Press Release Pahami Konten Digital Dengan Literasi Yang Tepat 2 September 2021 – Bulungan

Bagikan updated

Moderator : Septi D Ajeng

LO : Junior

Runner : Rezza & Fitroh

Narasumber :

Local :

  1. Sumarsono, S.Sos
  2. Khoirul Anam, S.Pd., M.App.Ling.

Nasional :

  1. Martin Anugrah

KOL :  Angel Meryci (Anggelia Meryciana, S.Par)

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

 

Welcoming Speech oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika:

  • Kementerian Kominfo yang bekerja sama dengan Siberkreasi akan terus berupaya meningkatkan Literasi Digital masyarakat lewat berbagai macam inisiatif kegiatan.
  • Mari kita ciptakan inovasi – inovasi yang baik, kita ciptakan masyarakat yang semakin paham digital di era digitalisasi ini, agar kita bisa melewati pandemi menjadi lebih baik dari masa sebelumnya.
  • Demikian sambutan yang bisa saya sampaikan, selamat mengikuti kegiatan ini, tetap semangat dan salam literasi digital.

 

Welcoming Speech Oleh Gubernur Kaltara ( Drs. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum.)

  • Berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.
  • Program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang terliterasi digital.
  • Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah Setempat melaksanakan rangkaian Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Desember tahun ini.

 

Talks 1: Tema Etika Digital : Tips Mengenali Berita Palsu Dan Verifikasi

(Sumarsono, S.Sos Pimpinan Redaksi Tribun Kaltara)

  • Hoax adalah informasi palsu, berita bohong, atau fakta yang direkayasa untuk tujuan lelucon, tendensius hingga serius (politis).

Ciri-ciri Hoax’

  1. Mengakibatkan kecemasan ,kebencian, dan permusuhan.
  2. Sumber berita tidak jelas, dan tidak berimbang
  3. Bermuatan fanatisme, provokatif, tanpa fakta
  • Menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan atau tidak lengkap, sedangkan ia mengerti dan mampu menduga bahwa kabar itu akan menerbitkan keonaran. (Ancaman Hukuman 2 Tahun).
  • Kita harus bijak dalam bermedia sosial, yang kita lakukan dalam bijak bermedia sosial adalah:
  1. Harus sadar, apapun yang di-share di medsos akan menjadi konsumsi publik
  2. Informasi yang disampaikan benar dan bermanfaat untuk public, hindari hoax
  3. Jangan terpancing emosi untuk menanggapi komentar hanya akan merugikan anda
  4. Jangan pernah menulis status di FB, IG, berkicau di twitter tentang aib anda, teman anda atau bahkan keluarga anda

 

Talks 2: Tema Kecakapan Digital : Tren Pekerjaan Dan Usaha Di Dunia Digital

(Khoirul Anam, S.Pd., M.App.Ling. Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Tanjung Selor)

  • Revolusi industri 4.0 dikenal dengan era digitalisasi di mana hampir seluruh kegiatan terintegrasi dengan internet dan menggunakan big data. Pada era ini menghadirkan perusahaan baru yang tidak besar, tetapi bergerak dengan cepat.

Di samping munculnya perusahaan baru, banyak pekerjaan yang digantikan oleh robot. Dengan demikian, setiap orang harus mempelajari keterampilan baru lagi agar tidak tergantikan. Akan tetapi, digitalisasi pun menghadirkan beberapa pekerjaan dan usaha baru yang banyak memanfaatkan teknologi dan internet.

  • Peluang usaha dan pekerjaannya, yaitu seperti:
  1. FreelanceR

Contoh: Designer, Copywriter, Animator, hingga Video Editor.

  1. E-Commerce

bisnis e-commerce di rumah. Barang-barang dapat dijual lewat segala jenis platform yang tersedia.

  1. Dropshiper/RESELLER

produsen akan mengirimkan langsung barang ke pelanggan.

  1. Digital Marketing
  • freelance
  • kontrak
  1. Konten Kreator

Membuat konten tentang apa saja yang menarik: YouTuber, Selebgram, Vloger dan lainnya.

Peluang pekerjaan yang lain lagi seperti:

  1. Trader Saham, Investor hingga Pialang Saham Seorang trader dan investor bisa memantau pasar keuangan dan melakukan transaksi jual beli aset dimanapun ia berada bahkan dari rumah sekalipun.
  2. Pengajar hingga penerjemah

Pembelajaran secara online semakin umum dilakukan sejak pandemi COVID-19. Para pengajar atau guru pun bisa membagikan ilmunya lewat internet.

  1. Konsultan

Menjadi konsultan yang sesuai dengan profesionalisme kita. Interaksi dengan klien kini lebih mudah, bisa dilakukan dari jarak jauh, lewat platform Zoom, Google Meet, dan lainnya.

  1. Event Planner, Social Media Specialist dan SEO Specialist

Banyak organisasi dan usaha yang pasti memerlukan orang khusus untuk mengelola akun-akun media sosial mereka kan? Nah, ini dia jenis pekerjaan yang paling dicari.

  • Cara agar bisa mendapatkan peluang pekerjaan pada masa era digitalisasi ini adalah:
  1. Start Up
  2. Pilih peluang yang ada di sekitar kita autodidak, copy paste, gradualy (step by step)
  3. Scale up
  4. teamwork, focus, upgrade skill and capital
  5. corporate strong n solid teamwork, capital, business expansion

Panelist 1 : Topik Budaya Digital : Menjaga & Mendidik Anak Di Era Digital

(Martin Anugrah, Digital Creator, Cameo Project)

Moderator :

  1. Ancaman apa saja terkait kecanduan gadget pada anak-anak?
  2. Seperti apa cara kita mendidik yang baik untuk anak dalam penggunaan digital/gadget?

Answer :

  1. Anak-anak jaman sekarang lebih mengutamakan handphone karena kecanduan. Contohnya saja saat bangun tidur yang diutamakan adalah handphone. Ancamannya anak-anak tidak bisa hidup tanpa handphone, seakan lebih mementingkan diusir dari rumah membawa handphone daripada dirumah tapi tidak memakai handphone. Dan banyak juga ancaman mengenai kekerasan seksual pada era digitalisasi ini karena salah menggunakan handphone. Contoh kasusnya adalah anak SD kelas 3 sudah memahami tentang pornografi karena kurangnya orang tua dalam memerhatikan anak dalam penggunaan gadget. Jadi harus ada porsinya saat bermain gadget.
  2. Caranya adalah mendidik dengan cara mencontohkan, misalnya saat makan tidak memegang handphone orang tua memberi contoh seperti itu, dicontohkan seperti itu saat dari kecil usia dini. Seorang anak bisa mengerti informasi saat dalam kandungan, dan bisa mencontohkan orang tua saat usia 3 bulan. Orang tua juga harus dekat selalu kepada orang tua,  misalnya makan bareng, atau nonton baren. Jangan ketika anak menonton tapi kita sebagai orang tua main gadget maka anak bisa mencontohkan. Jadi lakukan dengan baik, dan memberi pengertian dengan sabar dan rutin.

Key Opinion Leader Digital Safety : Kenali Dan Pahami : Rekam Jejak Di Era Digital

(Angel Meryci

(Anggelia Meryciana, S.Par) Social Media Specialist & Journalist)

  • Literasi Digital adalah Pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital seperti alat komunikasi. internet. dan lain sebagainya.

Era sekarang ini adalah era disrupsi, dimana perkembangan informasi berjalan cepat dan manipulatif. Sehingga masyarakat sulit membedakan mana yang fakta dan hoax.

  • Rekam jejak digital merupakan ancaman terbesar bagi kaum muda khususnya di media social maka dari itu rekam jejak Digital yang buruk membuat:
  1. Perusahaan mempertimbangkan jejak digital pelamar khususnya media sosial
  2. Pencemaran nama baik melalui jejak yang kita tinggalkan baik secara sadar maupun tidak
  3. Data pribadi dapat diakses orang lain tanpa kita ketahui
  4. Identitas dapat dicuri melalui website yang kita kunjungi
  • Tips aman dalam rekam jejak digital:
  1. Cermat saat membuka situs web
  2. Hindari memasukkan data pribadi ke situs yang mencurigakan
  3. Waspada dengan bentuk permintaan data pribadi
  4. Mengaktifkan autentikasi dua faktor
  5. Memilah situs ketika harus memasukkan data sensitif seperti KTP, paspor, SIM, dll
  6. Cek akun secara berkala.

Informasi lainnya yg disampaikan oleh moderator / mc :

  • Menyampaikan tata tertib acara
  • mengumumkan cara mendapatkan hadiah gimmick ke peserta
  • membacakan kesimpulan yang dipaparkan oleh para narasumber

 

Question And Answer

Penanya :  Indra Wahyuni

Narasumber: Martin Anugrah

Pertanyaan: pertanyaan terkait pengenalan literasi digital pada anak usia dini atau balita, kebetulan anak saya berusia 2 tahun sudah mulai mengakses YouTube via gadget, saya melihat ada banyak hal positif yang didapatkan dari mengakses YouTube karena kemampuan berbahasanya lebih meningkat, tapi di sisi lain saya takut dengan tingkat radiasi pada anak dan bisa jadi kecanduan. Bagaimana mengontrol penggunaannya agar tetap normal tanpa berefek negatif pada balita?

Jawaban : Satu kalau misalkan soal radiasi itu memang ketakutan yang umum, kita juga takut radiasi tapi sulit sekali untuk kita hindari itu pasti. Yang bisa dilakukan adalah mengurangi exposurenya jangan terlalu dekat, mungkin perlu dijaga kedekatan jarak antara handphone/gadget dengan mukanya atau mata karena kan ini screen-nya bisa merusak mata juga. itu kalau teknis secara gadget. Nah kalau misalkan bagaimana supaya tidak kecanduan, sebetulnya ini  kuncinya adalah bagaimana kita menawarkan hal lain yang memang bisa jadi opsi dan balance. Ini yang saya bisa bilang adalah PR paling banyak di kita. Jadi banyak ditemukan pertanyaan sederhana yang ditanyakan hampir semua orang tua, “kenapa sih nggak bisa lepas dari tontonan?”, “kenapa menghabiskan waktu paling banyak di sosial media atau kalau nggak di handphone?” ya sesimple bosen, tidak menemukan hiburan di dunia nyata gitu. Untuk anak perlu ada alternatif lain, opsi lain yang perlu kita berikan supaya dia menemukan kesenangan waktu melakukan hal yang lain. Sebisa mungkin kalau anak-anak masih balita itu masih didampingi, sangat bersyukur kalau misalkan anda punya kesempatan untuk mendampingi anak, itu bisa bilang kalau zaman sekarang bisa dibilang adalah privilege. Kalau buat saya pribadi privilege itu adalah kalau seorang anak itu orang tuanya ada dekat sama dia itu privilege. Ini privilege untuk orang tua, ayah ibu bisa main sama anak. Kebanyakan orang tua tidak mau melakukan usaha itu atau bahkan mungkin tidak kepikiran. Nah untuk teman-teman, bapak-ibu sekarang berarti bagaimana supaya anak tidak kecanduan dengan cara kita memberikan alternatif hiburan atau rasa yang dia bisa sukai ya itu gimana, dengan kita hadir, kita bisa deket sama dia, kita komunikasi, kita bangun hubungan, kita buat dia nyaman, kita buat dia bisa enjoy, itu lebih penting daripada dikasih lihat YouTube. Lebih baik ada orang tua di sana ajak dia main. Jadi kalau menurut saya caranya gimana sih biar nggak kecanduan, anda tetap hadir di sana berikan rasa yang bahkan lebih nikmat “lebih nikmat untuk dia rasakan” ketimbang sama gadget. Ini berlaku terhadap narkoba, pornografi, dan lain-lain, itu bisa diselesaikan dengan kehadiran orangtua.

 

Penanya :  Naufal Athallah

Narasumber: Sumarsono, S.Sos

Pertanyaan: seringnya suatu isu itu cepat sekali berganti satu sama lain, sehingga orang jurnalis harus bergerak cepat menyampaikan berita atau isu yang lagi panas saat itu. Bagaimana cara melakukan kroscek dengan cepat agar bisa up-to-date tapi juga valid?

Jawaban : Kita bisa cek n ricek, melihat fakta, biasanya kalau temen-temen di jurnalis mereka langsung terjun ke lapangan melihat kondisi fakta yang terjadi di lapangan, yang kedua tentu segera konfirmasi kepada narasumber yang kompeten tadi. Itu upaya yang harus terus dilakukan, ketika memang konfirmasi itu belum bisa dan kalau berita misalkan diturunkan masih meragukan kebenarannya bisa saja ditunda dulu. Tapi kalau sudah melihat fakta, ada saksi yang membenarkan, tidak masalah berita bisa langsung di share. Dan itu untuk mempercepat update daripada informasi yang akan kita share. Yang kedua terkait gimana sih kalau kita menemukan berita hoax? Kalau kita sudah tahu bahwa berita itu hoax ya cukup buat kita aja jangan di share ke mana-mana karena sudah tahu hoax. Tapi kalau masih ragu, cek n Ricek. Bagaimana kalau kita melihat masyarakat, tetangga, teman kita yang percaya pada hoax? Kalau bisa segera memberitahu, kasih pemahaman, kasih informasi yang benar. Mungkin bagi kita yang tinggal di perkotaan kita dengan mudah mengklarifikasi atau mengkonfirmasi berita-berita yang menyebar di media sosial. Tapi mungkin bagi masyarakat yang tinggal di jauh dari akses informasi ini yang berbahaya buat mereka, kalau informasi itu tidak segera di klarifikasi di cek n Ricek kebenarannya tentu dampaknya sangat luar biasa dan mereka akan makan mentah-mentah informasi itu. Tetapi kalau kita yang hidup di era digital yang banyak akses informasi yang masuk kita, mungkin tidak begitu apa rawan atau mengkhawatirkan karena kita dengan mudah mengkroscek informasi berita-berita yang masuk di kita.

 

 

Penanya :  M. Naufal

Narasumber: Angel Meryci

Pertanyaan: dalam generasi milenial saat ini peranan digitalisasi sangat berkembang menyesuaikan perkembangan dan penjelajahan diri dalam suatu internet maupun media sosial. Bagaimana sih tips kalau seseorang sudah terjerumus pada rekam jejak yang sudah terlanjur membahayakan?

Jawaban : Tips kalau kita sudah terjebak di rekam jejak yang membahayakan yang pastinya kalau memang memungkinkan untuk dihapus atau dihilangkan, sesegera mungkin dihapus. Sekarang sudah banyak jasa-jasa untuk menghapus rekam jejak kita di online. Tapi kalau misalnya sudah terlanjur sebaiknya kita pasrahkan saja tetapi kita tetap memberitahukan bahwa kita sudah berubah, karena ini tergantung rekam jejak yang kalian tinggalkan itu separah apa. Jadi ini balik lagi ke diri kalian sendiri, yang pastinya tetap harus hati-hati jika kalian memposting atau mengunggah apapun di sosial media. Karena balik lagi rekam jejak itu terkadang sangat jahat untuk diri kita sendiri.

 

Penanya :  Maria Sipriani

Narasumber: Khoirul Anam, S.Pd., M.App.Ling.

Pertanyaan: bagaimana cara UMKM di tengah pandemi ini tetap berjalan agar tidak low profit, bagaimana juga meningkatkan mental untuk pemula usaha yang terdampak COVID-19 dan bagaimana mengajak untuk mengidentifikasi metode yang efektif untuk mengajak para potensial tersebut memakai jasa marketing?

Jawaban :  Jadi ini memang kita harus bijak untuk UMKM dalam memproduksi produk kita harus bener-bener mentarget market kita dengan tepat. Kalau misalnya di luar pandem itu kita produksi macam-macam barang tanpa berpikir, tetapi di tengah-tengah pandemi ini kita harus selektif. Apa sih yang benar-benar diperlukan oleh konsumen kita dari produk-produk kita. Kita bisa coba memancing di internet lah, kita coba tawarkan beberapa produk kita, kemudian paling banyak respon itu apa, mungkin kita bisa fokus di situ. Untuk profit yang tidak terlalu beruntung, tetapi minimal kita bisa survive di tengah pandemi. Kemudian bagaimana meningkatkan mental untuk pemula? Pengusaha pemula ini memang rentan, saya juga pernah merasakan sebagai beginner start-up, jadi kalau anda sudah terjun di dunia bisnis harus bener-bener yakin, anda harus siap resiko jatuh bangun itu biasa di dunia bisnis. Gagal di satu bisnis itu bukan akhir dari segalanya, jadi kalau anda mungkin berakhir atau gagal di suatu bisnis pikiran kita rubah itu menjadi mindset positif. Oh ini berarti nggak cocok sama saya, kita coba lagi, kita buka lagi mata kita dengan usaha yang lain. Tetapi kalau kita memang masih mau fokus di usaha kita yang kita tekuni sekarang, pelajari. Apa kira-kira kurangnya, pasti adalah kekurangannya sehingga kita bisa meningkatkan mungkin kualitas, atau mungkin brandingnya tampilan dari produk-produk kita. Kemudian untuk mengoptimalkan marketing, tentunya di era digital ini skill seorang marketer ini harus di-update terus. Terus terang saya juga bukan ahli di dalam Digital marketing tetapi saya lebih sering meng-hire menggunakan orang-orang yang memang ahli digital marketing. Jadi kalau Anda memang mau fokus di marketing, otomatis anda harus mengupdate skillnya secara teknis itu mungkin kalau outsourcing bisa, tetapi akan lebih bagus lagi kalau kita bisa dapat mentor orang yang memang cakap di bidang itu. Sehingga kita tidak perlu terlalu banyak membuat trial and error, kita tinggal copy paste, kita tinggal follow step-nya, ikuti jejak rekamnya, sehingga bagaimana dia sampai bisa menjadi seorang marketing yang punya tempat tersendiri di hati para pelanggannya. Memang ini lebih kepada personality marketing itu biasanya mereka masing-masing beda-beda cara menggaet pelanggannya dengan keahlian mereka masing-masing.

Foto Bersama


Bagikan updated
Bulungan Kalimantan Utara