PRESS RELEASE MENJADI PINTAR DENGAN LITERASI DIGITAL 12 Juli 2021 – Kutai Kartanegara

Bagikan updated

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat ( H. Hadi Mulyadi S.Si., M.Si , Wakil Gubernur Kalimantan Timur)

  • Berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.
  • Program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang terliterasi digital.
  • Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah Banjar melaksanakan rangkaian Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Desember tahun ini.

 

 

Talks 1: Etika Digita : Literasi Digital dalam Menangkal Terorisme, Radikalisme, dan Separatisme

(Suaeb, Koordinator Duta Damai Kutai Kertanegara)

  • Kesamaan terorisme, radikalisme,dan separatisme adalah sama-sama menggunakan kekerasan. Karakteristik dari gerakan tersebut adalah menebarkan kebencian, deprivasi relatif, kedangkalan nalar, dan disorientasi.
  • Akar permasalahanya:

DIMENSI INTERNASIONAL

  • Persepsi kondisi tertindas secara terus-menerus  oleh Barat pimpinan AS terhadap agama tertentu.
  • Menganggap kondisi tersebut adalah ketidakadilan yang harus diubah.
  • Menganggap proses damai mendapatkan perubahan tidak akan diperoleh.
  • Kekerasan adalah cara sah dalam mencapai tujuan.

DIMENSI NASIONAL

  • Salah tafsir terhadap ajaran Agama untuk mencapai tujuan kelompoknya.
  • Balas dendam
  • Psikologi
  • Kemiskinan
  • Ketidakadilan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Radikalisme terbagi menjadi dua:
  • Radikalisme Statis: Pemikiran radikal yg lbh bersifat gagasan, tidak dalam bentuk aksi nyata kekerasan
  • Radikalisme Destruktif: Radikalisme yg merusak, gunakan metode kekerasan  dlm wujudkan tujuan yg dicita-citakan
  • Kelompok Radikal:
  • Radikal Gagasan
  • Radikal Milisi
  • Radikal Separatis
  • Radikal Premanisme
  • Radikal Lainnya
  • Radikal Teroris
  • Separatisme adalah suatu paham atau gerakan yang perlu dipahami dengan baik. Istilah separatisme ini mengacu pada orang-orang atau suatu golongan yang ingin memisahkan diri dari suatu kelompok, dalam hal ini adalah Negara. Penyebabnya adalah konflik vertikal, konflik horizontal, sosial, politik, dan ekonomi.
  • Dengan begitu banyak media yang bisa kita gunakan dalam menyampaikan informasi secara cepat, tampa kita sadari media media itu bisa mempengaruhi cara berpikir kita. Dan juga media sebagai tempat kebohongan yang paling nyata, tempat kita menyerap informasi yang salah. Disinilah letak masuknya kejahatan (Terorisme, radikalisme dan separatisme) yang tidak bisa kita bendung. Media sosial itu bersifat borderless dan luas, partisipatif dengan peserta beragam, bersifat private dalam penggunaan, komunikasi bebas dan cepat dan pesan mudah dibuat
  • Cara menangkal paham-paham tersebut:
  • pendidikan literasi bermedia sosial perlu ditingkatkan
  • pemblokiran situs kejahatan dengan tetap berdasarkan aturan tentang alasan pemblokiran
  • meningkatkan komunikasi budaya lokal dalam beragama
  • Bijak dalam Bermedia Sosial
  • Mendiskusikan Konten Yang ada dengan orang yang lebih paham
  • Menbanding laman daring dengan laman daring lainnya

 

Talks 2: Budaya Digital : Perang Literasi Digital di Dunia Marketplace

(Alexander Dimas, regional Bussiness Leader APAC of HoneyWell)

  • Manfaat literasi digital:
  • Menghemat waktu dan biaya
  • Memperoleh informasi terkini dengan cepat
  • Memperkaya keterampilan dan keuangan
  • Transaksi online setahun terakhir meningkat tajam karena dianggap sebagai solusi untuk meminimalisir kontak fisik secara langsung agar penularan virus Covid-19 bisa ditekan.
  • Marketplace adalah website atau aplikasi yang dibuat untuk memfasilitasi proses jual beli antara penjual dan pembeli pada satu tempat. Sedangkan e-commerce, penjual hanya diisi oleh pemilik e-commerce itu sendiri, tidak menyediakan tempat bagi penjual lain.
  • Hasil survei BPS yang dilakukan terhadap ribuan mitra marketplace pada Oktober 2020 yang membeberkan bahwa:
  • 80% pemilik usaha meraih keuntungan tambahan lebih dari 2 kali lipat ketika bergabung menjadi mitra “Marketplace”.
  • Para Mitra juga mengaku bisa menghemat biaya transportasi lebih dari Rp50.000.
  • Di Februari 2021, aplikasi Marketplace “Tokopedia” menduduki peringkat #1 untuk kategori aplikasi ritel FMCG dengan jumlah rata-rata pengguna aktif harian tertinggi.
  • Sepanjang 2021, rata-rata pengguna aktif harian para penjual Marketplace tumbuh hingga 50 persen dibandingkan dengan 2020
  • Tips berjualan di marketplace
  • Pilih Marketplace Ternama dan Terpercaya
  • Sesuaikan Promo
  • Buat Deskripsi Produk dengan Jelas
  • Kenali Kebutuhan Konsumen

 

Talks 3: Key Opinion Leader

Kecakapan Digital : Tren Pekerjaan dan Usaha di Dunia Digital

(Shela Desy Deria, Influencer, Reviewer, Entreprenuer ( @sdv_shop))

  • Seiring berkembangnya kemajuan teknologi, informasi, dan komunikasi di era digital, hal ini mengakibatkan PERUBAHAN terhadap dunia kerja . Dimana Manusia di paksa untuk dapat menyesuaikan dengan perkembangan teknologi di era digital yang semakin canggih, agar tidak tertinggal zaman.
  • Transformasi digital menjadikan dunia dipenuhi dengan kebiasaan dan karakter baru. Setiap tahunnya, perkembangan dunia digital di berbagai negara terus meningkat secara signifikan.
  • Kelebihan bisnis di dunia digital:
  • Pilihannya beragam
  • Akses buka akun gratis
  • Dapat menjangkau target pasar yang luas
  • Fleksibel
  • Potensi penghasilan tanpa batas
  • Kekurangan bisnis di dunia digital:
  • Persaingan pasar yang ketat
  • Terlalu bergantung pada search engine
  • Perlu pengetahuan dan skills khusus
  • Maraknya penipuan

 

Talks 4: Keamanan Digital : Rekam Digital di Ranah Pendidikan

(Aris Setiawan, Penulis, Pengiat Literasi, Guru)

  • Era digital: suatu kondisi kehidupan atau zaman dimana semua kegiatan yang mendukung kehidupan sudah dipermudah dengan adanya teknologi.
  • Era digital: hadir untuk menggantikan beberapa teknologi masa lalu agar jadi lebih praktis dan modern.
  • Era digital: Amati – Pahami – Ikuti – Evaluasi
  • 4K Berjalan di era digital:
  • Kemampuan mengelola identitas personal (aktualisasi)
  • Kemampuan mengoptimalkan layanan digital (personal branding)
  • Kemampuan melakukan sinergi dan kolaborasi digital
  • Kemampuan menyadari diri dan kebutuhannya (konten, aplikasi)
  • Dua Mendasar Perlu Dilakukan:
  • Sinkronisasi pemahaman pendidik dan anak didik dalam fungsi, tujuan, media digital dalam ranah pendidikan.
  • Internalisasi nilai-nilai positif/karakter baik dalam pendidikan di era pendidikan digital.
  • MENDIDIK DIRI DI RANAH PENDIDIKAN:
  • Kolaborasi – Kompromi
  • Evaluasi – Intropeksi
  • Proteksi – Reputasi
  • Rekam Jejak Digital adalah Semua aktivitas yang dilakukan di internet. Contoh: komentar yang ditinggalkan pada facebook, twitter, forum, blog, gambar yang dibagikan pada instagram, panggilan skype, atau e-mail yang berpotensi dilihat oleh orang lain ,atau dapat dilacak pada database.
  • “Digitalisasi sekolah sebagai salah satu prioritas dari merdeka belajar melalui pengembangan platform pendidikan nasional berbasis teknologi dan pembangunan infrastruktur kelas atau sekolah masa depan.” – Mendikbud, Nadiem Makarim
  • Gerusan zaman di era milenial bukanlah hambatan dalam mendidik generasi penerus bangsa. Kecanggihan teknologi justru menjadi media bagi praktisi dan lembaga pendidikan dalam menyiapkan generasi masa depan. Pendidikan menjawab tantangan zaman sehingga bisa melahirkan anak-anak yang dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman (pengetahuan dan teknologi), sekaligus tetap menjaga nilai-nilai moral yang luhur di masyarakat.
  • Potensi bahaya jejak digital:
  • Akses data pribadi
  • Pencurian identitas
  • Doxing dan framing

Informasi lainnya yg disampaikan oleh moderator / mc :

  • Menyampaikan tata tertib acara
  • mengumumkan cara mendapatkan hadiah gimmick ke peserta
  • membacakan kesimpulan yang dipaparkan oleh para narasumber

QnA

Penanya :  Anda Kusminta

Selamat Siang, Izin bertanya kepada Kak Suaeb_ Keterbukaan informasi di dunia digital ini ikut mempengaruhi nilai dan norma dasar budaya Indonesia. Sebagai orang tua yang tidak begitu paham akan teknologi, bagaimana menjaga karakter dan integritas anak yang saat ini banyak berinteraksi dalam internet dengan berbagai orang yang memiliki latar budaya yang beragam dari yang positif hingga negatif? Bagaimana agar akhlak terpuji semakin terpupuk ditengah pengaruh teknologi yang semakin menjadi-jadi dampaknya khususnya agar terhindar dari paham radikalisme, terorisme dan separatisme yang terkadang kontennya terdapat di media social? terimakasih.

Conclusion

Jumlah participant terbanyak pada sesi ini : 51

 

Conclusion/Kesimpulan Webinar :

  • Dengan adanya literasi digital memungkinkan masyarakat memiliki peluang baru untuk menaikkan taraf dan kualitas hidup, serta dengan dibantu adanya para Marketplace memungkinkan wirausahawan atau pegiat UMKM bisa mendapatkan keuntungan bisnis yang lebih baik.
  • Literasi digital kini sudah menjadi suatu keharusan bagi para wirausahawan untuk menemukan peluang baru di era digital.
  • Bisnis digital adalah suatu jenis bisnis jasa yang memanfaatkan kecanggihan teknologi ketika menciptakan sebuah produk ataupun pemasarkannya.
  • Literasi digital itu penting, tetapi mendidik generasi yang literat dan berkarakter itu jauh lebih penting.

 

Catatan pembelajaran kegiatan :

  • Kesalahan Teknis :
    • Mati lampu ketika brief
    • Terdapat noise ketika moderator on mic

 

  • Kesalahan Non Teknis :
    • Key Opinion Leader memliki banyak kesalahan pengetikan pada materi yang dipresentasikan.
    • Sebagian tampilan narasumber Suaeb sedikit tampak transparan
    • Narasumber Suaeb melebihi durasi yang diberikan

 

  • Sesi narasumber paling menarik dan alasannya
    • Alexander Dimas karena pembawaan materi yang santai dan mudah dimengerti. Menarik perhatian peserta dan mendapat tanggapan pertanyaan terbanyak.

 

  • Sesi narasumber kurang menarik dan alasannya
    • Sheila Desy Deria karena terlihat tidak menguasai materi dan terdapat banyak kesalahan penulisan pada materinya
    • Suaeb karena terlalu banyak membaca pada materi

 

 


Bagikan updated
Kutai Kertanegara