Press Release Jaga Keamanan saat Berselancar di Internet 11 September 2021 – Kutai Kartanegara

Bagikan updated

Moderator : Oyya Sibuea

 LO : Shahnaz

Runner : Emil & Farizan

Narasumber :

Local :

  1. (Erni Wahyuni, S.E. &Komisioner Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Timur)
  2. (Kukuh Bekti Lintang Sadewo, S.Par., M.MPar &Guru Pariwisata)

Nasional :

  1. (Teuku Ryzki &Artis)

KOL : (Alicia Della Filea Budi, S.Ikom &Model and Influencer)

 

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika:

 

  • Kementerian Kominfo yang bekerja sama dengan Siberkreasi akan terus berupaya meningkatkan Literasi Digital masyarakat lewat berbagai macam inisiatif kegiatan.
  • Mari kita ciptakan inovasi – inovasi yang baik, kita ciptakan masyarakat yang semakin paham digital di era digitalisasi ini, agar kita bisa melewati pandemi menjadi lebih baik dari masa sebelumnya.
  • Demikian sambutan yang bisa saya sampaikan, selamat mengikuti kegiatan ini, tetap semangat dan salam literasi digital.

 

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat (Drs. Edi Damansyah, M.Si & Bupati Kutai Kartanegara)

  • Berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.
  • Program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang terliterasi digital.
  • Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah Banjar melaksanakan rangkaian Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Desember tahun ini.

 

Talks 1: Cakap Digital : Etika menghargai karya atau konten orang lain di media sosial

(Teuku Ryzki &Artis)

  • Netiket adalah tata cara berperilaku di Dunia Maya. Mengapa perlu ada Netiket? Kuncinya adalah Interaksi. Meskipun tidak melalui fisik, dalam bermedia sosial ada interaksi yang dilakukan antar Manusia.
  • Saat ini Netizen sudah berada dalam level DARURAT NETIKET Teknologi berlari cepat, dan mental kita belum siap.Netizen leluasa membuat postingan tanpa edit. Beda dengan saat dimana hanya media yang bisa (melalui proses verifikasi dan editing).
  • Medsos merubah pola komunikasi kita, yang semula harus tatap muka, menjadi tidak, dimana etika dan tata krama menjadi longgar. Pelanggaran privasi, termasuk pengabaian consent.

 

Talks 2: Etika Digital : Sudah Tahukah kamu dampak penyebaran berita hoax

(Erni Wahyuni, S.E. &Komisioner Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Timur)

  • Hoax adalah informasi bohong
  • Motif menyebar hoax :

Bentuk partisipasi

Pengakuan atau eksistensi

profit

provokasi

propaganda politik

  • Bahaya hoax : memicu munculnya keributan, keresahan, perselisihan bahkan ujaran kebencian

 

Talks 3 : Budaya Digital : Mengenalkan Budaya Indonesia Melalui Literasi Digital

(Kukuh Bekti Lintang Sadewo, S.Par., M.MPar &Guru Pariwisata)

  • literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi
  • wawasan kebangsaan merupakan pemahaman masyarakat mengenai jati diri bangsanya dalam mendayagunakan segala potensi negari untuk mencapai cita-cita dan kepentingan nasional
  • tantangan era digital : moral bangsa; penyebar hoax; regenrasi pemuda bangsa; kemajuan teknologi

 

Key Opinion Leader : Keamanan Digital : Kenali dan Pahami Rekam Jejak di Era Digital

(Alicia Della Filea Budi, S.Ikom &Model and Influencer)

  • Pekerjaan yang menyenangkan adalah ketika hobi menjadi cuan. Do what you love, love what you do

Jejak Digital adalah Berbagai data yang ditinggalkan ketika seseorang menggunakan layanan digital

  • Belanja online

Keywords

Like dan Status

Video Upload

Follow

Website

Jejak digital dibagi menjadi dua

Aktif

Jejak yang kita ciptakan secara sengaja

Membuat akun media sosial

Posting foto

Komentar

Mengisi formulir di website

Pasif

Jejak yang kita ciptakan secara tidak sengaja

Browser history

Menggunakan GPS aktif

Menginstal aplikasi yang tidak terpercaya

 

  • Jejak digital merupakan potret diri kita sendiri

Keuntungan jejak digital

Mempersonalisasi layanan dan konten masing-masing pengguna

Personalilasi Iklan

Membantu Perusahaan dalam memilih calon pekerja

Kerugian jejak digital

Kebocoran data

Merusak reputasi, karir, studi

Tips menjaga jejak digital tetap positif

  • Kelola jejak digital di sosial media
  • Reputasi online positif
  • Konten tidak merugikan diri sendiri & orang lain
  • Interaksi dunia digital positif
  • Instal & download apps di platform resmi
  • Hapus apps yang sudah tidak digunakan

Informasi lainnya yg disampaikan oleh Moderator:

  • Tata tertib berlangsungnya webinar
  • Cara peserta memenangkan gimmick dan absen+posttest
  • Kesimpulan materi dari setiap narasumber

 

Question And Answer

Penanya :

UNTUK KUKUH

nama: aminanda gultom

0895320736889

gulom.am@gmail.com

 

pertanyaan: menurut kakak, apa kebiasaan netizen yang paling meresahkan yang berdampak buruk pada perkembangan budaya Indonesia?

 

Jawaban : Indonesia dikenal dengan keramahan dan kesopanannya. Namun sangat disayangkan di media sosial banyak sekali nitizen yang berkomentar negatif sehingga telah mengubah tanggapan orang luar bagi masyarakat Indonesia.

 

Penanya :

UNTUK KIKY

Nama : Wahyu

Ditujukan ke : Teuku Ryzki

 

Pertanyaan : sekarang ini banyak orang yg lebih mengutamakan kuantitas konten demi adsense semata, kalau bang kiki sendiri lebih memilih untuk buat konten berkualitas dgn sedikit viewers atau konten biasa dengan banyak views dan subscribers yg naik? dan biasanya ide atau inspirasi dalam membuat konten itu didapat darimana aja bang? terimakasih

 

Jawaban : Tergantung dari konten kreatornya sendiri. Namun yang pasti konten yang kita buat itu harus punya tujuan yang jelas. Tujuan kita nantinya akan mempengaruhi apakah akan mementingkan kualitas atau kuantitas. Kalau dari saya pribadi lebih mengutamakan kualitas.Tapi harus selalu konsisten dalam membuat konten. Sementara itu ide kita dapat kita cari dari topik yang lagi happening, kemudian mengangkatnya menjadi konten. Kemudian kita bisa membuat konten sesuai dengan value dan passion kita.

 

Penanya :

UNTUK ERNI

nama: indrakasih pratiwi

08988127493

indra.pratiwi@gmail.com

ditujukan ke: erni wahyuni

 

pertanyaan: Bagaimana cara untuk meredam berita hoax yang sudah terlanjur tersebar? Jika dilaporkan ke turnback hoax, apakah langsung di take down? lalu bagaimana dengan hoax yang beredar via whatsapp?

 

Jawaban : Kita bisa memberikan konfirmasi ulang dan kita bisa melaporkan ke kominfo melalui surat aduan kontain supaya bisa langsung dihapus dari situsnya. Nah terkait informasi yang sudah tersebar di whatssapp maka cukup berhenti di kita dan jangan menyebarkan ke orang lain. Kemudian apabila sudah terlanjur tersebar, kita konfirmasi ke yang bersangkutan kalau informasi tersebut adalah hoax.

 

Penanya :

UNTUK ALICIA DELLA

Penanya : Hidayat

Kepada : Alicia Della Filea

 

Pertanyaan : apakah ada cara mengatasi rekam jejak digital yang sudah terlanjur tidak baik? Bagaimana cara membiasakan diri untuk tidak menimbulkan rekam jejak digital yang buruk?

 

Jawaban : Apabila rekam jejak digitalnya masih ada di media sosial, kita bisa meghapusnya namun apabila sudah dihapus tapi masih ada rekam jejaknya di orang lain kita bisa menjadikannya pelajaran agar tidak diulangi kedepannya. Dan mulai memposting hal-hal yang positif. Sebelum memposting sesuatu kita harus pikirkan apa dampaknya untuk orang lain, benefitnya dan feed backnya untuk diri kita seperti apa.


Bagikan updated
Kutai Kertanegara