Press Release Kembangkan Diri dengan Literasi Digital di Era 4.0 30 Juli 2021 – Sambas

Bagikan updated

Moderator : Reza Rahman

LO : M. Muzakki

Runner : Lamhot Sagala & Syarif Hamid

Narasumber :

Local :

  1. Anugrah Isromi
  2. Yauma Yulida Hasanah, S.Pd., MTESOL.

Nasional :

  1. Nadila Wantari

KOL : Ni Putu Dwi Verayanti Utami S.S.,M.HUM

 

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

 

Welcoming Speech Oleh Bupati (SATONO, S.Sos.I., M.H. Bupati Kab. Sambas)

  • Berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.
  •  Program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang terliterasi digital.
  • Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah Banjar melaksanakan rangkaian Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Desember tahun ini.

Panelist 1 : skill : positif kreatif aman di internet

(Nadila Wantari, Singer)

Moderator : 1. Apa saja yang termasuk Positif, Kreatif, dan Aman dalam berinternet?

  1. menurut kakak, positif, kreatif, dan aman dalam berinternet menjadi hal wajib dalam acuan kita berdigital, atau diperuntukkan bagi mereka yang disorot banyak pihak, public figure mgkn seperti kakak?

Informasi lainnya yg disampaikan oleh moderator / mc :

  • Menyampaikan tata tertib acara
  • mengumumkan cara mendapatkan hadiah gimmick ke peserta
  • membacakan kesimpulan yang dipaparkan oleh para narasumber

QnA

Penanya :  Restu Rievaldy

No HP : 081273671618

E-mail : restusemangau123@gmail.com

Narasumber: Nadila Wantari

Pertanyaan: Setiap selebriti pasti punya yg namanya netizen begitu pula di tik tok, sedikit saja kesalahan yg di perbuat dampaknya bisa berakhir tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan dan kenyataanya bikin kita seperti ingin menjauh dari yg namanya handphone, lalu bagaimana cara menyampaikan kepada orang-orang bahwa ketikan yang kita kirimkan bisa memberikan mimpi buruk bagi orang lain?

Jawaban : Kita harus menempatkan posisi kita bagaimana kalau misalnya kita diberikan hate speech. Misalnya kita diserang netizen yang membenci influencer atau artis yang kita suka karena dia membuat kesalahan sedikit. Jadi kita juga harus minta memposisikan hal tersebut itu kepada kita bagaimana kalau misal kita dapat hal seperti itu bukan kritik yang membangun tapi malah mendapatkan cibiran. Lebih ke bagaimana kita menggunakan sosial media itu, menurut saya. Sebelum kita siap  untuk menggunakan platform digital kita harus punya tiga poin utama itu yaitu positif kreatif dan aman dalam berinternet.

 

Penanya :  Nabila

Email: nabilaprmtsri@gmail.com

Nomor HP: 085394142011

Narasumber: Anugrah Isromi

Pertanyaan: bagaimana jika anak yg tidak mempunyai keluarga utuh dan dia merasa bebas tidak ada yg ngekang sehingga seeanak dia melakukan apa saja tidak tahu batasan?

Jawaban : Pertama kita harus tahu dari posisi mana. Pertama kita posisikan dia sebagai teman dulu. Jadi kalau misalnya teman punya itu punya temen yang kondisinya demikian, kalian bantu untuk merangkul. Apapun itu korban-korban tindak pornografi, napsa dan lain sebagainya. Itu yang dibutuhkan adalah rangkulan. Rangkulan itu dari mana saja, tidak harus dari keluarga inti. Bisa jadi ada beberapa case dimana keluarga intinya utuh tapi dia merasa tidak nyaman. Tapi dia bisa terbantu oleh rangkulan teman-teman dekatnya, guru-gurunya. Ajak dia untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang positif tentunya dan menghindari hal demikian. Sebagai guru juga merangkul yang berperan penting di sekolah untuk bisa menjadi teman, bisa menjadi orang tua dan bisa jadi tempat segala macam bagi anak-anak. Jadi kita rangkul dengan cara step by step dan perlu diingat ini bukan hal yang mudah. Jadi kita perlu waktu dan perlu kontinuitas untuk bisa merangkul itu semua.

Kalau bagi dirinya misalnya saya sendiri mungkin berasal dari broken home. Lalu bagaimana untuk tidak kebablasan? salah satunya adalah kita secara manusiawi secara lumrahnya sudah punya pikir kita di otak depan itu dan secara manusiawi kita sudah bisa memilih mana yang baik mana yang buruk. Ketika kita mendapat addiction dari apapun yang terjadi, kita jadi rusak. Tapi sebelumnya secara manusiawi sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Ketika kita masih bisa berpikir hal demikian ketika kita sudah tahu tidak bagus maka boleh kita mundur atau kita cari yang lain, kita cari lingkungan yang lain secara perlahan. Bukan bermaksud untuk memilih lingkungan baik itu lingkungan berteman atau bersosial tapi bisa memberikan batasan-batasan pada diri kita karena kita sendiri yang tahu apa itu berdampak positif atau negatif bagi kita.

 

Penanya :  Abdu Haris

No Hp: 082158866562

Email: peserta tidak memberikan email

Narasumber: Ni Putu Dwi Verayanti Utami

Pertanyaan: Di era ini interaksi sosial sebagian besar sudah dikendalikan oleh internet, bagaimana cara meminimalkan interaksi sosial secara sepenuhnya agar terjalin komunikasi yg baik?

Jawaban : Jadi di sini adalah peran penting dari penggunaan media sosial tersebut. kalau saya pergi dengan keluarga masing-masing dari awal kita ngobrol dulu setelah itu baru boleh pegang lagi. Ada juga yang menerapkan detox jadi tanpa handphone. Kita fokus cuma HP aja tapi pekerjaan yang lain terbengkalai. Jadi prioritaskan mana yang lebih penting. Kalaupun kita mencari sesuatu di internet yang berhubungan dengan pekerjaan dengan tugas sekolah dan lain sebagainya sekali boleh saja. Sesekali boleh untuk hiburan tapi tidak full day hiburan. Jangan lupa kesepakatan awal juga karena itu akan mempengaruhi kesiapan mental juga.

 

Penanya :  Muhammad Adriyansyah

No. Hp : 083153432009

Email: peserta tidak memberikan email

Narasumber: Yauma Yulida Hasanah

Pertanyaan: seberapa besar bahaya pelecehan seksual terhadap remaja untuk masa kini dan masa depan?

Dan hal apa sih yang dapat kita lakukan untuk mengantisipasi terjadinya pelecehan dan kekerasan sosial secara online yang akhir-akhir ini marak terjadi?

Jawaban : Dampaknya perilaku pelecehan seksual untuk korban sendiri itu akan menimbulkan trauma yang mendalam. Apabila anda sering menerima pesan komentar-komentar negatif anda akan terbentuk pemikiran bahwa komentar itu benar. Jadi hati-hatilah ketika berbicara dengan orang lain dan memberi komentar kepada orang lain. Apabila anda pelaku bayangkan jika suatu saat jejak digital anda itu diketahui oleh misalnya pemberi kerja atau perusahaan, hal itu akan merusak reputasi anda. Apalagi jejak digital sekarang itu mudah sekali dicari.

Kemudian ke untuk mengenali orang-orang yang sering melakukan pelecehan seksual itu bisa dilihat dari komentar-komentarnya. Misalnya bisa dilihat di sosial medianya komentar-komentarnya seperti apa kemudian akun-akun yang dia follow itu sangat terlihat. Lalu yang ketiga apabila anda tidak tahu apabila sosial media nya itu asli atau tidak anda bisa lihat dari perilaku. Orang yang berniat baik ujug-ujug minta foto atau video kita yang pribadi. Mungkin awalnya terlihat baik, mungkin wajahnya terlihat baik tetapi perilakunya yang kita nilai apalagi di dunia maya sekarang kita sering berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang yang tidak kita kenal, jadi kita harus semakin hati-hati bahwa tidak yang kita lihat di layar belum tentu sama dengan yang ada di hatinya. Janganlah menyebarkan atau mengirimkan video atau foto yang bersifat vulgar dari diri kita sendiri karena sama seperti tadi itu bisa jadi jejak digital yang berbahaya kita di masa depan.


Bagikan updated
Sambas