Press Release Jaga Diri di Ruang Digital dengan Literasi 31 Juli 2021 – Kapuas Hulu

Bagikan updated

Moderator : Oyya Sibuea

LO : Angel

Runner : Waridi dan Dian

Narasumber :

Local :

  1. Rezka Yulianty Ananda
  2. Grandika Pramadani
  3. Fajar Bahari

 

 

 

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

 

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat

  • Berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.
  •  Program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang terliterasi digital.
  • Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah Barito Selatan melaksanakan rangkaian Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Desember tahun ini.

 

Talks 1: Budaya Digital  : Peran Literasi Digital Untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Lebih Produktif.

(Grandika Primadani,Oil and Gas Professional)

  • Pengetahuan dan kemampuan untuk menggunakan teknologi digital, alat – alat komunikasi, atau jaringan dalam prosed menemukan, mengevaluasi, menggunakan, dan membuat informasi, serta memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat dan patuh hukum. Individu memiliki seperangkat pengetahuan yang memungkinkan penggunaan dasar media. Terdapat penggunaan media yang terbatas. Pengguna mengetahui fungsi dasarnya, menggunakannnya untuk tujuan spesifisk dan untuk menentukan alat.Berdasarkan riset, cenderung lebih mengarah kepada literasi media, literasi teknologi informasi dan komunikasi, dan literasi informasi. Sejauh ini belum terlihat kepada gerakan yang mengarah kepada keterampilan belajar, keilmuan digital, manajemen dan karir dan identitas, dan komunikasi dan kolaborasi.
  •  Pola pikir digital bukan hanya kemampuan untuk menggunakan teknologi, namun merupakan sikap dan perilaku yang berorientasi pada pemanfaatan teknologi digital dalam melakukan berbagai aktivitas. Membangun otoritas pada bidang tertentu yang bernilai tinggi dalam personal branding, kemudian secara aktif menyajikan topik tertentu bagi netizen / target bisnis.
  • Produktif di media digital merupakan bentuk pengembangan diri (self-development) yang tak ternilai valutasinya.

 

Talks 2: Etika Digital : Etika Dunia Internet : Jarimu, Harimaumu

(Rezka Yulianty Ananda, S.Pd.,Penulis)

  •     Cyber Ethics adalah etika yang diterapkan  dalam penggunaan teknologi internet. Lawan dari Cyber Ethics adalah Cyber Crime  yang berarti tindak kejahatan melalui penggunaan teknologi internet. Sebagaimana di dunia nyata,  manusia harus mempunyai etika. Demikian pula di dunia maya yakni internet. Manusia yang berkarakter positif tentu akan menunjukkan perilaku yang sesuai etika dan sopan santun dalam menggunakan teknologi internet secara baik.
  •     Selain itu ada Netiket yang diterapkan oleh IETF (The Internet Engineering Task Force). IETF merupakan sebuah komunitas masyarakat yang terdiri dari para perancang jaringan, operator, penjual dan peneliti yang berhubungan dengan evolusi arsitektur dan pengoperasian internet di skala internasional.Saat di internet, kita adalah manusia seperti di dunia nyata.Saat di internet, ikuti aturan sebagaimana kehidupan sehari-hari.
  •   Bacalah dengan teliti dan memahami bacaan yang kalian baca. Berhati-hatilah dengan kata-kata yang akan ditulis ataupun diucapkan. Dilarang mengirim sebuah artikel atau teks berbau pemalsuan, sara, pornografi, ataupun sejenisnya. Saat anda tidak setuju dengan seseorang hingga berujung menjadi perselisihan di sebuah forum, lebih baik diselesaikan secara pribadi.

Talks 3: Keamanan Digital : Hati-Hati Dalam Menyebar Data Pribadimu !

(Fajar Bahari, S.Pd.,Literasi dan Guru)

  •     Pengertian Data Pribadi, Tertera di dalam BAB I draft RUU PDP (Perlindungan Data Pribadi) termuat pengertian data pribadi adalah setiap data tentang kehidupan seseorang baik yang teridentifikasi dan/atau dapat diidentifikasi secara tersendiri atau dikombinasi dengan informasi lainnya baik secara langsung maupun tidak langsung melalui sistem elektronik dan/atau nonelektronik.Seperti nama lengkap, jenis kelamin, kewarganegaraan, agama, dan/atau data pribadi yang dikombinasikan untuk mengidentifikasi seseorang. Meliputi data dan informasi kesehatan, data biometrik, data genetika, kehidupan/orientasi seksual, pandangan politik, catatan kejahatan, data anak, data keuangan pribadi, dan/atau data lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  •     Cyber crime atau kejahatan siber dapat diartikan sebagai sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan memakai komputer sebagai sarana atau alat, baik untuk memperoleh keuntungan ataupun tidak, dengan merugikan pihak lain.
  •     Skimming dan phising, Penyalinan data dan informasi E-Money dan penipuan. Pinjaman online, Intimidasi tidak dikenal oleh kolektor. Pelecehan Seksual Siber, Mengalami intimidasi dalam hal pelecehan seksual dengan media digital pribadi. Aksi Pembunuhan Berencana, Data pribadi berpotensi digunakan untuk mengintai keberadaan dengan ancaman berbahaya.

Key Opinion Leader: Kecakapan Digital : Kreatif & Produktif Dari Rumah di Masa Pandemi

(Soraya Ghyna, S.Ikom,Singer & Song Writer)

  • “Sebagai negara dengan jumlah pengguna internet terbesar keempat di dunia, penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 202 juta orang atau 73 persen dari total 274 juta penduduk pada tahun 2020. ” Pengguna internet di dunia secara berurutan diduduki oleh Tiongkok (904jt), India (718jt), Amerika Serikat (252jt), Indonesia (202jt), Brazil (150jt). Pengguna media sosial di bulan Januari 2021 : 170 juta orang. Aplikasi yang paling banyak diakses saat ini adalah YouTube 93% Instagram 86% dan Facebook 85%.
  • Netiquette (Netiket) adalah singkatan dari “ network etiquette ” atau “internet etiquette ” adalah etiket di jaringan dunia maya. Etiket tersebut dibawa pada saat menggunakan internet, dari email yang bersifat personal hingga forum digital seperti forum board, social networking, chat dan sebagainya.Dalam laporan berjudul ‘Digital Civility Index (DCI)’ , Indonesia berada di urutan ke-29 dari 32 negara yang disurvei untuk tingkat kesopanan, sekaligus menjadi yang terendah di Asia Tenggara Terdapat tiga risiko utama di ruang digital yang dihadapi warga Indonesia, yakni hoax dan scam, ujaran kebencian dan diskriminasi. Terkait perundungan di internet, 19 persen responden mengatakan mereka menjadi target perundungan. Sementara 47 persen mengatakan mereka terlibat dalam insiden tersebut. Secara keseluruhan, 54 persen kaum Milenial yang paling terpukul dalam konteks itu. Kemudian disusul Generasi Z (47 persen), Generasi X (39 persen), dan Boomers (18 persen).
  • Cyber bullying adalah kejahatan yang merupakan bentuk perluasan dari bullying yang selama ini terjadi secara konvensional. Cyber bullying berbentuk kejahatan secara verbal di dalam cyberspace dan mayoritas memakan korban anak-anak. bahwa Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Informasi lainnya yg disampaikan oleh moderator / mc :

  • Untuk mematikan video dan microphone selama proses webinar dan menjaga protocol kesehatan.
  • Share event ke Instagram Feed, dan tag Instagram Siber Kreasi dan menggunakan hashtag #MakinCakapDigital #Siberkreasi #LitDigKal1228.
  • Adanya hadiah menarik berupa pulsa atau paket data bagi 10 (sepuluh) penanya terbaik.

QnA

Penanya :

Nama : astri rahayu

No HP : 085316239864

Email : Rahayuastri622@gmail.com

Kepada : Grandika Primadani

 

Pertanyaan: Bagaimana meningkatkan personal branding di kalangan milenial yang masih kurang paham dalam menangkap informasi yang didalam dunia internet yang masih banyak berita hoaks yang salah dan berdampak buruk untuk kalangan milenial itu sendiri?

 

Jawaban :

–          Narsum 1 :  Pertama kita bisa mulai dari diri sendiri. Kita ingin dikenal sebagai orang yang seperti apa. Misalnya jika kita ingin menjadi seorang budayawan. Bisa dimulai dengan sosok-sosok yang positif dan memulai menshare konten-konten yang positif serta memilih melalui media mana yang akan dimulai. Media ini akan berpengaruh dengan bagaimana kita menyampaikan informasi. Apabila berupa youtube maka kontennya kan banyek menggunakan video. Apabila melalui blog maka kontennya akan berupa tulisan-tulisan yang produktif.

 

Penanya :

Nama: Lita Wahyu Ningsih

Email: litawahyuningsih5@gmail.com

No HP: 081257029632

Kepada : Rezka Yulianty Ananda, S.Pd

 

Pertanyaan:

Orang tua pasti berperan dalam literasi digital, ada orang tua yang membimbing anaknya dan ada juga yang tidak contohnya pada saat pembelajaran daring atau saat kegiatan seperti ini, lalu bagaimana cara yang tepat bagi orangtua untuk membimbing anaknya agar bisa belajar dengan baik dalam penggunaan teknologi? Apalagi pada saat masa pandemi seperti ini. Dan sedangkan masih banyak anak-anak yang sering membuka situs-situs yang tidak pantas untuk di lihat kebanyakan juga anak-anak lebih suka hal yang berbaur negatif daripada positif karna mereka suka menyalahgunakan teknologi, jadi bagaimana caranya agar orangtua dapat mengontrol/membimbing anaknya dalam menggunakan teknologi dengan baik? Itu saja pertanyaan dari saya, terimakasih.

 

Jawaban :

–          Narsum 1 : Peran orang tua ini harus bisa mengatur jadwal pemakaian HP dan laptop anak-anak. Jadi anak-anak tidak akan tergantung dan kecanduan dengan gadget mereka. Pastikan berdiskusi dengan anak kapan waktunya belajar kapan waktunya bermain. Sehingga anak-anak bisa paham menggunakan teknologi dengan baik dan benar.

 

Penanya :

Nama : Maria oktavia anggie

Email : mariaoktaviaanggie@gmail.com

no hp : 081254128816

Kepada : Soraya Ghyna, S.Ikom

 

Pertanyaan :Bagaimana cara kita menganalisa sebuah aplikasi untuk suatu kepentingan bisnis agar bisnis kita mempunyai keuntungan dan peminat yang ramai

 

Jawaban :

–          Narsum 1 : Kita perlu tau apa jenis bisnisnya, siapa target marketnya. Kalau target marketnya orang tua biasanya marketing yang efektif lewat facebook. Dimana di facebook sudah ada facebook untuk bisnis. Disitu ada kolom shopnya, dimana kita bisa langsung akses disitu. Kalau misalnya target marketnya anak muda biasanya marketing yang efektif pakai instagram. Selain facebook dan instagram juga ada shopee, tokopedia dan marketplace yang lain. Dimana saran saya kita coba semua marketplace untuk melihat mana marketplace yang paling efektif. Apabila sudah menemukan marketplace yang paling efektif maka kita fokuskan ke marketplace tersebut untuk promosi bisnis kita.

 

Penanya :

Nama : Gilang Mighfar

Email:gmighfar@gmail.com

No hp : 082256141249

Kepada : Fajar Bahari, S.Pd.

 

Pertanyaan : selamat pagi Pak saya ingin bertanya Kejahatan siber merupakan momok yang menakutkan di dunia digital apalagi dengan terjadinya pandemi covid 19 yang melanda negeri ini membuat kejahatan siber di indonesia naik 4X lipat selama pandemi,hal ini terjadi karna perubahan pola hidup masyarakat indonesia di masa pandemi yang cenderung mengandalkan internet yang ternyata turut berimbas pada kenaikan jumlah upaya serangan saiber,hal tersebut membuat kejahatan di dunia siber menjadi salah satu ancaman serius bagi keamanan digital indonesia, pertanyaan nya. Bagaimankah upaya Literasi digital dalam menghadapi serangan siber,apakah literasi digital juga mampu menjaga dan menjauhkan Data pribadi kita dari kejahatan siber yang ada di dunia digital,dan apakah keamanan digital di indonesia dapat bersaing dengan keamanan digital yg dimiliki oleh negara lain ?

Mohon Dijelaskan,Sekian Terimakasih

 

Jawaban :

–          Narsum 1 : Keamanan cyber di indonesia ini masih selalu upgrade. Dan prosesnya diurusi oleh pemerintah melalui badan-badan yang bergerak di bidang teknologi salah satunya adalah kominfo. Dan menteri kominfo sudah mencanangkan RUU PDP yang menjadi acuan keamanan cyber. Dimana kita doakan bersama semoga RUU ini segera di sahkan. Meskipun kita sudah memiliki UU ITE namun masih perlu di upgrade kembali agar perlindungan cyber bisa lebih maksimal. Peran literasi digital ini adalah dimana kita selalu update mengenai informasi yang ada dan kita harus mengolah kembali informasi tersebut. Jangan sampai kita percaya dengan tulisan-tulisan tanpa sumber. Jadi dengan literasi digital ini kita bisa lebih paham dan cakap dengan berliterasi sehingga tidak gampang terkena hoaks sehingga mampu menciptakan keamanan di dunia digital.

 

 


Bagikan updated
Kapuas Hulu