Press Release Masyarakat Melek Digital di Era Pandemi 3 September 2021 – Samarinda

Bagikan updated

Moderator : Shabrina Anwari

LO : As’ad daroini

Narasumber :

Local :

  1. Nurul Fatimah Khasbullah, S.H., LL.M
  2. Indrawan Dwisetya Suhendi, S.S., M.Hum

Nasional :

  1. Randy Danistha

KOL : Najma Shofia Maharani

 

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika:

  • Kementerian Kominfo yang bekerja sama dengan Siberkreasi akan terus berupaya meningkatkan Literasi Digital masyarakat lewat berbagai macam inisiatif kegiatan.
  • Mari kita ciptakan inovasi – inovasi yang baik, kita ciptakan masyarakat yang semakin paham digital di era digitalisasi ini, agar kita bisa melewati pandemi menjadi lebih baik dari masa sebelumnya.
  • Demikian sambutan yang bisa saya sampaikan, selamat mengikuti kegiatan ini, tetap semangat dan salam literasi digital.

 

Welcoming Speech Oleh Walikota Samarinda (Dr. H. Andi Harun)

  • Berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.
  • Program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang terliterasi digital.
  • Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah Banjar melaksanakan rangkaian Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Desember tahun ini.

 

Panelist 1 :

Kecakapan Digital : Upgrade Personal Branding

( Randy Danistha )

Moderator : Bisa dijelaskan sedikit tentang Personal Branding kak?

Narasumber : perkembangan sosial media sekarang itu saya rasakan banget. Dulu kita deklai ke bentuk image sebagai keyboardis nidji tapi sekarang kalau buat film saya ngebentuk dulu personal branding. Saya capture sosial media, memperkenalkan sosok baru saya di sosial media agar terinspirasi sama kita. Kita meng create trus di buat di media digital.

 

Moderator :Untuk profesi apa saja sih kita membutuhkan “Personal Branding”?

Narasumber : menurut saya setiap bisnis atau projek kita bisa ambil masing2 personal brandingnya. Nidji punya personal brandingnya. Kita bsa juga mengcrwatkan juga seperti publik figur membuat akun khusus untuk menunjukkan personal brandingnya.

 

Moderator :Apa saja metode2 yang bisa dilakukan untuk melakukan Branding tersebut?

Narasumber : saya lebih suka yang jadi diri kita sendiri. saya kurang menyukai org yang meng create yang bukan dirinya. Yang kalian suka apa capture yang dari diri kalian sendiri karena orang akan enak melihatnya daripada menjadi orang lain.

 

Moderator :Apakah “Buzzer” termasuk dalam salah satu metode Branding?

Narasumber : salah satu faktor yang mungkin semacam naik itu kita membangun komunitas. Saya fokuskan posting berbau sepeda. Sampai saya punya komunitas pesepeda. Dari semacam hal simpel kita posting lama2 kita bisa bersepeda bareng sama orang lain.

 

Moderator : Saat “Brand” diri kita (maaf) tidak bagus atau jelek, apa yang bisa kita lakukan untuk merubah “brand” atau “image” tersebut?

Narasumber : ada 2 tipe yang bermain sosial media. Ada Seseorang yang memancing keributan tapi trafficnya ramai, ramai hujatan. Setiap konten yang kita bikin pasti ada konsekuensinya. Buatlah yang seru dan menghibur. Ada hikmah kalau kita menggunakan digital dengan cara positif

 

moderator :Ada kiat atau pesan dan tips untuk para partisipan di rumah jika mereka ingin memulai atau mencoba melakukan kegiatan “personal branding” tersebut?

narasumber : kita coba gunakan sosial media untuk menambah teman. Kita mulai dari nol. Sosial media gimana caranya bisa temenan sama kita. Membuat hal menarik. Foto yang lucu. algoritmanya sosial media kan random. Gimana Caranya kita bisa muncul di eksplore. Gimana caranya kita buat konten yang kreatif dan teman2 memfollow kita.

 

Talks 2 :

Etika Digital : Sexual Harrasment dalam Dunia Digital

( Nurul Fatimah Khasbullah, S.H., LL.M )

  • Sejak 2015, Komnas Perempuan memberikan catatan tentang kekerasan terhadap perempuan terkait dengan dunia online dan menggaris bawahi bahwa kekerasan dan kejahatan siber memiliki pola kasus yang semakin rumit laporan diterima oleh Komnas
  • Di tahun 2019, 77 % laporan diterima oleh Komnas Perempuan meningkat di akhir tahun dari 97 kasus pada tahun sebelumnya. Di tahun 2020, 510 Laporan kasus kekerasan terhadap perempuan di dunia maya diterima oleh Komnas Perempuan
  • Populernya penggunaan media sosial telah menghadirkan bentuk-bentuk baru kekerasan berbasis gender KBGO atau KBG yang difasilitasi teknologi merupakan tindak kekerasan yang memiliki niatan melecehkan korban berdasarkan gender atau seksual. Jika tidak, maka kekerasan tersebut masuk dalam kategori kekerasan umum di ranah online.
  • Pelecehan ( yang dapat disertai dengan pelecehan offline) :
  1. online harassment, pelecehan berulang-ulang melalui pesan, perhatian, dan/atau kontak yang tidak diinginkan
  2. ancaman langsung kekerasan seksual atau fisik
  3. komentar dan lelucon seksual/kasar
  4. ajakan berhubungan intim
  5. Ujaran kebencian dan postingan di media sosial dengan target pada gender atau seksualitas tertentu
  6. Penghasutan terhadap kekerasan fisik
  7. Konten online yang menggambarkan perempuan sebagai objek seksual
  8. Penggunaan gambar tidak senonoh untuk merendahkan wanita
  • perempuan tidak lagi merasa aman secara online dan/atau offline Berdasarkan Internet Governance Forum tentang penyalahgunaan online : pelecehan online dan kekerasan berbasis gender merugikan perempuan dengan membatasi kemampuan mereka untuk mendapatkan manfaat dari peluang yang sama secara online yang biasanya didapatkan oleh laki-laki, seperti pekerjaan, promosi dan ekspresi diri.

 

 

 

Talks 3 :  Key Opinion Leader

Keamanan Digital : Kesiapan masyarakat dalam menghadapi transformasi digital

( Najma Shofia Maharani )

  • transformasi digital adalah sumber daya manusia yang merubah cara dalam pendekatan ke bisnis dan mendapatkan solusi. transformasi digital di indonesia terjadi di tengah kehidupan sehari-hari di masyarakat.
  • perubahan global membuat kecanggihan teknologi seperti informasi, komunikasi, transportasi. yang menghilangkan batas dan merubah masyarakat secara dinamis termasuk menggerus budaya
  • kecenderungan global :
  1. berlangsungnya revolusi industri keempat : fenomena kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam era revolusi digital
  2. perubahan peradaban masyarakat : berubahnya sendi-sendi kehidupan, kebudayaan, dan kemasyarakatan termasuk pendidikan
  3. semakin tegasnya fenomena abad kreatif : menempatkan informasi, pengetahuan, kreativitas, inovasi, dan jejaring sebagai sumber daya strategis bagi individu, masyarakat, korporasi, dan negara
  • Teknologi komunikasi dan informasi mengubah perang konvensional menjadi perang modern, menggunakan teknologi, media massa, cyber war.

 

Talks 4 :  Key Opinion Leader

Budaya Digital : Keniscayaan Digitalisasi Kebudayaan

( Indrawan Dwisetya Suhendi, S.S., M.Hum )

  • Salah satu sifat dasar manusia adalah melakukan perubahan. Perubahan dilakukan manusia untuk menjamin keberlangsungan hidupnya. Cara hidup manusia yang berubah memengaruhi perubahan pola kebudayaan. Dengan kata lain, manusia dan caranya memenuhi kebutuhan hidup adalah sarana penciptaan kebudayaan. Kebudayaan bukan hanya kesenian atau segala sesuatu yang bersifat tradisional, kebudayaan adalah praktik hidup itu sendiri
  • Dimulai dengan ditemukannya teknologi internet, manusia dan kebudayaannya berkembang memasuki era 4.0 yang serba digital.
  • Di era tersebut, kebutuhan manusia akan internet dan kecepatan arus informasi membawa transformasi kebudayaan dengan digitalisasi budaya sebagai keniscayaan. Pandemi Covid-19 turut mempercepat arus perubahan pola kebudayaan tersebut.
  • Virtualisasi ruang dan media, Salah satu keniscayaan budaya digital adalah berpindahnya ruang nyata ke ruang-ruang virtual. Di samping itu, terjadi migrasi media dari yang bersifat bendawi menjadi digital.
  • Digitalisasi budaya makan, Sebagai kebutuhan primer, makan, makanan, cara memperoleh, dan cara mengolahnya menentukan pola kebudayaan. Dalam budaya makan “kekinian”, algoritma aplikasi mampu merekomendasikan makanan berdasarkan kecenderungan selera makan, lokasi, harga, ongkos kirim.

Informasi lainnya yg disampaikan oleh moderator / mc :

  • Menyampaikan tata tertib acara
  • mengumumkan cara mendapatkan hadiah gimmick ke peserta
  • membacakan kesimpulan yang dipaparkan oleh para narasumber

 

Question And Answer

Penanya :

NAMA : Ahmad Nabil Amir

NARASUMBER : Randy danistha

PERTANYAAN : bagaimana cara memperkenalkan/menonjolkan personal saya di jalan yang banyak orang tempuh dan konsumen yang rendah.

Saya memiliki hobi menulis, dan pernah memposting karya saya di sebuah platform untuk novel/web novel. Karena persaingan yang sangat ketat, karya teratas yang terlalu mendominasi, dan literasi di Indonesia yang masih kurang, saya sangat susah untuk memperkenalkan dan menonjolkan personal saya

Jawaban :

Sebenarnya apa yang kita lakukan butuh proses dan coba cari beberapa platform lain, saya sebelum masuk label nidji 4 tahun hanya latihan dan adanya era digital ini kita mencari bisa sambil belajar dan biarkan itu menjadi proses mematangkan karya kita. Jadi jangan menyerah untuk mencari situs baru dan anggap semua ini proses.

Penanya :

NAMA : Asyifa Nur Azizah

NARASUMBER : nurul fatimah

PERTANYAAN :Bagaimana menghadapi orang terdekat,yang kalau bercanda selalu menggunakan kata kata yang tidak pantas? Dan jika ditegur dibilang sok bijak?

Jawaban :

Yang pertama jangan takut dan kita harus tegas bahwa kita tidak nyaman dengan bercandaan seperti itu dan jika tidak berbuah hasil saran saya tinggalkan dan yang berdiam pada lingkungan toxic. jadi jangan takut jari teman yang positif dan ini berlaku pada korban secara online. Kita juga bisa capture terlebih dahulu untuk pelaporan saat akan melaporkan.

 

Penanya :

NAMA : Muhammad Hasbi Riziq

NARASUMBER : najma maharani

PERTANYAAN : Apa saja dampak positif dan negatif dari perkembangan Melek Digital era pandemi?

Jawaban :

Melek digital itu hal pokok untuk menyongsong era industri 4.0, di era kemajuan TIK ini sangat membantu kita khususnya era pandemi ini, sebagian misal aspek digital jual beli ini menjadi online, dan pada pendidikan digital juga bisa menunjang KBM tanpa ada pertemuan secara langsung.

 

Penanya :

NAMA : syahrani

NARASUMBER : indrawan dwisetya

PERTANYAAN : Apakah budaya kita yang notabene nya masih banyak praktek tradisi lama seperti sesajen, kepercayaan2 lama seperti tempat2 suci atau penyembahan2 pada benda atau mitologi2 tertentu, dll dapat menghambat kelangsungan kehidupan kita yang mana pada saat ini serba teknologi. sedangkan kebudayaan diatas masih banyak yang berupaya melestarikan dengan maksud agar tidak punah. terima kasih 🙏

Jawaban :

Menurut saya kebudayaan lama harus bersinergi dengan teknologi agar kebudayaan lama bisa terdokumentasi dengan baik dan bisa bersinergi dengan cara memindahkan dengan cara didigitalisasi misal dibuat film atau direkam dan bisa diakses gratis hal itu justru membuat dunia digital mempunyai konteks kebudayaan kita.

 

Foto Bersama


Bagikan updated
Samarinda