PRESS RELEASE MANFAAT LITERASI DIGITAL BAGI MASYARAKAT 2 Juli 2021 – Samarinda

Bagikan updated

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat ( H. Hadi Mulyadi S.Si., M.Si                                                                            Wakil Gubernur Kalimantan Timur )

  • Berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.
  • Program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang terliterasi digital.
  • Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah Banjar melaksanakan rangkaian Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Desember tahun ini.

Talks 1: Digital Ethics : Bijak Sebelum Mengunggah Di Media Sosial

– Linda Widyachristy, Arsitek & Human Researcher

  • Pergeseran pola interaksi yang semula berpendapat, menjadi merespon
  • Ada banyak sekali platform untuk speak UP , konten, tulisan , seperti FB, Video TIktok, bebas berpendapat dan ekspresi
  • Berpendapat ada batasnya dalam UU 28, bebas berpendapat dan berkumpul , ada hak dan kewajiban harus proporsional , apa yang kita sampaikan harus bisa dipertanggung jawabkan, 10 produksi informasi , 90 distribusi informasi

Talks 2: Digital Ethics : Bijak Bersosial Media Bisa Bikin Kaya?

– Frishna Junisha, S. A.B, Putri Muslimah Intelegensia

  • Dunia digital adalah tempat orang menghabiskan waktu sehari-hari, banyak gaya hidup dan perkjaaan digital, WFH, Online meeting dll, pekerjaan digital adalah pekrjaan tanpa kontak dan menggunakan internet , seperti penjualan dan pembelian onlone. bahkan pendidikan
  • Game juga sekarang bergeser jadi pekerjaan, , terdapat strategy, content, chanel, aplikasi. Aplikasi digital ada marketplace, fintech untuk pendanaan, edutech dan jasa layanan
  • apa yang harus dimulai,? platform , dan konten yag berkualitas. Softskill dalam sosmed : manajemen waktu, public spekaing, adaptif, kecerdasan emosional, orientasi pelayanan, kreatif original dan inisiatif

Talks 3 : Digital Safety : Peran Orangtua dalam Memberikan Ajaran tentang Keamanan Internet Untuk Anak

– Ainur Basirah Mulya, S.Ked, The Most Outstanding Student of Mulawarman University

  • batasi waktu penggunaan gadget
  • jadilah panutan yg baik
  • jangan pernah menggunakan gadget sebagai alat penenang emosi anak

Key Opinion Leader Digital Culture : How Much Is It too Much?

– Scoot Alfaz, Founder HayVee & Sexual Health Activist

  • literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi
  • wawasan kebangsaan merupakan pemahaman masyarakat mengenai jati diri bangsanya dalam mendayagunakan segala potensi negari untuk mencapai cita-cita dan kepentingan nasional
  • tantangan era digital : moral bangsa; penyebar hoax; regenrasi pemuda bangsa; kemajuan teknolog

Informasi lainnya yg disampaikan oleh moderator / mc :

  • Menyampaikan tata tertib acara
  • mengumumkan cara mendapatkan hadiah gimmick ke peserta
  • membacakan kesimpulan yang dipaparkan oleh para narasumber

QnA

Penanya : Selamat sore, saya Dariska Nur Laila Sifa mohon izin bertanya kepada mba linda, Bagaimanakah etika berpendapat di dunia digital saat kita sedang memberikan suatu kritikan dan kritikan tersebut sudah berdasarkan fakta namun mungkin saja bisa melukai pihak lain, apakah kita tetap mengkritiknya atau tidak usah saja, terimakasih

Jawaban : Kita harus mengerti konflik apa dulu yang ada sosmed, menurut saya dihindari aja apabila ada konflik karena tidak akan menyelesaikan masalah karena berskala luas dan banyak orang yang iseng

–          Narsum 1 : Linda Widyachristy, Arsitek & Human Researcher

Penanya : Bagaimana pengelolaan media sosial yang baik yang sesuai dengan netiquette sehingga tidak memicu netizen untuk membully dan melakukan pelecehan. apa yang sebaiknya dilakukan supaya netizen memiliki netiquette yang baik

Jawaban : Sosial media menjadi nilai untuk diri kita sendir ada netizen yang suka dan tidak suka sama kita. Berkomentar dengan baik dimulai dari kita sendiri, kalo mau share sesuatu harus menimbang dulu.

–          Narsum 2 : Frishna Junisha, S. A.B, Putri Muslimah Intelegensia

Penanya :

Jawaban : Definisi kecanduan itu berbeda, apabila anak-anak sudah menjadi ketagihan gadget. Kita harus memberi batasan pemakaian gadget dalam sehari. Karena sekarang gadget digunakan sekolah kita bisa membedakan saat bermain game dan sekolah.

–          Narsum 3 : Ainur Basirah Mulya, S.Ked, The Most Outstanding Student of Mulawarman University

Penanya :

Jawaban : Kalau menghadapi anak dengan era gadget saat ini, kita menggunakan aplikasi yang dapat melihat apa yang diakses pada orang tua. Yang terpenting mendidik anak dan memberi pengertian apa yang negatif dan apa yang positif. Beri pengertian bila melarang agar anak tidak menjadi penasaran

–          KOL : Scoot Alfaz, Founder HayVee & Sexual Health Activist


Bagikan updated
Samarinda