Press Release Kenali Internet dengan Literasi Digital 3 Agustus 2021 – Samarinda

Bagikan updated

Moderator : Shabrina Anwari

LO : As’ad Daroini

Runner : Afnan, Arifin

Narasumber :

Local :

  1. Dr. Aji Sofyan Effendi SE., M.Si
  2. M. Reza Bakhtimi, M.Sos

Nasional :

  1. Grandika Primadani

KOL :

Venerabella Arin

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech oleh Direktur Jendral Aplikasi Informatika:

  • Program literasi digital menjadi jawaban atas era disrupsi teknologi saat ini.
  • Kehadiran pandemi dan berkembang pesatnya teknologi mengubah cara kita beraktivitas, sehingga teknologi sebagai bagian dari masyarakat.
  • Menjadi sebuah tantangan bagi kita untuk meningkatkan literasi digital pada masyarakat
  • Mendidikan masyarakat bukan hanya pada kemampuan menggunakan teknologi digital saja , namun juga bagaimana masyarakat cermat dalam menggunakan teknologi.
  • Adanya berbagai inisiatif kegiatan diharapkan semakin mendorong meningkatnya literasi digital masyarakat.
  • Mempersiapkan sdm yang sesuai dengan kecakapan era digital.
  • Dengan kondisi pandemi maka akan mempercepat pula proses transformasi menuju era digital, maka dibutuhkan kerjasama yang bersifat menyeluruh dan kontinyu oleh segala elemen

Welcoming Speech Oleh Walikota Samarinda

Dr. H. Andi Harun

  • berdasarkan survey asosiasi penyelenggara jasa internet indonesia (APJII) di tahun 2020, pengguna internet di indonesia sudah mencapai 1996,71 juta jiwa. dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari
  • di kota samarinda baru-baru ini kita dengar terdapat masih adanya masyarakat yang menyebarkan berita hoax atau informasi yang dapat meresahkan orang lain. untuk itu diperlukan peningkatan literasi digital bagi masyarakat di kota samarinda untuk megimbangi perkembangan teknologi digital ini.
  • program literasi digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, mahir dan inklusif.
  • target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat indonesia yang ter literasi digital.

 

Talks 1: Etika Digital: Pentingnya Pemahaman Membedakan Informasi Hoax

Grandika Primadani

  • Penyebaran hoax yang masif kemungkinan disebabkan oleh adanya ‘penyakit’ yang diderita masyarakat di era seperti sekarang, yaitu FoMO, Fear of Missing Out. Takut akan ketinggalan akan suatu hal, yang dalam hal ini tren berita, sehingga mendorong orang merespon cepat kabar yang diterima begitu saja.
  • Sesi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang informasi hoax sehingga peserta webinar diharapkan lebih memiliki rasa tanggung jawab atas informasi yang mereka peroleh. Di akhir pemaparan, peserta webinar diharapkan mampu memahami bagaimana cara membedakan informasi hoax dan bagaimana cara pencegahannya
  • Pengetahuan dan kemampuan untuk menggunakan teknologi digital, alat – alat komunikasi, atau jaringan dalam proses menemukan, mengevaluasi, menggunakan, dan membuat informasi, serta memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat dan patuh hukum (Kemendikbud, 2017).
  • Seiring berkembangnya zaman, teknologi dan komunikasi sedikit banyak mengubah cara manusia menyikapi informasi yang tersebar di dunia digital. • Tingginya angka penggunaan media digital tersebut, harus diikuti dengan adanya pemahaman digital skill, ethics, culture, dan safety dalam bermedia.
  • Hoax (pemberitaan palsu) merupakan istilah Bahasa Inggris yang belakangan ini santer digunakan oleh media masa tercetak maupun elektronik di Indonesia.
  • Dalam survei Mastel (2018), 92% masyarakat menyatakan media sosial seperti Facebook, Twitter, maupun Instagram adalah saluran yang paling sering menjadi medium mereka menerima berita hoax. Selain itu, 63% persen menyatakan aplikasi chatting sebagai saluran lain yang juga aktif digunakan dalam penyebaran hoax
  • motif penyebaran hoax : (Iseng) Hoax awalnya beredar di masyarakat hanya untuk sekedar lelucon. – (Psikologi) Hoax beredar untuk meresahkan masyarakat dan menimbulkan kerusuhan di masyarakat. – (Ekonomi) Hoax diterbitkan untuk berburu “klik” agar menghasilkan uang dalam waktu singkat. – (Ideologi dan Politik) Hoax juga dimanfaatkan untuk kepentingan propaganda dalam bidang politik.
  • hoax dapat dikenali dengan beberapa hal : Pesan tidak menggunakan unsur 5W+1H lengkap yaitu what (apa), when (kapan), who (siapa), why (mengapa) where (di mana), dan how (bagaimana). 2. Sumber beritanya berasal dari pihak yang tidak dapat dipercaya. 3. Gambar, foto atau video yang dipakai merupakan rekayasa. 4. Menggunakan kalimat yang provokatif, sehingga mudah mempengaruhi pembacanya. 5. Mengandung unsur politis dan SARA.
  • langkah-langkah yang dapat dikenali : Read Thoroughly – Biasakan untuk membaca informasi secara utuh dan melihat lebih detail pesan di dalamnya Use Your Search Engine – Melalui mesin pencari (Google, Bing, Yahoo!Search) memastikan apakah ada informasi yang sama

 

Talks 2: Budaya Digital : Peran Medsos Dalam Membangun Demokrasi dan Toleransi

Dr. Aji Sofyan Effendi SE., M.Si

 

  • The Economist, dalam edisi 4-10 November 2017 sampai menulis headline ‘Social media’s threat to democracy?’ Apakah sedemikian parahnya situasi media sosial yang ada saat ini sehingga The Economist tak ragu menyebutnya sebagai ‘ancaman bagi demokrasi’. Dalam konteks apa, The Economist sampai pada kesimpulan demikian?
  • Editorial yang diajukan The Economist menyebutkan ‘media sosial pernah tampil dengan suatu harapan bahwa mereka akan memberikan pencerahan pada dunia politik , penyampaian informasi yang akurat , dan komunikasi yang tak henti – hentinya ditujukan untuk membantu orang -orang baik untuk memberantas korupsi , memerangi kebodohan , serta mengungkap kebohongan ’ . Akan tetapi , melihat kenyataannya , harapan tadi tinggallah harapan yang menjadi niatan baik , tetapi sulit terwujud sebagai kenyataan .
  • Berkaca pada pemilihan umum di Amerika pada 2015, data yang dikutip The Economist menunjuk pada kenyataannya banyak sekali warga Amerika yang mengakses misi informasi yang dilakukan Rusia dalam platform seperti Facebook dan kanal Youtube. The Economist menambahkan fenomena politik menjadi makin buruk tidak hanya terjadi di Amerika, tetapi juga di Spanyol dan Afrika Selatan.
  • harapannya medsos dapat memberikan pencerahan positif untuk masyarakat. The Economist menyimpulkan ‘penggunaan media sosial tidak hanya menyebabkan keterbelahan dalam masyarakat, tetapi juga penyebarluasan keterbelahan itu’. Majalah ini berharap media sosial, walaupun telah disalahgunakan sejumlah pihak, dengan suatu keinginan kuat, masyarakat dapat meredamnya dan mimpi tentang pencerahan dalam masyarakat masih akan bisa terwujud.
  • Hoaks di sini bukanlah merupakan bagian dari demokrasi karena jika diteropong lewat pendekatan kebebasan memperoleh informasi (freedom of information), masyarakat perlu memiliki informasi yang lengkap dan terbuka untuk mengambil keputusan dalam pelbagai aspek kehidupannya . Apa yang akan terjadi jika informasi yang ingin dijadikan pegangan ialah informasi yang tak akurat , sengaja dipelintir ataupun difabrikasi ? Hoaks ini racun bagi suatu kebebasan memperoleh informasi , sementara kita sering mendengar bahwa kebebasan memperoleh informasi adalah oksigen bagi demokrasi .
  • Dengan logika algoritma yang ada dalam media sosial , kita akan cenderung mengkonsumsi apa yang ‘sejalan dengan pikiran kita ’ dan kita cenderung ‘menghindar atau tak mau mengKonsumsi apa yang datang dari seberang ’ . Jika bicara politik dalam arti elite, kita mungkin akan jatuh pada pesimisme karena lalu kita akan terjebak pada politik ‘zero sum game’ . Dia menang atau kita menang . Tak ada ruang dialog, tak ada ruang bargaining, tak ada ruang dialog argumentatif yang memberi ruang -ruang untuk saling mendengar dan menerima pandangan pihak lain . Media sosial menjadi tempat semua kekesalan itu ditumpahkan .
  • Digital media literacy Dalam kondisi semacam ini, lalu apa yang perlu kita lakukan? Jika media sosialnya sendiri lewat hukumnya yang berlaku memang sulit melakukan perubahan, yang perlu diintervensi adalah para penggunanya. Ya, kita sendiri. Jika kita menjuluki perangkat gadget yang kita pegang itu sebagai ‘smartphone’, apakah penggunanya (ya, kita sendiri) sudah lebih pandai daripada gadget itu sendiri? Jangan-jangan kita malah tertinggal jauh.

Talks 3 :  Key Opinion Leader

Cakap Digital : Go Cashless : Jenis jenis Transaksi Digital di Era New Normal

Venerabella Arin     

  • uang menjadi salah satu media untuk menularkan covid-19.
  • transaksi digital atau bisa disebut pembayaran non tunai. pembayaran bisa dilakukan melalui internet atau website yang menyediakan layanan untuk transaksi digital. transaksi bisa dilakukan melalui mobile banking atau internet banking
  • ewallet ada gopay, dana, shopee pay, ovo, link aja dll
  • mengapa harus transaksi melalui digital, transaksi digital lebih efektif dan efisien, lebih aman, banyak diskon dan promo, ada cashback, membayar nominal yang seharusnya, dapat digunakan untuk berbagai transaksi dimana saja dan kapan saja.
  • transaksi digital lebih aman karena bisa memakai face detection.
  • untuk apa saja transaksi digital : untuk pembelian pulsa, bisa melakukan pembayaran listrik, pembayaran transportasi online, pembayaran tiket transportasi, bayar tagihan, untuk bayar bpjs kesehatan, tagihan telepon-internet, pembayaran air/pdam, angsuran, pajak (bumi, bangunan, dan kendaraan), zakat, pendidikan, transaksi tinggal scan QR code, belanja toko online, pengiriman dana, investasi, daily life,
  • tips aman dan nyaman : ketika bertransaksi digital ada kode pin atau kode otp yang berbentuk angka, jangan dikasih tau ke siapapun, password yang digunakan rutin diganti, dilengkapi dengan fingerprint atau face detection, jangan sembarangan konek sembarangan memakai wifi publik, aktifkan notifikasi dengan email atau sms atau whatsapp.

Talks 4 :

Keamanan Digital : Bahaya Pornografi dan Pelecehan Seksual di Ruang Digital

  1. Reza Bakhtimi, M.Sos
  • secara umum keamanan digital adalah suatu bentuk konsep dan upaya dalam memberikan perlindungan terhadap aset dan informasi digital yang dimiliki suatu individu dan kelompok
  • pornografi adalah sesuatu yang berhubungan dengan persoalan-persoalan seksual yang tidak pantas diungkapkan secara terbuka kepada umum.
  • menurut RUU anti pornografi, pormografi adalah bentuk ekpresi visual berupa gambar, lukisan, tulisan, foto,film yang dipersamakan dengan film, vidio, terawang, tayangan atau tersamar kepada publik alat vital dan bagian-bagian tubuh serta gerakan-gerakan erotis yang menonjolkan sensualitas dan atau seksualitas, serta segala bentuk perilaku seksual dan hubungan seks manusia yang patut diduga menimbulkan rangsangan nafsu birahi pada orang lain
  • pornografi tak ubahnya seperti narkolema, yaitu narkotika sweat mata. sifat candu pada pornografi sama dengan sifat candu pada napza (narkoba, psikotropika, dan zat adiktif)
  • bagian otak yang paling rusak adalah pre frontal cortex (PFC) atau bagian belakang otak yang tepat berada di belakang dahi yang membuat seseorang sulit membuat perencanaan, mengendalikan hawa nafsu, emosi, serta kesulitan mengambil keputusan
  • pelecehan seksual adalah sebuah perilaku yang menyimpang atau perilaku yang tidak menyenangkan dan dapat mengganggu seseorang bahkan dapat menimbulkan trauma baik secara fisik maupun psikis. pelecehan seksual bisa terjadi kapanpun dan dimanapun, baik di kendaraan umum, di sekolah, di lingkup kerja, dan ditempat lainnya bahkan bisa dari media sosial. artinya tanpa harus bertemu si pelaku dapat menyalurkan perbuatan kejinya tersebut.
  • berbagai macam pelecehan, seperti pelecehan gender yaitu pernyataan dan perilaku seks yang menghina atau merendahkan wanita. perilaku menggoda yaitu perilaku seksual yang menyinggung, tidak pantas, dan tidak diinginkan. penyuapan seksual, yaitu permintaan aktivitas seksual atau perilaku terkait seks lainnya dengan janji imbalan. pelanggaran seksual yaitu, menyentuh, merasakan, atau meraih secara paksa atau penyerangan seksual. pemaksaan seksual yaitu, pemaksaan aktivitas seksual atau perilaku terkait seks lainnya dengan ancaman hukuman.

Informasi lainnya yg disampaikan oleh moderator / mc :

  • Menyampaikan tata tertib acara
  • mengumumkan cara mendapatkan hadiah gimmick ke peserta
  • membacakan kesimpulan yang dipaparkan oleh para narasumber

QnA

Penanya :

Nama : A.Sutikno
No. HP : 085347469139
Email : sutikno.ask@gmail.com

 

Selamat siang,

Hal kecil apa yang bisa kita lakukan dan kita tanamkan mulai dari lingkup keluarga untuk memutus mata rantai berita HOAX?

terimakasih

 

Jawaban :

–          Narsum 1 : Grandika Primadani

 

Kita mulai dari diri kita, ketika ada pesan dari WA/ media lainnya kita baca terlebih dahulu apakah itu berita faktual, lalu kita cek jika berita tersebut bersifat stayer, parodi, atau menjelek – jelekkan kita bisa stop dan memutus rantai penyebaran hoax tersebut.

 

Penanya :

Nama : Achmad Rafii
Email : achmadrafii.ar21@gmail.com
No. HP : 082254279964

 

Apa saja contoh pengaruh Buruk media sosial terhadap demokrasi dan toleransi ? dan bagaimana membuat medsos menjadi pengaruh positif untuk demokrasi dan toleransi ?

 

Jawaban :

–          Narsum 2 : DR. Aji Sofyan Effendi, Se., M. Si.

Pengaruh buruk itu potensi untuk terjadinya konflik vertikal maupun horizontal itu berawal dari media sosial. Contohnya hal kecil saja, misal orang yang mencuri ayam yang awalnya itu adalah kriminalitas pribadi yang dibumbui dengan kalimat – kalimat narasi dimedia sosial yang pada akhirnya menjadi sebuah konflik komunal dan itu resistensinya sangat tinggi.

Makna daripada itu adalah memang rakya kita tidak cerdas untuk mencerna media – media seperti itu. Pada piramida kependudukan yang terbesar itu pagian bawah dimana tingkat pendidikannya itu SMP kebawah dan ketika tingkat pendidikannya rendah itu mudahnya penetrasi media sosial sangat mudah membakar.

Penanya :

Nama : Senjaning
Email : senjaning@gmail.com
No. HP : 085646643688

 

bagaimana kiat kiat nya nih kak, untuk menahan diri dari gangguang shoping online yang terkutuk? soalnya nih dengan memakai e wallet ini kadang suka khilaf.

 

Jawaban :

–          Narsum 3 : Venerabella Arin

 

Saya membuat skala prioritas, kita bedain dulu mana kebutuhan mana keinginan. Kalau sudah dari pendapatan pasti saya alokasikan. Misal 40% kebutuhan, lalu untuk kebutuhan seperi listrik dll, lalu sebagian untuk beberapa hal untuk belanja/ sebagai investasi. Hal seperti itu bisa mengurangi keinginan untuk berbelanja pada online shop.

 

Penanya :

Nama : A.Sutikno
No. HP : 085347469139
Email : sutikno.ask@gmail.com

 

Beberapa pelecehan seksual tidak hanya terjadi pada anak perempuan, namun juga pada anak laki-laki.

sebaiknya mulai usia berapa kita mengajarkan pendidikan sex pada anak?

 

Jawaban :

–          Narsum 4 : M. Reza Bakhtimi, M. Sos.

 

Sudah ada aturan umur berapa anak – anak diberi pemahaman tentang sex education, dan anak saya sendiri ketika umur 7 tahun mengajarkan beberapa bagian intim yang tidak boleh dipegang orang lain, juga diajarkan bagaimana anak caranya menepis, berteriak, dan menolak hal – hal yang dilakukan orang yang ingin menyentuh bagian intim tersebut.


Bagikan updated
Samarinda