Press Release Hadapi Berita Hoax dengan Literasi di Era Pandemi 13 Agustus 2021 – Berau

Bagikan updated

Moderator : Reza Rahman

LO : Shanaz

Runner :

  1. Faisal Abidin
  2. Hentrizqa

Narasumber :

Local :

  1. Dr. Rahmawati, S.E., M.M. CPS
  2. Lani Herniawati, S.Hut., M.Pd

Nasional :

  1. Nania Yusuf

KOL :

Yesica Tiara Sari

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech oleh Direktur Jendral Aplikasi Informatika:

  • Kementrian Kominfo yang bekerja sama dengan Siber Kreasi akan terus berupaya meningkatkan Literasi Digital masyarakat lewat berbagai macam inisiatif kegiatan.
  • Mari kita ciptakan inovasi – inovasi yang baik, kita ciptakan masyarakat yang semakin paham digital di era digitalisasi ini, agar kita bisa melewati pandemi menjadi lebih baik dari masa sebelumnya.
  • Demikian sambutan yang bisa saya sampaikan, selamat mengikuti kegiatan ini, tetap semangat dan salam literasi digital.

 

Welcoming Speech Oleh Bupati (H. Sri Juniarsih Mas, M.Pd, Bupati Berau)

  • Berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.
  • Program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang terliterasi digital.
  • Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah Banjar melaksanakan rangkaian Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Desember tahun ini.

Talks 1: tema Keamanan Digital (Ada Apa Dengan Dunia Digital?)

(Dr. Rahmawati, S.E., M.M. CPS, Dosen Universitas Mulawarman & Ketua FMI KaltimTara)

  • Digital Safety (Keamanan Digital) adalah kemampuan individu dalam mengenali, mempolakan, menerapkan, menganalisis, dan meningkatkan kesadaran keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi media digital yaitu tempat bersosialisasi, membuka usaha bisnis, media promosi, update info terkini, saling membantu sesama, dan tempat menemukan ide kreatif.
  • Jejak digital merekam apa yang pernah kita lakukan di sosial media. Cara meminimalisir jejak digital kita harus hati-hati dalam mengunggah di sosial media. Yang wajib dilindungi di era digital yaitu jangan memamerkan data diri di sosial media, itu dapat membahayakan diri. Jangan melakukan WiFi gratisan untuk membuka mbangking karena bisa dibobol. Dan menyebabkan kebocoran data pengguna.
  • Ciri-ciri hoaks yaitu menggunakan judul yang spektakuler, terdapat kemiripan alamat website dengan media besar, berisi pesan yang membuat cemas atau panik para pembaca, dan memanipulasi.

 

Talks 2: tema Budaya Digital Kiat Cegah Kecanduan Digital pada Anak

(Lani Herniawati, S.Hut., M.Pd., Kepala SMPN 5 Tanjung Redeb)

  • Era digital merupakan segala aktivitas keseharian kita berhubungan dengan perangkat digital. Di era pandemi ada beberapa perubahan yaitu yang tadinya belajar disekolah sekarang belajar di rumah. Sisi positif dari belajar di rumah anak-anak lebih dekat dengan orang tua.
  • Dampak positif gadget yaitu merangsang kemampuan motorik, melatih kemampuan berfikir kritis dan kreatif, memudahkan komunikasi, pintar berbagi informasi, memberikan hiburan, dan akses informasi. Dampak negatif gadget yaitu kecanduan, ancaman konten negatif, ancaman kejahatan siber, gangguan pertumbuhan dan perkembangan, dan gangguan kesehatan. Dampak negatif muncul karena kurangnya pengawasan pada anak-anak.
  • Upaya pencegahan agar anak tidak kecanduan gadget yaitu sebagai orang tua adalah menjadi teladan, membuat jadwal kegiatan rutin, dampingi saat belajar, buat kesepakatan dengan anak, gunakan aplikasi android untuk mengontrol smartphone anak.

 

Panelist 1 : topik Kecakapan Digital: Upgrade Personal Branding di Dunia Digital

(Nania Yusuf, Indonesia Idol)

Moderator :

Pertanyaan 1: Apakah menurut kakak pengertian personal branding? Dan Bagaimana membangu personal Branding?

Pertanyaan 2: Apabila terjadi isu-isu yang membuat personal branding kita kurang baik, bagaimana kita memperbaiki personal branding kita?

 

Answer :

  • Narsum 1 : Personal branding adalah memarketing diri kita sendiri, kita mempunyai keunikan apa. Yaitu karakter yang menjadikan personal branding kita. Untuk membangun personal branding kita ada faktor-faktor, yang pertama adalah faktor kompetensi, kita berkompeten apa tidak. Yang kedua faktor segmentasi, misal kita segmen penyanyi apa dangdut/pop, kemudian faktor reputasi kita harus mempertahankan reputasi kita, jangan sampai jatuh, faktor keunikan, dan faktor eksistensi yaitu untuk memperbanyak followers.
  • Narsum 2 : kita jangan terpancing dengan berita-berita yang tidak benar/ kurang enak. Itu akan merugikan diri kita sendiri. Kita harus dewasa menyikapi seperti apa, janga gampang tersulut, dan tetap melakukan Personal branding kita tanpa merusak reputasi kita.

Key Opinion Leader Etika Digital Pentingnya pemahaman membedakan Informasi Hoax

(Yesica Tiara Sari, Beauty Reporter Volunteer & Influencer)

  • Jika membeli barang dari onlineshop yang ingin kalian beli kalian harus cek pengikut dari online shop tersebut. Digital error terdapat pola tersendiri. Sangat tidak disarankan jika pengikut dari online shop polanya tidak jelas. Karena dapat menjadi hoax.
  • Tips berita hoaks yaitu dengan cermati alamat situs, periksa fakta melalui siapa penulisnya, cek judul (hindari yang provokatif), cek keaslian foto maupun video apakah original (tidak di krop), dan bantu masyarakat untuk menghindari hoax.
  • Jika ada menyebarkan berita hoaks laporkan saja pada fitur yang diaplikasi, misalnya ada di tiktok, Instagram atau aplikasi lainnya. Jika banyak yang melaporkan pasti akan di proses oleh pihak aplikasi untuk menarik berita hoaks itu.

Informasi lainnya yg(tidak di disampaikan oleh moderator / mc :

  • Menyampaikan tata tertib acara
  • mengumumkan cara mendapatkan hadiah gimmick ke peserta
  • membacakan kesimpulan yang dipaparkan oleh para narasumber

QnA

Penanya : Gading bertando albiansyah

No HP: 082253071498

Email: gadingyen4@gmail.com

Narasumber: Nania Yusuf

Pertanyaan: Media digital kini sangat”Di prioritaskan Bagi”Siswa dan siswi. namun seiring berjalannya waktu Kini media”Digital di kembangkan dan di buat bisnis. Bagaimana Caranya Kita khususnya para pelajar ingin berbisnis online seperti tranding dan Mengembangkan kreativitas agar bisa terlihat nya dan di luaskan nya manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia?

Jawaban : Yang pasti harus punya marketnya dulu, harus jelas. Kalau misalkan mau bikin konten untuk jualan harus yang positif. Jangan memprovokasi dan jangan menyebarkan berita hoax. Misalkan produknya apa tiba-tiba yang datang apa. Jadi semua harus disertai dengan positif. Berikutnya harus ada keunikan seperti yang saya sampaikan tadi.

 

Penanya : Libert kurniawan

No HP: 085389362459

Email: kurniawanlibert@gmail.com

Narasumber: Dr. Rahmawati, S.E., M.M. CPS

Pertanyaan: bagaimana jika kita sudah di jebak karena kebocoran data kesalahan kita dan apa yg harus kita lakukan jika kita sudah terjebak (hack) apakah melapor ke polisi?

Jawaban : Kalau kebocoran data, kita tidak sadar takutnya dihack. Kalau WhatsApp atau sosial media kita umumkan di sosial media bahwa ini bukan punya saya. Secara keseluruhan di e-commerce biasa minta mengumumkan akan berhadiah kemudian kita disuruh bantu share lagi. Itu adalah tanda-tanda tidak benar. Jadi kita diamkan saja atau kita block. Jangan kita sebar lagi karena pada saat kita menyebar nanti itu data kita bisa direkam oleh si hacker. Kalau misalnya ada kejadian penipuan, kita bisa lapor ke banknya lalu kita screenshot lalu kalau misal sampai jutaan kita bisa lapor ke polisi setempat ada yang namanya Cyber Crime. Saya ada juga kasih bisa ke kominfo itu ada namanya trustpositif.kominfo.go.id. Jadi kita harus hati-hati, kalau ini https-nanti biasanya kalau Indonesia ada yang pakai ID belakangnya, kalau ada Bank kita lihat atau searching apakah benar atau tidak alamatnya

 

Penanya : Wahyu noor azhari

No HP: 085752646139

Email: norazhariw@gmail.com

Narasumber: Yesica Tiara Sari

Pertanyaan: Untuk memilah berita hoax  salah satunya  adalah dengan membaca berita dan menganalisis berita tersebut. untuk itu bagaimana cara meningkatkan mutu baca masyarakat dimasa sekarang ini sehingga kita bisa dapat mengetahui kebenaran berita tersbut, karena kita ketahu Bersama bahwa masyarakat sekarang ini sangat minim untuk memfiter berita yang masuk tanpa mecari tahu lebih dalam untuk memastikan kebenaran dan fakta sebenarnya dari berita yang tersebar.bahkan berani menshere berita yang iapun belum telalu dalam memahami berita tersebut?

Jawaban : Bagaimana caranya supaya literasi digital ini bisa membuat orang-orang juga selalu membaca dan tahu efek negatif yang mungkin terjadi jika kita tidak membaca. Jadi kita tidak tahu kita hanya lihat video tapi tidak tahu apa-apa argumen orang lain sedangkan apa yang dikatakan oleh orang lain adalah mungkin benar, itu nanti kita pikirkan dulu efek negatif yang mungkin terjadi, jadi itu bisa memacu diri kita agar lebih suka membaca. Yang kedua misalnya kita suka dengan selebgram dan dia sering sering kali di Insta story-nya posting tulisan-tulisan atau berita apapun yang bertulisan jadi kita suka membaca karena kita menyukai yang kita idolakan

 

 

Penanya :  Yuyun

No HP: 085327329914

Email:  yuyunarmayu6@gmail.com

Narasumber: Lani Hernawati

Pertanyaan: Bagaimana mensosialisasikan literasi digital ini khususnya untuk orang tua yang baru mengenal dunia internet dan untuk anak anak agar tidak kecanduan dengan hal hal yang negatif, sehingga dunia digital ini lebih berdampak kepositifnya?

Jawaban : Bagaimana cara untuk orang tua yang belum begitu paham. Tentunya edukasi. Edukasi itu bisa saja dilakukan tidak hanya resmi, seperti di webinar pada kelompok-kelompok pengajian atau kelompok kelompok ibu-ibu di masyarakat itu bisa kita selipkan bagaimana memahamkan orang tua tentang yang terpenting adalah edukasi tentang dampak positif dan negatif dari penggunaan gadget sendiri, karena ketika kita sudah memahami dan memiliki pengetahuan tentang itu maka akan tumbuh dari dalam diri kita adalah proteksi untuk anak-anak sehingga anak-anak itu terlindungi dari dampak-dampak negatif dari gadget. Itu kalau untuk orang tua. Bagaimana bagi orang tua yang bekerja? karena memang ini Dilema ketika anak-anak tadi harus belajar di jam kerja anak-anak, tentu tidak ada proses pendampingan maka alternatifnya adalah kita menggunakan beberapa aplikasi yang bisa didownload sebenarnya di Playstore ada Grand Family link, kemudian ada parental control kemudian kids mode dan lain sebagainya. Itu juga bisa digunakan oleh orang tua yang bekerja sehingga kita bisa mengatur durasi waktunya. Jadi anak-anak ketika durasinya sudah habis ya sudah mati sendiri sehingga tidak bisa lagi akses konten-konten yang tidak kita izinkan.


Bagikan updated
Berau