PRESS RELEASE HADAPI ERA DIGITALISASI DENGAN LITERASI YANG TEPAT 13 Juli 2021 – Tarakan

Bagikan updated

Moderator : Amal Bastian

LO : Junior

Narasumber :

Local :

  1. Sasando Dewi
  2. Chusnul Fatanah

Nasional :

  1. Ratyuhono Linggar

KOL : Adibah Rachman

 

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat ( Nama, Jabatan)

  • Berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.
  • Program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang terliterasi digital.
  • Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah Tarakan

 

Talks 1: Digital Skill : Trend Usaha di Dunia Digital

(Ratyuhono Linggar P)

  • Dunia digital adalah tempat orang menghabiskan waktu sehari-hari, banyak gaya hidup dan perkjaaan digital, WFH, Online meeting dll, pekerjaan digital adalah pekrjaan tanpa kontak dan menggunakan internet , seperti penjualan dan pembelian onlone. bahkan pendidikan
  • Game juga sekarang bergeser jadi pekerjaan, , terdapat strategy, content, chanel, aplikasi. Aplikasi digital ada marketplace, fintech untuk pendanaan, edutech dan jasa layanan
  • apa yang harus dimulai,? platform , dan konten yag berkualitas. Softskill dalam sosmed : manajemen waktu, public spekaing, adaptif, kecerdasan emosional, orientasi pelayanan, kreatif original dan inisiatif

 

Talks 2: Digital Safety : menganalisis kasus cyberbullying dan cara menghentikannya

(Sasando Dewi Soeksin, S.E., M.S.A)

  • Facebook dan Indtagram sanagt banyak yang mengalami cyber bullying pada tahun 2017.
  • Anak 8-12th mengalami cyberbullying, seperti kata-2 yang menusuk hati. paling parah menjurus kepada hal seksual.
  • jenis cyberbullying, harrasment, exclusio, stalking
  • Faktor cyberbullying, 1. Faktor Individu 2. Pengalaman Kekerasan 3. Faktor Teman 4. Harga Diri dan Pengendalian Diri 5. Kontrol Psikologi 7. Faktor Keluarga

 

Talks 3 : Digital culture : Penggunaan bahasa yang baik dan benar di media sosial

(Chusnul Fatanah S.E., M.E)

  • bahasa merupakan fenomena sosial dan sebagai komunikasi utama masyarakat indonesia
  • perkemabngan teknologi sanagat cepat dan turut andil dalam perkembangan indonesia
  • bagaimana menyikapi bahasa prokem atau istilah-istilah baruyang terus bermunculan pada dunia digital

 

Key Opinion Leader : Digital Ethics : digital ethics Issue & Technology use

(Adibah Rachman)

  • Kewajiban moral dalam penggunaan dunia digital
  • Menghargai karya orang lain
  • Terdapat hak kekayaan intelektual yang harus dilindungi oleh hukum dan etik khususnya dunia digital

Informasi lainnya yg disampaikan oleh moderator / mc :

  • Menyampaikan tata tertib acara
  • mengumumkan cara mendapatkan hadiah gimmick ke peserta
  • membacakan kesimpulan yang dipaparkan oleh para narasumber

QnA

Penanya :  Fitri Wulandari

No.HP : 085246362232

Email : fitripit.0712@gmail.com

Kepada: Ratyuhono Linggar P.

Pertanyaan:

  1. Sedikit mengutip mengenai penjelasan tentang Blogger/copywriter yang kegunaannya memudahkan penggunanya untuk bisa menuangkan tulisan baik berupa cerita, quotes, berita Indonesia dan lain-lain. Namun dibalik hal itu, dijaman sekarang ini banyak orang yang menggunakan itu dengan menyebarkan berita hoax, apalagi seperti yang kita tau, masyarakat Indonesia saat ini sangat minim sekali tentang edukasi dalam menyerap dan memahami berita anti hoax. jadi pertanyaannya, menurut bang Ratyuhono apakah Indonesia akan maju hanya dengan memanfaatkan era digital ini.
  2. Bagaimana cara masyarakat menyesuaikan dirinya dengan perkembangan literasi digital khususnya di Indonesia, karena seperti yang kita ketahui setiap tahun dunia digital akan berkembang lebih modern dari tahun-tahun sebelumnya?

Jawaban :

  1. Apabila kita memanfaatkan era digital, akan membawa banyak dampak positif. Namun semuanya kembali bergantung pada penggunanya lagi. Terutama untuk anak kecil karena butuh bimbingan dari tenaga pendidik dan orang tuanya. Contoh manfaat yang signifikan di era digital, sebagai user kita bisa belajar tanpa batas karena adanya referensi yang luas dan gratis sehingga bisa mengakselerasi kompetensi kita dan daya saing yang baik. Point lainnya adalah kolaborasi tenaga pendidik menjadi tanpa batas melalui webinar yang dapat menyentuh seluruh wilayah Indonesia. Berikutnya lagi adalah market place yang membuka peluang bagi UMKM untuk dapat berjualan tanpa batas, hingga internasional.
  2. Cara masyarakat memyesuaikan dirinya dengan perkembangan literasi digital bergantung dari berbagai pihak, yaitu infrastrukturnya harus bagus, pemerataan ekonomi agar kita bisa memanfaatkan berbagai macam teknologi. Yang berikutnya adalah pendidikan. Kita dapat memulai dari bagian yang bisa kita kendalikan dengan cara membuat konten yang mendidik dan bermanfaat bagi kecerdasan bangsa. Selain itu kita bisa melakukannya dengan cara tidak membuat berita hoax dari data yang tidak valid.

 

Penanya :  Dessy Faruja

No hp : 082256481767

Email : dessfaruja@gmail.com

Kepada: Sasando Dewi Soeksin, S.E., M.S.A.

Pertanyaan: Bagaimana cara kita membedakan lelucon, candaan dan Cyberbullying? Karena Terkadang pada masa sekarang banyak sekali orang-orang melakukan hal yang menyakiti hati orang lain dibalik kata hanya bercanda.

Jawaban : Sekarang memang banyak orang-orang yang bersembunyi di balik kata “itu hanya bercanda” atau “jangan baper dong”. Jika seseorang mengajak kita bercanda dan kita tertawa, maka hal tersebut dapat dikatakan candaan atau lelucon. Tetapi, jika dia mengajak seseorang bercanda namun tidak semua orang tertawa atau merespon maka dapat dikatakan “bullying”.

 

Penanya :  Rendy Novianti

No hp : 083182274932

Email :RendyNovianti@outlook.com

Kepada: Adibah Rachman

Pertanyaan: Bagaimana mana agar kita selalu positif dalam bersosmed, kadang kali kita secara tidak sadar melakukan yang melanggar etika bersosmed?

Jawaban : Lebih berinovasi dalam membuat konten yang dapat menyenangkan orang lain sehingga kita merasa senang dalam mengerjakannya. Untuk etika, jangan sampai kita memberikan komen yang buruk dan memberikan kesan yang baik.

 

Penanya :  Yosafat Wardani

No hp : 083182457617

Email: yosafatwardani@outlook.com

Kepada: Chusnul Fatanah, S.E., M.E.

Pertanyaan: Bagaimana cara mudah kita mengetahui bahasa-bahasa baru dalam sosmed?

Jawaban : Saya selalu berusaha melihat trend di Google atau Twitter untuk mengikuti perkembangan terbaru di dunia anak-anak remaja agar tidak terpancing emosi dengan istilah yang baru.


Bagikan updated
Kalimantan Utara Tarakan