :

–          Narsum 1 : Sekarang ini apabila kita punya karya berupa musik coba rekam dengan baik untuk kemudian diupload ke youtube, itune, ataupun spotify. Bisa jadi apabila ada yang tertarik dengan karya kita bisa jadi ada pihak lain akan menawarkan kerjasama. Berbeda dengan jaman dahulu yang harus recording di studio besar dahulu, nyari label, harus mampu menjual kaset sekian ribu untuk bisa menegmbangkan karya musik kita.

 

Penanya :

Nama : Siti Aulia

Email : sitiauliya876@gmail.com

No HP : 081250436927

Kepada : Kiki Kurniawan M.Psi

 

Pertanyaan : Di Indonesia kita dibebaskan untuk berpendapat. Bagaimana tanggapan kaka mengenai orang yang mengutarakan pendapatnya di media sosial namun ada orang yang menghujatnya karena tidak setuju dengan pendapat yang di utarakannya, padahal pendapatnya sudah dengan sopan.  Karena hal itu juga saya jadi takut untuk mengutarakan pendapat di media sosial

 

Jawaban :

–          Narsum 1 :  Di dalam undang-undang kita diatur bahwa semua orang punya hak untuk mengutarakan pendapat. Namun sebaiknya apa yang kita utarakan harus sesuai dengan basic ilmu dan kompetensi kita. Jadi ketika ada orang yang tidak sependapat dengan kita maka kita bisa memberikan penjelasan yang jelas dan memberikan edukasi yang baik. Namun apabila apa yang kita utarakan tidak sesuai dengan basic ilmu dan latar belakang yang kita miliki biasanya kita cenderung mengedepankan emosi ketika menjelaskan dan berujung debat.

 

Penanya :

Nama : Franciskus bata

No.HP: 081549243138

Email : franciskusstg12@gmail.com

Kepada : Dilafisaa

 

Pertanyaan : saya mau bertanya kak bagaimana dengan anak dibawah umur yang belum bisa berfikir logis dalam berkomentar jadi seperti ini bagaimana komentar yang terkena hak cipta sedangkan  masih dibawah umur ,apa ada hukum tertentu dengan anak dibawah umur atau diampuni tanpa syarat

 

Jawaban :

–          Narsum 1 :  Banyak anak-anak yang belum memiiki kontrol diri. Mereka berkata seenaknya sendiri dan sering berkomentar negatif di sosial media. Hal ini yang perlu diperhatikan oleh kedua orang tua. Kita perlu mengawasi anak-anak kita dalam bermain sosial media. Pemerintah pastinya juga memiliki kebijakan tersendiri apabila terdapat laporan pelanggaran UU ITE. Apabila yang terkena kasus adalah anak kecil atau anak dibawah umur biasanya nanti akan diselesikan secara kekeluargaan dan dilemparkan kembali kepada orang tua untuk kemudian diberikan bimbingan lebih lanjut.


Bagikan updated
Sintang