PRESS RELEASE LINDUNGI DIRI DARI ANCAMAN DIGITAL DENGAN LITERASI 19 Juli 2021 – Pontianak

Bagikan updated

Moderator : Rio Brama

LO : Allan

Narasumber :

Local :

  1. Fahrurrazi SE
  2. Vidyastuti MPsi

Nasional :

  1. Alexander Dimas

KOL :  Lala Rosa

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Talks 1: Keamanan Digital : Main Aman Saat Belanja Online

(Alexander Dimas, Regional Bussiness Leader APAC of HoneyWell, CEO PT. Ragam Indonesia)

  • Risiko Belanja Online:
  • Penipuan dari Toko/Seller yang tidak terpercaya
  • Penawaran produk palsu
  • Barang tidak sesuai deskripsi
  • Pencurian data pribadi
  • Tips & Trick Dalam Berbelanja Online

– Menentukan Barang apa yang ingin dibeli.

– Memperhatikan Detail pada saat belanja online .

– Konsumen harus memastikan kapan barang dikirim dan estimasi barang tersebut sampai.

– Melihat review seller.

– Membeli di e-commerce yang terpercaya.

– Menggunakan jasa kirim yang terpercaya

 

Talks 2: Budaya Digital : Peran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif menjadi Produktif

(Fahrurrazi, SE, Manager IBT Untan & Sekjen ABDSI Kalbar)

  • ERA DIGITAL INI MERUBAH BANYAK HAL
  • Mengurangi & menghilangkan banyak sekat informasi
  • Memberikan kesempatan yang sama bagi setiap orang
  • Segalanya lebih efektif, lebih cepat, lebih masif
  • Mengubah perilaku konsumen & pola konsumsi/berbelanja
  • Digitalisasi = Kemudahan Belanja
  • Transaksi digital mengubah pola konsumsi masyarakat
  • Kemudahan Belanja = Mindset dan perilaku Konsumtif
  • Sulit mensortir informasi
  • Bingung antara kebutuhan dan keinginan
  • Tidak punya perencanaan hidup dan keuangan
  • Konsumtif jadi Produktif
  • Waktu lebih bermanfaat
  • Ekonomi lebih baik
  • Hubungan sosial makin erat
  • Rencana dan mimpi semakin realistis tercapai
  • Hidup lebih bahagia
  • Fokus pada informasi yang meningkatkan produktifitas

 

Talks 3: Key Opinion Leader

Kecakapan Digital : Informasi Digital, Identitas Digital, dan Jejak Digita

(Lala Rosa, VO Talent, Announcer, dan Content Creator)

  • proses digitalisasi merubah baik informasi, berita, kabar dari format analog menjadi format digital. informasi digital mudah diproduksi, disimpan, dikelola, dan didistribusikan.
  • Manfaat Informasi Digital:
  • Menciptakan Masyarakat Informasi
  • Memajukan Dunia Bisnis
  • Menumbuhkan Industri Kreatif
  • Memudahkan Masyarakat
  • Dampak Informasi Digital:
  • Mudah didistribusikan
  • Mudah dicari dan diakses
  • Mudah diperbaharui
  • Identitas Digital adalah suatu gambaran mengenai seseorang yang bisa diakses melalui media sosial. meliputi; nama, status, epribadia, masa lalu, penilaian diri, dll
  • Jejak Digital adalah reputasi online seseorang yang tak bisa dengan mudah dihilangkan dan dapat disalahgunakan oleh pihak yang tak bertanggung jawab. digital footprint, tapak data yang tertinggal setelah kamu beraktivitas di internet.
  • Bahaya Jejak Digital:
  • Digital exposure
  • Phishing
  • Reputasi profesional

 

Talks 4: Etika Digital : Konten Pornografi dari Sudut Pandang Etika Digital

(Vidyastuti, M. Psi., Psikolog, Dosen Psikologi Muhammadiyah Pontianak)

  • Ruang digital = rumah kita
  • Pornografi adalah sebuah istilah untuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat.
  • Bahaya Pornografi di Ruang Digital
  • Accesible
  • Affordable
  • Anonymous
  • Agresif
  • “Sex on the net is like heroin.  It grabs them and takes over their lives. And it’s very difficult to treat because the people affected don’t want to give it up.” – Dr. Mark Schwartz, Masters and Johnson  Institute in St. Louis.

Bagikan updated
Kalimantan Barat Pontianak