Press Release Merdeka dari Hoax dengan Literasi Digital 25 Agustus 2021 – Samarinda

Bagikan updated

Moderator : Septi Diajeng

LO : Oni

Runner : Afnan

Narasumber :

Local :

  1. Muhammad Yani, S.Kom., M.T.I.
  2. Nury Prihartini, S.Pd., M.E., Gr

Nasional :

  1. Romy Rafael

KOL :

Najma Shofia Maharani

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech oleh Direktur Jendral Aplikasi Informatika: (Samuel Abrijani Pengarapan B. Sc):

  • Program literasi digital menjadi jawaban atas era disrupsi teknologi saat ini.
  • Kehadiran pandemi dan berkembang pesatnya teknologi mengubah cara kita beraktifitas, sehingga teknologi sebagai bagian dari masyarakat.
  • Menjadi sebuah tantangan bagi kita untuk meningkatkan literasi digital pada masyarakat
  • Mendidikan masyarakat bukan hanya pada kemampuan menggunakan teknologi digital saja , namun juga bagaimana masyarakat cermat dalam menggunakan teknologi.
  • Adanya berbagai inisiatif kegiatan diharapkan semakin mendorong meningkatnya literasi digital masyarakat.
  • Mempersiapkan sdm yang sesuai dengan kecakapan era digital.
  • Dengan kondisi pandemi maka akan mempercepat pula proses tranformasi menuju era digital, maka dibutuhkan kerjasama yang bersifat menyeluruh dan kontinyu oleh segala elemen.

 

 

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat ( Dr. H. Andi Harun – Walikota Samarinda)

  • Sesuai Arahan visi Presiden, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi telah menyusun sebuah Peta Jalan Literasi Digital Tahun 2021-2024 untuk meningkatkan partisipasi digital masyarakat, mendorong pengembangan ilmu pengetahuan masyarakat dibidang Teknologi dan Informatika Komputer dan Digital serta mendorong tingkat kecakapan transformasi digital dalam pemanfaatan teknologi baru.
  • Peta Jalan Literasi Digital dirumuskan dalam empat kerangka dalam menyusun Kurikulum Literasi Digital yaitu : Digital Skills, Digital Ethics, Digital Safety dan DIgital Culture.
  • Untuk mencapai Target Masyarakat yang cakap digital diadakan acara secara serentak selama 7 bulan pada tahun ini yang dimulai di bulan Mei dengan dilakukannya Kick Off atau Pembukaan oleh Bapak Presiden serta Menteri Komunikasi dan Informatika demi tercapainya pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat komunikasi atau jaringan dalam menemukan alat komunikasi atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, memanfaatkan secara sehat bijak, cerdas, cermat, tepat dan patuh hukum dalam membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dapat menanggulangi penggunaan Teknologi Digital oleh seluruh lapisan masyarakat secara tidak baik

 

Panelist 1 : Kecakapan Digital : Pentingnya memiliki Digital Skills di Masa Pandemi

(Romy Rafael)

  • Di Era Digital anda tidak bisa hanya mengandalkan intuisi anda saja, karena pihak lain daat memanipulasi pilihan anda. tentu dengan melek digital anda bisa melindungi diri anda untuk hal yang tidak berguna
  • Karena informasi diulang bisa menjadikan anda sadar dengan akan informasi yang anda terima. Banyak informasi yang kita terima dan bisa menerima dan menyerap informasi yang berulang itu menjadi sugesti yang kita terima meskipun kita tidak tahu apakah itu positif atau negatif

 

Talks 2 : Budaya Digital : Menjaga dan Mendidik Anak di era Digital

(Muhammad Yani S.Kom., M.T.I )

  • Digital Culture sebagai gagasan yang bersumber penggunaan teknologi dan internet. Hal itu membentuk cara masyarakat berinteraksi, berperilaku, berpikir dan berkomunikasi sebagai manusia dalam lingkungan.
  • Transformasi Digital membentuk budaya masyarakat dengan adanya komunikasi, fashion, gaya hidup dan bahasa. Kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru. Aspek budaya sangat penting untuk menggerakan Transformasi digital. McKinsey(2018) menjelaskan hal yang paling penting yang dapat menghambat dalam transformasi digital adalah perilaku dan budaya.
  • Hati-hati dengan judul provokatif, cermati alamat situs, periksa fakta, cek keaslian foto, dan ikut serta grup diskusi anti hoax. Agar kita menjadi produktif kita bisa menggunakan komputer sebagai media. Peluang Bisnis di Era Digital adalah software hoses, startup, content creator, game developer dll
  • Tips pendampingan orangtua adalah menambah pengetahuan baru, penggunaan perangkat digita, menelusuri dan interaksi dengan anak, manajemen waktu, sesuaikan keperluan.

 

Talks 3 : Key Opinion Leader

Etika Digital : Sudah tahukah kamu dampak penyebaran berita Hoaks

(Najma Shofia Maharani)

  • Hoaks adalah berita bohong yang informasi sesungguhnya tidak benar tapi seolah benar. Tujuan berita bohong ini agar masyarakat merasa tidak aman, tidak nyaman dan kebingungan
  • Hoaks bertujuan menggiring opini publik yang menguji kecermatan dan kecerdasan pengguna internet. Dampak atau bahaya hoaks sangat banyak. Gaya bahasa harus memperhatikan etika saat akan memberikan komentar pada orang lain terlepas kita mengenal atau tidak akan hal itu.
  • Jangan mengucap sesuatu yang kita tidak tahu faktanya. Semua bisa terlihat indah di media sosial tapi nyatanya tidak sama. Jadi jangan cepat berkomentar, meskipun kita tahu lebih baik menyampaikan saat bertemu atau lebih baik diam.
  • Berikan postingan yang memotivasi dan menginspirasi. Bila yang kita sampaikan jauh dari menginspirasi lebih baik berkomentar dalam hati saja.

 

Talks 4 : Keamanan  Digital : Kiat-Kiat Melawan Hoax 

(Nury Prihartini, S.Pd., M.E., G.R)

  • Penggunaan Internet Di Indonesia Tahun 2021 ada 73.7% dari penduduk indonesia. Dampak Positif dari Media Sosial adalah sebagai sumber informasi, media komunikasi, sarana hiburan, menambah penghasilan, dan kampanye sosial. Dampak Negatif dari Media Sosial ini sendiri seperti adanya Hoax, Cybercrime, rasisme, bullying, pelecehan dan pornografi.
  • Strategi dalam memerangi Hoax adalah menegakkan hukum, melibatkan penyelenggara platform, Edukasi Masyarakat.
  • Tips melindungi data pribadi di Media Sosial adalah memastikan data terenkripsi, berhati-hati saat menggunakan jaringan wifi, waspadai tautan phising, gunakan password yang sulit ditebak dan gunakan mode incognito ketika berselancar.
  • Jangan lupa untuk berfikir terlebih dahulu sebelum melakukan sharing.

Informasi lainnya yg disampaikan oleh moderator / mc :

  • Menyampaikan tata tertib acara
  • mengumumkan cara mendapatkan hadiah gimmick ke peserta
  • membacakan kesimpulan yang dipaparkan oleh para narasumber

QnA

Penanya :  Salman

seperti yang disampaikan master bahwa semua orang bisa menjadi target hipnotis. bagaimana kita menghindari hal itu ?

Jawaban :

  • Talks 1 : Fenomena itu penipuan bukan dari murni hipnotisme tapi hanya manipulasi. Apabila ada penipuan ATM hilang ada banyak faktor bisa karena memang ditipu atau kelalaian. Tapi hipnoterpi sendiri tidak bisa serta merta melakukan itu

Penanya :  Watina

Dengan adanya pandemi yangmengharuskan Daring. Pemahaman seperti apa yang bisa mengajarkan sopan santun dan etika kepada anak didik seperti ketika membalas chat guru atau meet online  yang bisa meningkatkan kesopan dan adab murid ?

Jawaban :

  • Talk 2 : Kita sebagai pengajar harus mengatur kontrak pembelajaran di depan anak didik. Apa aturan yang disepakati agar keberlangsungan pembelajaran berjalan dengan baik. anak bisa mendapat masukkan dalam beretika baik berbicara, bersikap dll agar proses belajar berjalan lancar dan sesuai harapan. Hal yang dapat membuat pembelajaran lebih bagus dan tertarik dengan kita sebagai guru terus belajar ya

 

Penanya :  Slamet Riyadi

Bagaimana metode memilih dan menyaring informasi yang valid agar terhindar dari informasi hoaks ?  bagaimana dari pemerintah menghadapi masalah ini

Jawaban :

  • Talks 3 : Pemerintah dan penegak hukum menegakkan UU ITE, membuat literasi digital dan patroli siber. Melakukan pendekatan humanis dan membuat program BANSOS dan memberikan informasi tentang pandemi yang benar dan Valid

 

 

Penanya :  Wahyudo

bagaimana kita menanggapi dan menghadapi teknologi informasi yang sangat maju. terutama untuk menghadapi Hoax ?

Jawaban :

  • Talks 4 : dengan menyaring informasi yang akan dicari dan di dapatkan. Sebelum sharing kita harus menyaringnya dulu. Lebih baik kita gunakan teknologi hanya untuk belajar untuk siswa. upaya untuk terhindar dari hoax adalah jika mendapatkan informasi di saring dulu sebelum sharing.

Bagikan updated
Samarinda