PRESS RELEASE MEMASUKI RUANG DIGITAL DENGAN BIJAK BERSAMA LITERASI 29 Juli 2021 – Balikpapan

Bagikan updated

 

Moderator : Reza Rahman

Narasumber :

Local :

  1. Alfia Magfirona, S.T., M.T
  2. Ir. Yanti, S.T., M.T.

Nasional :

  1. Ahmed Tessario Ekanuramanta.S.T.M.MT

KOL :  Dewi N. Sutrisno

 

 

 

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech Oleh Walikota( H. Rahmad Mas’ud, S.E., M.E)

  • Berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.
  • Program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang terliterasi digital.
  • Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah Banjar melaksanakan rangkaian Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Desember tahun ini.

 

Talks 1: tema  culture : bijak di kolom comment

(Ahmed Tessario Ekanuramanta.S.T.M.MT, CEO Sirtanio Organik & CEO PT.Satu Atap Indonesia)

  • komen yg positif dan komen yg negativ. klo komen positif akan memperlus network dan membuka kerjasama, klo negative akan kena dampak pada usaha dan juga relasi yg ada
  • jangan sampai menyinggung organisasi dan menyebut nama, hindari perluasan kabar yg blum tentu itu benar, berhati2 dan bijak agar tidak terkena pasal ITE dan juga tidak ada gunanya mengomentari hal yg negative ke orang lain
  • cara menghindari kontent negatif hindari konten yg buruk di sosial media, kalau bisa hindari hobi share dan juga berpikir dulu apa komentaritu bisa di pertanggung jawabkan atau tidak menyinggung dari orang lain

 

Talks 2: tema Digital Skills : Shift Paradigm Millenial Menuju Era Digitalisasi

(Alfia Magfirona, S.T., M.T Dosen Teknik Sipil)

  •     generasi milinial adalah generasi yg unik dibandingkan generasi sebelumnya, soal kepiawiannya dal berteknologi dan sangat peka dgn perubahan teknologi yg didukung internet yg sagat mudah diakses dan juga cepat belajar dalam bergaul sesama generasinya dan adaptif siap untuk melangkah lebih jauh
  •     partisipasi generasi milinial dalam dunia kerja akan membawa transformasidari sisi politik, ekonomi politik, sosial dan budaya. revolusi 4.0 diharapkan menjadi lebih produktif dan kompetitif guna menghadapi perubahan besar pada masa digitalisasi yg akan merambah ke kehidupan dan membawa pola hidup dimasyarakat.
  • ciri pembelajaran online  bertumpu pada kemandirian peserta diil dalam belajar, penggunaan media elektronik berbasis komputer, pemanfaatan berbagai fungsi, media elektronik sehingga disebut multimedia, penggunaan hardware, software, dan jaringan internet

 

Talk 3 : topik Digital Safety : Main Aman saat Belanja Online

(Ir. Yanti, S.T., M.T. Pengurus Asosiasi Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia)

  • jejak digital adalah semua informasi terkait diri kita yg muncul di internet, hal ini mencakup banyak hal mulai dari foto, audio, video teks, hingga like komen yg di posting di berbagai platform di sosial media yg skrng mulai banyak yg digunakan.
  • selain guru peranan orang tua dan keluarga sangat penting juga sebagai pendamping. agar tidak membuka konten yg negatif dankonten yg berdampak burukbagi anak anak. dan tidak mempengaruhi ara pandan, rohani dan mental anak.
  • smart pilah informasi yg akan disebar. apakah dampaknya buruk atau baik, jgn mudah percaya menelan berita buruk secara mentah-mentah dan juga jgn sembarangan mengklik link agar terhindar phising

 

Key Opinion Leader Digital Ethics : 101 Copywriting Do’s and Don’ts

(Dewi N. Sutrisno http://tiket.com/)

  • copywriting adalahbagian penting dari marketing cmunication yg dilakukan untuk menyampaikan pesan dgn banyak cara bercerita atau to the point disampaikandengan soft selling ata hard selling
  • tidak sama dengan konten writer,bedanya bisa dilihat dari tujuan gaya menulis dan media placement untuk tiap tulisannya, tugasnya menulis dengan sifat persuasif dan komersial agar berhasil untk mempromosikn membuat target merasa tertib dalam campaign, serta melakukan aksi dgn brand dan jasa dari sebuah perusahaan
  • media placement yg harus dikuasai oleh seseorang copywriter adalah billboard, poster, dan e-poster, digital campaign (email, newsletter, social media), booklet, dll. selain itu seorang copywritter juga menulis script untuk iklm di TV, radio atau app streaming seperti sportify dll

Informasi lainnya yg disampaikan oleh moderator / mc :

  • Menyampaikan tata tertib acara
  • mengumumkan cara mendapatkan hadiah gimmick ke peserta
  • membacakan kesimpulan yang dipaparkan oleh para narasumber

 

QnA

Penanya :  Rizki Fadzilah

No HP: 083127134761

Email: ​​tidak ada

Narasumber: Alfia Magfirona

Pertanyaan: Bagaimana orang tua sebagai generasi yang lebih tua, mengimbangi generasi millenial agar bisa memberikan pendidikan yang tepat?

Jawaban : Saya rasa sebagai generasi X yang merasa terlahir sebelum generasi milenial yang perlu dilakukan adalah kita mengimbangi para generasi milenial ini. Generasi milenial ini kan suka bermain media sosial maka kita mau tidak mau dipaksa juga harus cakap bermedia sosial, tapi kita juga harus punya kontrol terhadap para generasi milenial ini. Memang kita juga harus merubah pola lama atau paradigma lama bahwa it’s okay bermedia sosial, menggunakan teknologi, tapi tetap ada controlling di diri kita terhadap generasi milenial dan kita bisa akhirnya beradaptasi dengan para milenial. Terbuka saja adaptif terhadap perubahan yang terjadi.

 

Penanya :  Fakhri Asyraf

No HP: 085738259627

Email: asyraffakhrri@gmail.com

Narasumber: Ahmed Tessario

Pertanyaan: Bagaimana cara memberi support/membantu orang yang terlanjur trauma akibat banyaknya hate comment yang dia terima? Agar tidak ada lagi su-ri dan chester bennington selanjutnya?

Jawaban : Jangan overthinking kalau menurut saya, maksudnya semua itu terjadi karena overthinking, karena anggapan, karena persepsi, karena preferensi. Jadi menurut saya kalau buat teman-teman menghindari resiko-resiko untuk hate comment tersebut menurut saya yang dilakukan pertama adalah mengurangi screen time paling gampang itu. Terus gimana kalau mereka sudah terlanjur sudah traumatic terhadap hate comment tersebut? Caranya dengan ditutup sosial medianya. Kita kalau tidak pakai sosial media masih tidak apa-apa, masih bisa hidup, masih bisa kerja, masih bisa berkarya, kecuali memang kerjaannya di bidang itu. Tetapi poin yang pertama kurangi screen time, yang kedua stop dulu bermain sosial medianya dan yang ketiga cari hobi baru atau olahraga.

 

Penanya : Ida pudjiastuti

No HP: 083151578165

Email: idapudjiastuti@yahoo.com

Narasumber: Dewi N. Sutrisno

Pertanyaan: apakah copy writer dan content writer hanya dpt digunakan dalam  hal bisnis saja? dan bagaimana keamanan hak cipta tulisan copywriter dan content writer milik kita

Jawaban : Sebenarnya copywriter itu bukan cuma bisa di bisnis saja, tapi juga bisa untuk personal atau pribadi, misalnya teman-teman suka menulis artikel sendiri buat di blog itu tidak apa-apa, nanti bisa dikumpulkan jadi portofolio. Aku copywriter suka menulis caption-caption sambil menceritakan foto di Instagram atau aku suka nulis-nulis cerita di Twitter itu bisa juga dijadiin penjelasan sebagai copywriting juga tapi di dalam ranah pribadi. Misalnya aku juga nge-review Skin Care atau ngasih tahu tips and trick tentang fashion itu bisa juga disebut dengan copywriting tapi enggak di ranah bisnis tapi di ranah aku sendiri atau personal jadi jatuhnya ke blog personal.

Sebenarnya kalau tentang copyright itu kalau udah masuk ke dalam sebuah brand mungkin sudah bisa dilindungi dari tempat brand itu sendiri. Tapi yang lebih masalah itu kalau seandainya kita menulis tentang sebuah review atau penulisan pribadi dan kita nggak punya license atau nggak punya lisensi itu yang lebih terancam, jadi memang kalau tulisan pribadi itu lebih bisa punya peluang besar untuk di copy-paste sama orang. Tapi kalau untuk ke ranah brand atau sebuah bisnis itu jatuhnya bisa lebih dilindungi kalau seandainya kita mendaftarkan sebuah tulisan kita untuk masuk kedalam copyright.

 

Penanya :  Fuadah Annadhira

No HP: 081292702142

Email: 10fuad.annadh@gmail.com

Narasumber: Ir. Yanti

Pertanyaan: bagaimana cara guru menegur anak yang kedapatan melakukan bullying, hate komen, atau hal negatif di sosial media?

Jawaban : Jadi ketika kita mendapati anak-anak seperti itu kita jangan memarahinya dulu terus jangan juga HP langsung kita simpan itu artinya malah memutus ilmu daripada digital tersebut, jadi yang penting yang harus kita lakukan adalah pertama memberikan pandangan bahwa bullying itu tidak baik karena apa, bagi kita kan tidak melihat, orang lain yang akan melihat, itu orang lain seluruh dunia yang akan melihat. Kalau tidak percaya kita akan contohkan yang sudah kita bully kan dia merasa tidak nyaman kemudian melaporkan dengan tindak pencemaran atau tindak perbuatan yang tidak nyaman itu akan berakibat ke ranah hukum. Kita harus menanamkan juga kepada anak agar mengerti bahwa sekarang walaupun tidak kelihatan seakan-akan mereka hanya hidup sendiri saja, tetapi share-share-an mereka itu atau bullyan mereka itu dilihat oleh orang banyak dan akan ada salah satu yang nanti akan melaporkan.


Bagikan updated
Balikpapan