Press Release Cerdas Di Era Digital 18 September 2021 – Balikpapan

Bagikan updated

Moderator :  Rio Brama

LO : Brahma

Runner : Afnan & Apid

Narasumber :

Local :

  1. Siti Solehatun, S.Pd. (Guru Bahasa Inggris SMKN 1 Balikpapan)
  2. Rifqi Akbari S.H. (Amil YBM PLN UIP KALBAGTIM)

Nasional :

  1. Dr. Moh. Shofiyul Huda M.F. (Ketua NUcare)

KOL : Fannisa Liviandra (Social Media Specialist)

 

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat ( H. Rahmad Mas’ud, S.E., M.E. – Walikota Balikpapan)

  • Sesuai Arahan visi Presiden, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi telah menyusun sebuah Peta Jalan Literasi Digital Tahun 2021-2024 untuk meningkatkan partisipasi digital masyarakat, mendorong pengembangan ilmu pengetahuan masyarakat dibidang Teknologi dan Informatika Komputer dan Digital serta mendorong tingkat kecakapan transformasi digital dalam pemanfaatan teknologi baru.
  • Peta Jalan Literasi Digital dirumuskan dalam empat kerangka dalam menyusun Kurikulum Literasi Digital yaitu : Digital Skills, Digital Ethics, Digital Safety dan DIgital Culture.
  • Untuk mencapai Target Masyarakat yang cakap digital diadakan acara secara serentak selama 7 bulan pada tahun ini yang dimulai di bulan Mei dengan dilakukannya Kick Off atau Pembukaan oleh Bapak Presiden serta Menteri Komunikasi dan Informatika demi tercapainya pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat komunikasi atau jaringan dalam menemukan alat komunikasi atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, memanfaatkan secara sehat bijak, cerdas, cermat, tepat dan patuh hukum dalam membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dapat menanggulangi penggunaan Teknologi Digital oleh seluruh lapisan masyarakat secara tidak baik

 

Talks 1 : Kecakapan Digital : Pemanfaatan Internet untuk menyebarkan Konten Positif bagi Pemuka Agama

(Dr. Moh. Shofiyul Huda M.F)

  • Indonesia masih punya pekerjaan rumah dalam meningkatkan kecakapan digital masyarakatnya secara merata. Sejumlah rekomendasi inisiasi dan inovasi pun perlu dilahirkan guna mendonkrak naik hal ini. Salah satu yang dinilai urgent untuk didorong peningkatannya adalah kemampuan berfikir kritis tentang media dan data.
  • kita tentu tidak mengharapkan bahwa gawai yang dimiliki justru menjadi alat untuk melakukan kejahatan atau mendatangkan bahaya untuk diri sendiri. Oleh karena itu, Kecakapan Digital sebagai bagian dari literasi digital perlu diasah secara terus-menerus.
  • Pengetahuan dasar mengenai lanskap digital–internet dan dunia maya.
  • Pengetahuan dasar mengenai mesin pencarian informasi, cara penggunaan, dan pemilihan data.
  • Pengetahuan dasar mengenai aplikasi percakapan dan media sosial.
  • Pengetahuan dasar mengenai aplikasi dompet digital, lokasi pasar (market place), dan transaksi digital.

 

Talks 2 : Budaya Digital : Literasi Digital bagi Pendidik dan Anak Didik

(Siti Solehatun, S.Pd)

  • Literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan menggunakan media digital, alat komunikasi dan jaringan. Tujuan menggunakan literasi digital ialah memberikan edukasi pendidikan digital yang positif kepada siswa.
  • Manfaat literasi digital untuk menambah wawasan, berfikir kritis, meningkatkan kemampuan verbal, serta meningkatkann fokus dana konsentrasi.
  • Wabah covid ini dapat kita ambil dari sisi positifnya yaitu terjadinya proses pembiasaan bagi peserta didik dalam melek digital yang dilaksanakan oleh para pendidik dan orang tua sehingga menghasilkan generasi yang memiliki literasi digital yang baik.

 

Talks 3 : Key Opinion Leader Keamanan Digital : How to Deal with Cyberbullying

(Fannisa Liviandra)

  • Cyberbullying bisa terlihat seperti ini menyebarkan gambar atau informasi negatif yang tidak benar tentang seseorang, mengirimkan pesan ancaman dengan maksud asli maupun palsu, menyebarkan gambar atau informasi personal seseorang untuk menghina orang lain, dan menyebarkan gambar atau informasi untuk membuat orang lain malu
  • Apa yang dirasakan secara mental stress, depresi, malu, marah, secara emosional tidak bahagia dan trauma, dan secara fisik sulit tidur, gelisah dan cemas, sakit kepala
  • How to stop it dengan memposisikan diri sebagai penerima pesanmu, dan serig saring sebelum sharing
  • How to deal with it, menyadari bahwa kita tidak bisa mengontrol orang lain, memanfaatkan tools platform untuk menyaring informasi.

 

Talks 4 : Etika Digital : Sopan dan Beradab di Media Sosial

(Rifqi Akbari S.H)

  • Dasar kita harus beradap dalam menggunakan media sosial karena hal itu sudah diatur dalam KUHP, Kitab suci setiap agama yang pasti mengajarkan umatnya untuk berbuat kebaikan, dan Pancasila Sila Ke2 Kemanusiaan Yang adil dan beradab, dan adanya UU ITE
  • Mengapa netizen kurang bijak dalam bermedia sosial karena menganggap media sosial ranah privat bukan ranah publik, kurang waspada rekam jejak digital, kurangnya sadar setiap postingan akan memiliki pertanggungjawaban
  • Akibat etika bermedia sosial yang kurang bijak adalah caci maki pengantin gay thailand, serbu akun BWF, Salah serang akun komedian, Kasus Dewa Kipas, Seleb tiktok Filipina di Bully karena terlalu cantik dan serbu akun Microsoft yang membuat Indonesia menjadi Netizen Indonesia paling tidak sopan se Asia Tenggara

 

Informasi lainnya yg disampaikan oleh Moderator:

  • Tata tertib berlangsungnya webinar
  • Cara peserta memenangkan gimmick dan absen+posttest
  • Kesimpulan materi dari setiap narasumber

 

Question And Answer

Penanya :  Riza Nafi

Karena banyaknya informasi yang tersebar di medsos. Bagaimana caranya memfilter apakah informasi tersebut hoax ?

Jawaban :

  • Talks 1 : ketika kita ada di medsos mindset harus dijaga. Sebaiknya ketika apa yang di lakukan di medsos harus sama dengan di media nyata. Jadi harus hati-hati dan bijak dalam dunia medsos. Kita juga harus memperhatikan kalo apapun yang kita lakukan pasti dicatat atau akan ada jejak digitalnya. Jangan mudah heran ketika mendapatkan sesuatu. Harus di kroscek apakah apa yang kita terima itu benar atau hanya hoax

Penanya :  Albar

Bagaimana cara meningkatkan motivasi belajar di saat daring ini ?

Jawaban :

  • Talks 2 : harus termotivasi dulu ya, memotivasi diri sendiri ya untuk belajar. Karena apapun yang dilakukan atau dibilang dari guru atau orang tua kalo dari diri kita aja tidak ada kemauan dan motivasi untuk belajar. Jadi semuanya dari kita sendiri yang tau resikonya apa kalo tidak mengerjakan ini. Bisa belajar dengan berkreasi dan mengkombinkan

 

Penanya :  Aditya Hamka

Bagaimana jika kita menjadi korban bullying dan down. Bagaimana agar mood bisa up lagi ?

Jawaban :

  • Talks 3 : Cari orang yang dipercaya entah orang tua atau teman dekat untuk berkeluh kesah. Lebih baik lagi kalo dapet bantuan dari profesional. Harus merubah mindset dan dibantu psikolognya untuk mengelola emosinya di salurkan energinya secara tepat.

 

Penanya : Adam

Bedanya kritik dan komentar toxic apa ya ?  dan gimana cara komentar yang positif ?

Jawaban :

  • Talks 4 : kalo toxic biasanya pake kata-kata kotor ya ini seakan tidak memberi kritik tapi memberi kata kasar. Kalo cara mengkritik yang baik tidak hanya guru tapi orang tua juga. Bisa misalnya membuat komunitas yang positif untuk melepas buta membaca. Memberikan solusi dan komentar. Jadi tidak menjudge seseorang tapi cara menyelesaikan masalah itu

 

Foto Bersama


Bagikan updated
Balikpapan