Press Release Lawan Kejahatan Digital dengan Literasi yang Tepat 07 September 2021 – Kutai Kartanegara

Bagikan updated

Moderator : Aulia Mawardhika

Narasumber :

Local :

  1. Sasmiati, S.S., M.Pd , Guru, Duta Rumah Belajar Nasional Kalimantan Timur
  2. Charly Sianturi, S.Kom., Gr , Ketua MGMP TKJ Kutai Kartanegara

Nasional :

  1. Yoshi Mokalu , Ketua umum siberkreasi

KOL : Khamidah Eka Safitri , RU II Putri Hijab Indonesia 2020

 

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

 

Welcoming Speech oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika:

  • Kementerian Kominfo yang bekerja sama dengan Siberkreasi akan terus berupaya meningkatkan Literasi Digital masyarakat lewat berbagai macam inisiatif kegiatan.
  • Mari kita ciptakan inovasi – inovasi yang baik, kita ciptakan masyarakat yang semakin paham digital di era digitalisasi ini, agar kita bisa melewati pandemi menjadi lebih baik dari masa sebelumnya.
  • Demikian sambutan yang bisa saya sampaikan, selamat mengikuti kegiatan ini, tetap semangat dan salam literasi digital.

 

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat (Drs. Edi Damansyah, M.Si

Bupati Kutai Kartanegara)

  • Berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.
  • Program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang terliterasi digital.
  • Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara melaksanakan rangkaian Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Desember tahun ini.

 

Talks 2 :

Etika Digital : Cerdas dan Bijak di Internet: Pilah pilih sebelum sebar

Sasmiati, S.S., M.Pd , Guru, Duta Rumah Belajar Nasional Kalimantan Timur

  • pantang dilakukan di media sosial : memulai konflik, curhat masalah pribadi, mengejek orang lain dan menyebut namanya, menjelekkan orang lain tanpa menyebut nama, berbagi foto pesta gila-gilaan, bersikap terlalu ekstrem
  • sesuaikan penggunaan media sosial dengan kebutuhan dan minat
  • batasi penggunaan media sosial agar tidak menjadi candu
  • alokasikan waktu luang untuk mendapatkan informasi terkini

 

 

Talks 3 :

Keamanan Digital  : Memahami penting nya data pribadi

Charly Sianturi, S.Kom., Gr , Ketua MGMP TKJ Kutai Kartanegara

  • Jejak Digital atau Digital Footprint, adalah tapak data yang tertinggal setelah berselancar di internet yaitu data yang secara sengaja atau tidak sengaja dibuat dan ditinggalkan oleh pengguna.
  • Jejak digital Aktif, merupakan data yang secara sengaja ditinggalkan oleh pengguna, misalnya unggahan foto di facebook, memberi like di unggahan instagram, atau pun tinggalan komentar. Jejak digital Pasif adalah data yang ditinggalkan tanpa disadari oleh pengguna seperti, rekam jejak rute perjalanan saat kita menggunakan Google Maps, atau alamat IP kita yang terekam pada server sewaktu kita sedang mengunjungi suatu laman informasi.
  • Masih banyak orang meninggalkan komentar kasar atau menyampaikan informasi hoax di ranah online. Masih banyak pula masyarakat yang belum memahami mengenai kerahasiaan data, seperti misalnya data diri KTP dll. Padahal jejak digital yang berisi informasi pribadi sangat rawan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Data tersebut dapat diselewengkan untuk kepentingan pribadi oleh orang lain, yang dapat merugikan si pemilik data. Jejak digital itu bersifat abadi maka masyarakat dihimbau untuk harus berhati-hati dengan dunia maya. “Mari kita isi konten yang bersifat positif, mari kita perbanyak kebaikan di dunia maya yang sifatnya abadi.

 

Panelist 1 :

Kecakapan Digital : Trend Pekerjaan di Dunia Digital

– Yoshi Mokalu , Ketua umum siberkreasi

  • Dunia digital adalah tempat orang menghabiskan waktu sehari-hari, banyak gaya hidup dan pekerjaan digital, WFH, Online meeting dll, pekerjaan digital adalah pekerjaan tanpa kontak dan menggunakan internet , seperti penjualan dan pembelian online. bahkan pendidikan
  • Game juga sekarang bergeser jadi pekerjaan, , terdapat strategy, content, chanel, aplikasi. Aplikasi digital ada marketplace, fintech untuk pendanaan, edutech dan jasa layanan
  • apa yang harus dimulai,? platform , dan konten yang berkualitas. Softskill dalam sosmed : manajemen waktu, public speaking, adaptif, kecerdasan emosional, orientasi pelayanan, kreatif original dan inisiatif

 

Key Opinion Leader

Budaya Digital  : Penggunaan Bahasa yang baik dan benar di dunia digital

Khamidah Eka Safitri , RU II Putri Hijab Indonesia 2020

  • Apa itu digital ethics :

Kemampuan menyadari, mempertimbangkan dan mengembangkan tata kelola etika digital dalam kehidupan sehari2

  • Digital ethics mencakup :

– kebebasan berbicara

– tanggung jawab sosial

– hak cipta dan hak kekayaan intelektual

  • Masalah yg ditimbulkan ketika semua orang bisa mengakses internet dengan mudah :

Privasi, keamanan, diskriminasi, gender, kesenjangan digital, kejahatan, kecanduan internet, kelebihan informasi

  • Etika dlm berinternet :

– berikan info yg valid

– hindari perselisihan

– jangan menggunakan kata2 yg mengandung sara

Informasi lainnya yg disampaikan oleh moderator / mc :

  • Menyampaikan tata tertib acara
  • mengumumkan cara mendapatkan hadiah gimmick ke peserta
  • membacakan kesimpulan yang dipaparkan oleh para narasumber

 

Question And Answer

Penanya :

Nama : Hendra Liem

No. HP : 0895705201225

Email : kokohhendra.13@gmail.com

Pertanyaan :

  • Saya sebagai Blogger memang harus pintar memilah-milah mana yg benar-benar berita dan mana yang hoax (berita bohong), tapi terkadang saya pun tetap kebablasan. Bagaimana caranya tulisan-tulisan (konten writer) saya buat itu benar-benar berita yang sebenarnya, terkadang informasi yang didapat itu sudah benar atau hoax. Karena disini saya akan bertanggung jawab atas tulisan yang saya buat tersebut?

Jawaban :

  • Narsum 2 :
  • Sebagai blogger kita harus ekstra hati-hati dalam menulis sesuatu.
  • Kita harus mencari berita dari sumber-sumber yang valid.

 

Penanya :

Nama :  ervin

No. HP : 085751617015

Email : e2204.crespo@gmajl.com

Pertanyan :

  • Apakah ada korelasi antara rendahnya pendidikan etika dengan bahasa seseorang dalam kritik? jika ya apakah yang harus kita lakukan mulai saat ini?

Jawaban :

  • Narsum 3 (KOL) :
  • Tidak mengikuti komentar atau postingan yang negatif.
  • Kita sampaikan nasehat yang baik terhadap orang yang tersebut.

 

Penanya :

Nama : Dara Saifa

Pertanyaan :

  • Bagaimana cara mengatasi jika data pribadi kita sudah terlanjur bocor ke publik?

Jawaban :

  • Narsum 4 :
  • Kita punya tugas untuk mencari siapa yang menyebarkan data kita dan bagaimana itu bisa terjadi.
  • Laporkan ke pihak berwajib
  • Tutupi hal-hal yang positif untuk menutupi jejak digital kita.

 

Penanya :

Nama :  Nurhidayah

No. HP : 082152357687

Email : nur994047@gmail.com

Pertanyaan :

  • Bagaimana cara berinteraksi dan memaksimalkan manfaat dari literasi digital itu sendiri dijaman sekarang yang serba digital ? dan bagaimana memilah konten atau info yang aman mengingat ada uu ite yang berlaku.. melihat beberapa kasus yang terjadi saat ini.

Jawaban :

  • Narusm 1 :
  • Saya melihatnya dari landasan Sila ke 4 Pancasila (Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan) :
  1. Kerakyatan, Kita melihat kembali setiap komentar, postingan di sosial media jangan sampai dalam kondisi emosi dan hanya berasumsi saja.
  2. Hikmat, Bahwa pendapat atau kritikan kita, apakah kita sudah mencari tahu apakah informasi tersebut valid, untuk mendukung kebenaran informasi tersebut. Karena akan membuat kita akan cenderung mencari pembenaran bukan kebenaran.
  3. Kebijaksanaan, Cara penyampaian kita harus baik dan bijak. kalau penyampaian kita buruk atau kasar, orang tidak akan menghiraukan dan bahkan akan mendapatkan komentar yang buruk dan mengakibatkan kegaduhan di kolom komentar, dan bisa juga kita dikenakan UU ITE.
  4. Permusyawaratan, Ini merupakan mentalitas kita dalam bersosial media, apakah kita mengejar hasil yang musyawarah atau kita maunya menang sendiri. karena di sosial media bakalan ada yang seperti itu.

 

Foto Bersama


Bagikan updated
Kutai Kertanegara