PRESS RELEASE KENALI SELUK BELUK INTERNET DENGAN LITERASI 14 Juli 2021 – Samarinda

Bagikan updated

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat ( Dr. H. Andi Harun , Walikota Samarinda)

  • Berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.
  • Program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang terliterasi digital.
  • Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah Samarinda melaksanakan rangkaian Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Desember tahun ini.

 

Talks 1 : Peran Komunitas Akademik dalam Pendidikan di Era Digital

(Ratyuhono Linggar P , Praktisi SDM & Professional Coach)

  • sebuah generasi tidak hanya dibentuk berdasarkan orang yang lahir pada periode waktu yang sama, setiap generasi tumbuh dan dibesarkan pada tahun yang berbeda sesuai karakternya
  • generasi alpha akan datang sejumlah 2.5 milyar, dan nantinya mereka adalah pemegang kendali teknologi dunia
  • digital dengan multi literasi, menghabiskan waktu bersama generasi alpha akan membuat kita kagum dan belajar banyak hal
  • kemauan dan waktu merupakan hal yang paling dibutuhkan dalam multiliterasi

 

Talks 2 : Pentingnya memiliki Digital Skill di Masa Pandemi Covid -19

(Surya Fajar Saputra , Relawan TIK)

  • Kendala yang biasanya terjadi saat akses internet :
  • Jaringan tidak stabil sehingga koneksi sering terputus
  • jaringan internet tidak selalu ada
  • terkendala biaya paket data
  • listrik padam/hujan jadi sinyal langsung hilang
  • tidak ada kendala sama sekali
  • Literasi digital : kemampuan menggunakan TIK untuk menemukan, mengevolusi, memanfaatkan, membuat, dan mengkomunikasikan konten atau informasi dengan kecakapan kognitif, etika, sosial emosional, dan aspek teknis atau teknologi.

 

Talks 3 : Internet Addiction : How Much Is It Too Much?

(Endah Nur Latifah, M.Pd , Penggiat Pendidikan)

 

  • Netiket adalah tata cara berperilaku di Dunia Maya.
  • Mengapa perlu ada Netiket? Kuncinya adalah Interaksi. Meskipun tidak melalui fisik, dalam bermedia sosial ada interaksi yang dilakukan antar Manusia.
  • Saat ini Netizen sudah berada dalam level DARURAT NETIKET
  1. Teknologi berlari cepat, dan mental kita belum siap.
  2. Netizen leluasa membuat postingan tanpa edit. Beda dengan saat dimana hanya media yang bisa (melalui proses verifikasi dan editing).
  3. Medsos merubah pola komunikasi kita, yang semula harus tatap muka, menjadi tidak, dimana etika dan tata krama menjadi longgar.
  4. Pelanggaran privasi, termasuk pengabaian consent.

 

Key Opinion Leader : Kenali dan Pahami Jejak di Era Digital

(Ima Fitananda Putri S.AB , Female YoungPreneur)

  • Dunia digital adalah tempat orang menghabiskan waktu sehari-hari, banyak gaya hidup dan pekerjaan digital, WFH, Online meeting dll, pekerjaan digital adalah pekerjaan tanpa kontak dan menggunakan internet , seperti penjualan dan pembelian onlone. bahkan pendidikan
  • Game juga sekarang bergeser jadi pekerjaan, , terdapat strategy, content, chanel, aplikasi. Aplikasi digital ada marketplace, fintech untuk pendanaan, edutech dan jasa layanan
  • apa yang harus dimulai,? platform , dan konten yag berkualitas. Softskill dalam sosmed : manajemen waktu, public speaking, adaptif, kecerdasan emosional, orientasi pelayanan, kreatif original dan inisiatif

Informasi lainnya yg disampaikan oleh moderator / mc :

  • Menyampaikan tata tertib acara
  • mengumumkan cara mendapatkan hadiah gimmick ke peserta
  • membacakan kesimpulan yang dipaparkan oleh para narasumber

QnA

Penanya :

Nama : Agung Satrio W, S.Pd

No. HP : 0812234088924

Email: astmayqeela@gmail.com

Pertanyaan :

  • Bagaimana jika pembelajaran digital ini diterapkan di daerah yang sulit dijangkau, susah signal, atau bahkan susah mendapatkan gadget?

Jawaban :

–          Narsum 1 :

  1. Fokus pada apa yang bisa kita kontrol.
  2. Mengoptimalkan peran kita sebagai orang tua.
  3. Mengoptimalkan peran guru / tenaga pendidikan.
  4. Memanfaatkan peran kita sebagai eksprotis.

 

Penanya :

Nama : Cecilia, S. Pd.

No. HP : 081347214813

Email: dinmeyling@gmail.com

Pertanyaan :

  • Ada sekian persen yg tidak memiliki digital skill, rata-rata para orang tua yg tidak memiliki smartphone atau gadget, bagaimana menyiasati mereka yang tidak memiliki sarana dan prasarana yg memadai tapi niat untuk melek teknologinya, di era Digital ini, sangat kuat?

Jawaban :

–          Narsum 1 :

Bisa bergabung atau mengolah komunitas yang sesuai dengan bidangnya, dan mempunyai visi dan misi yang sama.

 

Penanya :

Nama : Muhammad Awalu Fattah

No. HP : 081216672543

Email : awalufattah@gmail.com

Pertanyaan :

  • Apa saja bahaya yang dapat ditimbulkan dengan menyisakan Digital Footprint di Internet

Jawaban :

–          Narsum 1 :

Ada 3 hal

  1. Digital exposure, yaitu dimana orang orang yang tidak bertanggung jawab pada data yang anda berikan. Contohnya : Pencurian indentitas, tindakan kriminal, dll
  2. Phishing, adanya manipulatif yang membahayakan pengguna, untuk membobol data-data anda.
  3. Reputasi profesional

 

Penanya :

Nama : Siti Qomariah

No. HP : 081350362241

Emai l: sqomariah.iainsmd@gmail.com

Pertanyaan :

  • Adakah pendampingan secara online mengatasi adiksi internet? karena saat ini lebih banyak mengurangi kontak secara langsung

Jawaban :

–          Narsum 1 :

Selama bukan adiksi, tidak ada masalah. Kita sebagai guru harus lebih pintar dan kreatif, dengan cara, untuk membuat soal, jawabannya tidak boleh ada di internet (High order Thinking)


Bagikan updated
Samarinda