PRESS RELEASE MEMAHAMI KINERJA DUNIA DIGITAL DI ERA 4.0 16 Juli 2021 – Kutai Kertanegara

Bagikan updated

Moderator : Amal Bastian

LO : Shahnaz

Runner : Venus

Narasumber :

Local :

  1. Baiq Husnul Khotimah
  2. Andika Abbas

Nasional :

  1. Malik Atmadja

KOL :  Dian Ardenia Sosanti

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.

Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

QnA

Penanya :  Rangga Arya

No.HP: 081252723163

Email: ranggaarya64@gmail.com

Kepada: Malik Atmadja

Pertanyaan: Apakah jejak digital dapat di hapus kak? Misalnya dulu pernah memposting hal hal yang mengandung ujaran kebencian, karena hal ini sangat berpengaruh pada saat kita melamar pekerjaan.  Lalu bagaimana cara kita menangani hal ini jika sudah terlanjur terjadi dimasa lalu?

Jawaban : Jejak digital kita di sosial media tidak bisa dihapus namun bisa diminimalisir. Bila untuk kepentingan HRD, bisa dihapus atau di archive agar hanya bisa dilihat pribadi, bukan untuk umum

Penanya :  Saridewi Mutiara Insani

No HP : 082328293282

Email : saridewim24@gmail.com

Kepada: Baiq Husnul Khotimah

Pertanyaan: Tadi saya tertarik dengan kalimat kak Baiq bahwa anak jaman sekarang itu bucin bgt sama sosial media bahkan banyak topeng yang dipake. Nah gimana sih pendapat kakak tentang second account sosial media seperti instagram, sebenernya akun kedua atau akun palsu itu bagus gak yah buat kita? Karena saya pingin tau, ada gunanya gak sih punya 2 akun di sosial media yg sama, atau justru itu malah bikin kita pake topeng lebih banyak lagi kak

Jawaban : Second account bukan berarti akun palsu. Namun akun palsu sudah pasti second account. Ketika teman-teman menggunakan second account maka topeng akan lebih terminimalisir

 

Penanya :  Savira Salwa A. P.

No. HP: 082331371172

E-mail : savira.salwaap@gmail.com

Kepada: Dian Ardenia Sosanti

Pertanyaan: saat ini semua orang berlomba-lomba untuk muncul ke sosial media sebagai seseorang yang open minded dan berpikir kritis. Beberapa orang menganggap bahwa open minded dan berpikir kritis adalah memiliki pemikiran berbeda dengan orang lain. Lalu berdasarkan alasan open minded dan berpikir kritis ini malah membuat seseorang memunculkan isu isu baru yang bisa saja mempengaruhi audience nya. Bagaimana cara tetap mengelola sikap kritis dan pemikiran open minded di media sosial?

Jawaban : Open minded tidak hanya saat kita memikirkan dari sudut pandang lain namun juga ketika kita bisa menerima pendapat orang lain dan tidak rasis terhadap sesuatu serta berpikir menyeluruh. Mengenai berpikir kritis yaitu ketika kita tidak menelan mentah-mentah informasi yang kita terima dan mengelolanya terlebih dahulu. Hal tersebut lah yang seharusnya disebut berpikir kritis dan open minded

 

Penanya :  Rendy alika

Email : rendyapika37@gmail.com

No hp : 083182270998

Kepada: Andika Abbas

Pertanyaan: bagaimana tips & trik menangkal berita hoax di sosial media? Dan gimana cara kita mengedukasi masyarakat sekitar kita akan digital etic

Jawaban : Kita mengsosialisasikan dan memberikan informasi yang benar. Perlu pendampingan karena apabila kita hanya melakukan publikasi saja maka pencapaiannya kurang maksimal agar berita hoax dapat diminimalisir.

 


Bagikan updated
Kutai Kertanegara