Press Release Manfaat Literasi Digital dalam Kehidupan di Era Pandemi 23 Agustus 2021 – Kutai Timur

Bagikan updated

Moderator : Reza Rahman

LO : Betty

Runner : Emil & Venus

Narasumber :

Local :

  1. Nurika Nugraheni, S.Psi
  2. Rakhmad Maulana Ramadhan

Nasional :

  1. Mamat Alkatiri

KOL :

dr. Dewa Nyoman Sutanaya, S.H., M.H., MARS.

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech oleh Direktur Jendral Aplikasi Informatika: (Samuel Abrijani Pengarapan B. Sc):

  • Program literasi digital menjadi jawaban atas era disrupsi teknologi saat ini.
  • Kehadiran pandemi dan berkembang pesatnya teknologi mengubah cara kita beraktifitas, sehingga teknologi sebagai bagian dari masyarakat.
  • Menjadi sebuah tantangan bagi kita untuk meningkatkan literasi digital pada masyarakat
  • Mendidikan masyarakat bukan hanya pada kemampuan menggunakan teknologi digital saja , namun juga bagaimana masyarakat cermat dalam menggunakan teknologi.
  • Adanya berbagai inisiatif kegiatan diharapkan semakin mendorong meningkatnya literasi digital masyarakat.
  • Mempersiapkan sdm yang sesuai dengan kecakapan era digital.
  • Dengan kondisi pandemi maka akan mempercepat pula proses tranformasi menuju era digital, maka dibutuhkan kerjasama yang bersifat menyeluruh dan kontinyu oleh segala elemen.

 

 

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat ( Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si  – Bupati Kutai Timur)

  • Sesuai Arahan visi Presiden, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi telah menyusun sebuah Peta Jalan Literasi Digital Tahun 2021-2024 untuk meningkatkan partisipasi digital masyarakat, mendorong pengembangan ilmu pengetahuan masyarakat dibidang Teknologi dan Informatika Komputer dan Digital serta mendorong tingkat kecakapan transformasi digital dalam pemanfaatan teknologi baru.
  • Peta Jalan Literasi Digital dirumuskan dalam empat kerangka dalam menyusun Kurikulum Literasi Digital yaitu : Digital Skills, Digital Ethics, Digital Safety dan DIgital Culture.
  • Untuk mencapai Target Masyarakat yang cakap digital diadakan acara secara serentak selama 7 bulan pada tahun ini yang dimulai di bulan Mei dengan dilakukannya Kick Off atau Pembukaan oleh Bapak Presiden serta Menteri Komunikasi dan Informatika demi tercapainya pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat komunikasi atau jaringan dalam menemukan alat komunikasi atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, memanfaatkan secara sehat bijak, cerdas, cermat, tepat dan patuh hukum dalam membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dapat menanggulangi penggunaan Teknologi Digital oleh seluruh lapisan masyarakat secara tidak baik

 

Talks 1 : Etika Digital : Bijak di Kolom Komentar

(Mamat Alkatiri)

  • Pertanyaan : Menurut abang kejadian netizen indonesia di kolom indonesia ini bagaimana ?

jawaban :  Sebetulnya menurut saya secara jumlah masih dalam taraf aman. kalau satu postingan ada ratusan komentar, ada yang komen positif dan negatif. Nah hanya karena kita yang kadang hanya fokus pada orang yang komen negatif. tinggal kita gausah fokus ke hal yang negatif tinggal hapus aja. itu yang membuat kita suka konflik ini.

  • Pertanyaan :Ada survei yang menunjukkan bahwa netizen Indonesia menjadi netizen yang sangat tidak sopan dalam berkomentar se Asia Tenggara. Bagaimana menurut abang akan hal ini ?

jawaban :  Iya tapi kita selalu bersatu komen tidak sopan hanya ketika ke musuh kita bersama. Misal ketika pertandingan sepakbola dengan lawan. Ini juga menjadi masalah. memang kalau secara global akan menjadi paling buruk.

  • Pertanyaan : Menurut abang apa penyebabnya kita mudah tersulut dengan hal-hal yang menjadi musuh bersama ?

jawaban :  bila melihat sejarah Kita selalu berjuang bersama. budaya itu melekat ke kita. karena tidak ada musuh bersama, sehingga ketika ada musuh bersama kita akan satu suara yang dieksekusi dengan cara yang salah.

  • Pertanyaan : Pernah gak bang karya abang mendapatkan komentar yang kurang sedap ?

jawaban :  pernah, kontroversial pasti akan selalu ada. Saya tidak masalah, asal komennya mengajak diskusi, belajar lagi, bertanya.

  • Pertanyaan : apa yang harus kita lakukan sebelum kita berkomentar ?

jawaban :  Komentar itu kan seni ada yang suka dan tidak. Tapi ketika kita tidak suka dengan sebuah karya beda dengan prinsip kita. Nah sebaiknya kita tabayun dulu, berusaha menularkan hal positif dulu.

Talks 2 : Budaya Digital : Kiat Cegah Kecanduan Digital pada Anak

(Nurika Nugraheni, S.Psi )

  • Dampak Pandemi pada Anak dan Keluarga adalah 61% anak mengalami teriakan dan 11.3% mengalami hukuman fisik. Gangguan mental ditandai dorongan bermain game hingga melupakan aktivitas lain, gejala berlangsung 1 tahun. Keinginan bermain game setiap waktu. Menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain game tanpa menjalani aktivitas lain. Murung stres dan marah ketika tidak bisa bermain.
  • memerlukan lebih banyak waktu bermain agar merasa lebih baik. Mengalami masalah di sekolah, rumah, atau kantor terkait kebiasaan bermain. Kebiasaan berbohong kepada orang lain karena dorongan untuk bermain. Mudah lelah, gangguan tidur, sakit kepala, nyeri punggung, gangguan syaraf tangan.
  • Kewajiban dan Tanggung Jawab Orang Tua yaitu mengasuh, memelihara, mendidik, melindungi anak. Menumbuhkembangkan anak sesuai kemampuan, bakat dan minat. Mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-anak. Peran ayah dan ibu harus seimbang.

 

Talks 3 : Key Opinion Leader

Keamanan Digital : Perjanjian Elektronik di Indonesia

(dr. Dewa Nyoman Sutanaya, S.H., M.H., MARS)

  • Makna Sebuah tanda tangan Elektronik adalah sebagai bukti. tanda tangan mengidentifikasikan penandatanganan dokumen yang ditandatanganinya. Sebagai Ceremony berakibat bahwa si penandatangan tahu dan mengerti bahwa ia melakukan perbuatan hukum. Sebagai persetujuan atau otorisasi terhadap suatu tulisan.
  • Syarat terikatnya seseorang haruskah melalui tanda tangan : sebagai kesepakatan para pihak, kecakapan para pihak, suatu hal tertentu, sebab yang halal.
  • Tanda Tangan elektronik adalah tanda tangan yang terdiri atas informasi elektronik yang dilekatkan, terasosiasi atau terikat dengan informasi elektronik lainnya yang digunakan sebagai alat verifikasi dan autentikasi.
  • Keabsahan dan pembuktian jika terjadi sengketa tanda tangan elektronik memiliki kekuatan yang sah timbul hak dan kewajiban bagi para pihak, ada persyaratan yang harus dipenuhi

Talks 4 : Kecakapan Digital : Proses Kreatif (Produksi Komersil atau Komunitas) di Masa Pandemi

(Rakhmad Maulana Ramadhan )

  • Dalam Proses Kreatif dalam pengalaman kita harus mencari ide. Ide bisa muncul dari berbagai macam, misal dari inspirasi ketika berselancar di Internet atau sebagainya. Kemudian motivasi apa yang dimunculkan. Keluh kesah juga bagian dari ide, misal ingin mencoba hal baru, memikirkan refensi apa yang bisa dijadikan ide.
  • Membuat ide bisa dari keluarga, orang asing yang bisa dijadikan sebuah cerita yang menarik. Ide bisa diambil dari ruang publik yang mana kita melakukan pengamatan di lingkungan kita.
  • Ide juga bisa kita peroleh dari artikel cetak atau internet dan sumber lain seperti jalan-jalan ketika mengikuti acara dll yang bisa membuat atau mengembangkan ide sebagai sebuah cerita
  • Tulis, dengan menulis kita mengerti apa yang akan kita lakukan. Proses untuk mewujudkan produk itu adalah menulis. Buat plan apa yang akan kalian lakukan. Mengemas sesuatu secara berbeda.

Informasi lainnya yg disampaikan oleh moderator / mc :

  • Menyampaikan tata tertib acara
  • mengumumkan cara mendapatkan hadiah gimmick ke peserta
  • membacakan kesimpulan yang dipaparkan oleh para narasumber

QnA

Penanya :  Ita

baagaimana cara menyalurkan opini tanpa menyinggung pihak tertentu ?

Jawaban :

  • Talks 1 : Kalau sudah ada niat menyinggung atau macam-macam sudah urungkan dulu. tappi kalo ingin tetap menyalurkan ide atau opini coba dengan teknik satir. Teknik ini bertujuan untuk A tapi kita tujukan ke B. Hal ini lebih elegan, tidak dikenai UU ITE.

Penanya :  Fatma

Bagaimana cara mengedukasi anak agar tidak menggunakan gadget berlebihan ? ketika orang tua juga cukup lama dalam menggunakan gadget padahal itu konteksnya untuk bekerja ?

Jawaban :

  • Talks 2 : biasakan keterbukaan dan kedekatan dengan anak. Terutama yang memiliki tanggung jawab dengan anak, sharing ke anak tentang aktifitas kita. Ada komunikasi jadi anak paham apa yang akan kita lakukan. Kita komitmen dengan penggunaan gadget kita agar bisa memanage waktu dalam menggunakan gadget juga

 

Penanya :  Basvia

menurut dokter menggunakan perjanjian elektronik baik itu TTD atau Barcode apakah tidak meningkatkan resiko pemalsuan ?

Jawaban :

  • Talks 3 : sebetulnya tanda tangan konvensional lebih rawan untuk di palsukan dan lebih besar potensinya untuk ditiru. Kalau untuk elektronik ada kode tertentu yang terenkripsi dan tidak mungkin di palsukan.

 

Penanya :  Reza

ketika baru memulai proses kreatif bagaimana bisa membuat kita mendapat feedback ? perlu waktu berapa lama kita bisa mendapatkan hasil seperti relasi bahkan hingga berupa nominal ?

Jawaban :

  • Talks 4 : Kita harus menentukan target audience. Produk kita akan ditujukan atau di sharing ke siapa. nanti dari situ bisa terbentuk dan tersebar sendiri dengan platform digital untuk mengembangkan selanjutnya.

Bagikan updated
Kutai Timur