Press Release Indonesia Paham Etika di Sosial Media 09 September 2021 – Kutai Kartanegara

Bagikan updated

Moderator : Ovi Darin

LO :  Shahnaz

Runner : Emil & Farizan

Narasumber :

Local :

  1. Bayu Prasetyo, S.H., M.H.​​​ (Dosen FH UMKT & Advokat)
  2. Novian Andri Sukartono, M.Pd (Wakil Kepsek SMA Islam Terpadu Nurul Ilmi Tenggarong)

Nasional :

  1. Waluyohadi, M.Ds (Dosen dan kepala Prodes Despro ITS Surabaya)

KOL :

Muhammad Ari (2nd Runner Up Mister Global Indonesia 2020)

 

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika:

 

  • Kementerian Kominfo yang bekerja sama dengan Siberkreasi akan terus berupaya meningkatkan Literasi Digital masyarakat lewat berbagai macam inisiatif kegiatan.
  • Mari kita ciptakan inovasi – inovasi yang baik, kita ciptakan masyarakat yang semakin paham digital di era digitalisasi ini, agar kita bisa melewati pandemi menjadi lebih baik dari masa sebelumnya.
  • Demikian sambutan yang bisa saya sampaikan, selamat mengikuti kegiatan ini, tetap semangat dan salam literasi digital.

 

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat ( Drs. Edi Damansyah, M.Si

Bupati Kutai Kartanegara )

  • Berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.
  • Program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang terliterasi digital.
  • Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah Banjar melaksanakan rangkaian Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Desember tahun ini.

 

Talks 1 :

Etika Digital :Paymen system

( Waluyohadi, M.Ds )

Dosen dan kepala Prodes Despro ITS Surabaya

  • Bisa minta nomer rekening : Saat chat customer menyingkat nomer rekening menjadi norek, Cara menuliskan no rekening : Bank_Norek_Atas nama. Misalnya, BNI 08238372389 a.n. Fulan Bila transfer antar bank masing masing bank memiliki kode sendiri, misalnya : BCA diawali dengan 014, Mandiri diawali dengan 007,dsb.Transfer bisa melalui : ATM, internet banking (komputer), mobile banking (HP)
  • Customer menanyakan ini untuk menghindari biaya admin, Beri beberapa pilihan nomer rekening (lebih dari satu) Customer akan memilih yang sama / sesuai dengan rekening banknya.
  • Sebelum transfer admin harus menginformasikan,agar dia share bukti transfernya Bukti transfer bisa berupa screen shot transaksi online atau resi / struk atm
  • COD singkatan Cash on Delivery Artinya dibayar ditempat atau dibayar barang sudah diterima Bisa dibayar lewat kurir, janjian ketemuan langsung disuatu tempat, atau  customer datang ke kantor Fitur COD juga bisa digunakan saat transaksi menggunakan Shopee, Lazada, Sicepat, Jxpress, dsb. Fitur ini bisa berubah sewaktu-waktu, jadi admin harus update info
  • Customer konfirmasi bahwa dia sudah transfer Tahap selanjutnya admin harus mengecek ke history transaksi di rekening atau konfirmasi ke bagian keuangan Kemudian konfirmasi ke customer transferan sudah masuk atau belum

Talks 2 :

Keamanan Digital: Kenali Upaya Melindungi Anak di Ranah Daring

( Bayu Prasetyo, S.H., M.H.​​​ )

Dosen FH UMKT & Advokat

  • Sekitar 87% anak-anak di Indonesia sudah dikenalkan media sosial sebelum menginjak usia 13 tahun. Sebanyak 92% anak-anak dari rumah tangga berpenghasilan rendah mengenal media sosial lebih dini.
  • 6 Tantangan Yang Dihadapi Orang Tua dalam Era Digital : Kemudahan akses internet. Bebas koneksi tanpa aturan. Anak lebih pintar dari orangtuanya. Dunia user-generated content. Anak ingin bebas. Belum paham resiko.
  • Resiko anak pada dunia internet : anak sebagai penerima, anak sebagai partisipan, anak sebagai korban
  • 5 langkah kunci melindungi anak : Hak anak. Lingkungan online sesuai usia anak. Peran Pemerintah. Peran Orang Tua dan Guru.

 

Talks 3 :  Key Opinion Leader

Kecakapan digital : Positif, Kreatif, dan aman di Internet

( Muhammad Ari )

2nd Runner Up Mister Global Indonesia 2020

  • Consequences of digital technology : Masa depan global kita berkembang melalui komunikasi, kolaborasi, dan inovasi. Keahlian digital : aplikasi komunikasi, jaringan, informasi, perangkat digital
  • Tingkat pemula : Keterampilan fungsional dasar yang diperlukan untuk menggunakan perangkat digital dan aplikasi online. Tingkat ahli : Menggunakan teknologi digital dalam pemberdayaan dan cara-cara transformatif seperti profesi di bidang TIK, transformasi digital utama seperti Artificial Intelligence (AI).
  • Digital skill mater : cybersecurity, digital project management, ilmu data dan analisis, data marketing, digital kolaborasi dan komunikasi, pengaturan digital
  • Lindungi reputasi online, Gunakan layanan pengelola jejak digital, dan ‘berpikir sebelum memposting‘. Tahu dari mana mencari bantuan, Jika terjadi sesuatu yang mengesalkan, beri tahu seseorang. Hormati hukum, Gunakan layanan andal dan cara mengakses konten internet secara legal. Akui sumber anda, Gunakan konten terpercaya dan berikan feedback karya orang lain.

 

Talks 4 : 

Budaya Digital : Menjaga dan Mendidik Anak di Era Digital

( Novian Andri Sukartono, M.Pd )

Wakil Kepsek SMA Islam Terpadu Nurul Ilmi Tenggarong

  • Banyak orangtua tidak dapat menjaga keamanan digital anak. Terjadi karena adanya pandemic.
  • Fenomena saat ini : pandemic sehingga menjadi anak belajar dari rumah dan membuat anak menjadi intes dalam menggunakan gadget yang membuat perilaku social emosional
  • Orangtua merasa tidak aman ketika anak bersekolah online, anak menjadi intes menggunakan gadget
  • Apa yang harus dilakukan saat ini : pastikan apakah anak memiliki gadget sendiri, lindungi identitas anak, melihatkan konten yang sesuai dengan usianya, komunikasi yang efektif
  • Tujuan komunikasi: menyampaikan informasi, menanamkan nilai positif, mendekatkan hbungan orangtua dan anak untuk memahami pikiran dan perasaan.
  • Komunikasi akan lebih efektif apabila penyampaian pesan dapat dipahami oleh penerima pesan dengan nyaman.
  • Membangun komunikasi efektif dengan anak : mendapatkan perhatian anak sebelum berbicara, berbicara dengan jelas agara anak mengerti, gunakan bahsa/ kata-kata yang positif tidak negative, gunakan kata-kata dan tindakan yang positif untuk mendukung anak

Informasi lainnya yg disampaikan oleh Moderator:

  • Tata tertib berlangsungnya webinar
  • Cara peserta memenangkan gimmick dan absen+posttest
  • Kesimpulan materi dari setiap narasumber

 

Question And Answer

Penanya :

NAMA : Rosmayani Noor

NARASUMBER :Waluyo Hadi

PERTANYAAN : bagaimana cara nya agar dalam penggunaan transaksi online kita bisa terhindar dari para cybercrime pak?dan bahayakah jika kita menggunakan transaksi online tersebut dgn menggunakan WiFi gratis pak?

Jawaban :

Jadi memang wifi itu jaringan terbuka, jadi sangat berbahaya. Jadi jangan sampai kita melakukan transaksi pada fasilitas publik. Hacker itu bisa menggunakan wifi palsu, kita main youtube dan lupa melakukan transaksi, itu sangat berbahaya. Lebih baik kita menghindari dari awal.

Penanya :

NAMA :Rafifah Aqila Wafa Kaulika

NARASUMBER : Pak Bayu Prasetyo

PERTANYAAN : bagaimana cara kita dalam memilah berita berita hoax apalagi terhadap anak anak yg kurang paham ttg berita hoax? dan bagaimana cara meningkatkan mutu baca masyarakat terutama anak anak? sekian terima kasih

Jawaban :

Untuk menghadapi hoax sendiri jangan mudah kita terprovokasi judul berita, kemudian kita harus menyikapi dengan kritis. Cek dulu valid tidaknya, lalu sumber penulis dan utamakan logika, lalu waspada dengan pesan berantai. Jadi jangan mendapat informasi langsung ditelan mentah – mentah, filter terlebih dahulu. Dan kalian bisa lapor pada aduan.id untuk berita – berita hoax.

Penanya :

NAMA : Muhammad Andre Putra Pratama

NARASUMBER : Muhammad Ari

PERTANYAAN : Ketika kita ingin membuat konten dan berkembang serta berkreasi di media sosial. Bagaimana cara kita agar bisa memanfaatkan Algoritma masing-masing Media sosial agar bisa mencapai banyak target audience yang cocok dengan konten kita? Dan bagaimana cara menyesuaikan marketing yang ingin kita gunakan agar cocok dengan jenis audience yang unik?

Jawaban :

Untuk padam dengan algoritma sosial media, kita bisa lihat pada insight pada sosial media kita mana yang viewnya banyak. Dan konten kita harus sesuai dengan diri kita, dan kembali lagi pada algoritma dan kalian rasa banyak view kita bisa tau mana yang diminati follower kita.

Penanya :

NAMA : Bagus Sabekti

NARASUMBER : Novian Andri

PERTANYAAN : Peran orang tua dalam literasi digital, bagaimana cara yang tepat bagi orang tua untuk membimbing anak yang sedang belajar dalam penggunaan teknologi? Sedangkan peran orang tua tidak selalu mengawasi aktivitas anak, apalagi adanya Ancaman Digital!

Jawaban :

Pertama jangan jadikan sibuk menjadi alasan untuk pendidikan anak, karena dalam mendidik anak kita tidak ada toleransi karena anak ini investasi akhirat dan dunia dimana kita harus merawat dengan maksimal. Yang pertama orang tua harus jadi teladan, jika tidak bisa pun kita bisa mencari bantuan pihak ke 3 yaitu pengasuh, namun jangan sembarang memilih pengasuh. Lalu lembaga pendidikan yang memberi pelayanan khusus agar anak tidak terpapar gadget dan lembaga pendidikan harus dipilih orang tua agar orang tua tenang saat meninggalkan saat bekerja.

 


Bagikan updated
Kutai Kertanegara