Press Release Pintar dalam Menghadapi Dunia Digital dengan Literasi 20 Agustus 2021 – Kutai Kartanegara

Bagikan updated

Moderator : Reza Rahman

 LO : Shanaz

Runner :

  1. Emil
  2. Venusia

Narasumber :

Local :

  1. Ali Sadli Salim
  2. Arman, S.M.

Nasional :

  1. Sandhy Sondoro

KOL :  Amel Barack

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika:

  • Kementrian Kominfo yang bekerja sama dengan Siber Kreasi akan terus berupaya meningkatkan Literasi Digital masyarakat lewat berbagai macam inisiatif kegiatan.
  • Mari kita ciptakan inovasi – inovasi yang baik, kita ciptakan masyarakat yang semakin paham digital di era digitalisasi ini, agar kita bisa melewati pandemi menjadi lebih baik dari masa sebelumnya.
  • Demikian sambutan yang bisa saya sampaikan, selamat mengikuti kegiatan ini, tetap semangat dan salam literasi digital.

Welcoming Speech Oleh Bupati Kutai Kartanegara (Drs. Edi Damansyah, M.Si Bupati Kutai Kartanegara)

  • Berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.
  • Program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang terliterasi digital.
  • Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah Banjar melaksanakan rangkaian Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Desember tahun ini.

Talks 1: tema Kecakapan Digital Menjaga Kualitas Belajar dari Rumah

(Ali Sadli Salim, Penulis, Petani, Pendiri Macandahan)

  • Literasi secara umum adalah seperangkat kemampuan dan keterampilan (keahlian dasar) bagi manusia. Literasi digital diartikan sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer. Ada 6 cabang literasi yang dicanangkan oleh Indonesia, yang sebenernya telah kita pergunakan sehari-hari.
  • Perkembangan teknologi informasi komunikasi adalah wujud nyata dunia digital. Gadget (gawai) yang makin canggih dan memudahkan kehidupansehari-hari harusnya dapat menjadi solusi bukan menjadi masalah. Penggunaan gawai oleh anak-anak tak perlu lagi dilarang, tapi harusnya bisa diarahkan, diawasi dan diberikan pemahaman tanggung jawab, waktu, fungsi juga pemanfaatan gawai itu menjadi solusi yang baik dan berdampak positif bagi kehidupannya di era digital. Menggunakan dan memanfaatkan fasilitas bawaan dalam gawai untuk belajar, menginstal software tertentu untuk mendukung proses belajar mengajar, dan bermain dan belajar dengan mengkombinasi 6 cabang literasi dengan basis literasi digital.

 

Talks 2: tema Etika Digita pilah pilih sebelum sebar

(Arman, S.M. Sekertaris Duta Damai Kukar dan Jurnalis www.beritaalternatif.com)

  • Etika adalah ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak atau moral atau sistem prinsip-prinsip moral yang mempengaruhi bagaimana orang membuat keputusan dan menjalani hidup mereka. Etika berkaitan dengan apa yang baik bagi individu dan masyarakat dan juga digambarkan sebagai filsafat moral.

Digital adalah bentuk modernisasi atau pembaharuan penggunaan teknologi,  dimana sering dikaitkan dengan internet, komputer, dsb

  • Etika digital adalah kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikandiri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital atau netiquette dalam kehidupan sehari-hari. Control jari jemari, pilah pilih sebelum sebar ! Hindari menyebarkan informasi Hoax, Fitnah, Ujaran Kebencian, dan Konten negatif lainnya “SARING SEBELUM SHARING”
  • Cara menghindari hoaks agar kita tetap selalu beretika digital:
  1. Cek apakah berita itu benar dengan mencari sumber aslinya.
  2. Hanya percaya sumber informasi yang kompeten, yang sudah diakui kualitasnya Apakah berita tersebut memuat narasi provokatif (Negatif) ? Jika iya jangan disebar
  3. Pastikan informasi tersebut tidak mengandung Hoax, Hate Speech dan Fitnah.

 

Panelist 1 : topik culture : Bijak Dikolom comment

(Sandhy Sondoro, Musisi, Part of Trio Lestari)

Moderator

Pertanyaan:

  1. Menurut Bang Sandy Bagaimana kondisi netizen Indonesia di kolom komentar atau mengomentari komentar? Dan netizen di Indonesia adalah peringkat netizen tidak sopan di kolom komentar, bagaimana menurut bang Sandy?
  2. Apakah Bang Sandy pernah dikomentari netizen yang nyinyir? Bagaimana tanggapan Bang Sandy?

Answer :

  1. Netizen Indonesia suka berkomentar menurut Bang Sandy kondisinya suka komen karena iseng/ mungkin pengangguran daripada iseng atau tidak ada kerjaan berkomentar aja. Netizen mengetes tingkat emosi yang dikomentari. Intinya yang waras mengalah. Saat ini teknologi semakin canggih dan perang sekarang diselenggarakan lewat medial sosia kalau kita tidak menambah ilmu sendiri tidak menutup kemungkinan kita tidak bisa melakukan hal yang kita inginkan.
  2. Pernah, itu adalah resiko bersosial media. Bagaimana bijaknya bermedia sosial , jika kalau lewat batas diabaikan saja tetapi kalau berkomentar tentang privasi Bang Sandy hapus komentarnya. Seperti ada orang bertamu, kita usir saja. Atau diblock misal menganggu kita di komentar. Buat apa buang-buang waktu untuk menanggapi netizen yang seperti itu.

Key Opinion Leader Keamanan Digital : Menganalisis cyber bullying dan cara mengatasinya

(Amel Barack, Miss Global Indonesia Kalimantan Timur 2020)

  • Cyberbullying merupakan perilaku seseorang atau kelompok secara sengaja dan berulang kali melakukan tindakan yang menyakiti orang lain melalui komputer, telepon seluler, dan alat elektronik lainnya. Jenis Cyberbullying yaitu Flaming (pesan berapi api), Harrasment (gangguan), Cyberstalking, Denigration (pencemaran nama baik), Impersonate (peniruan), Outing & Trickery (penyebaran dan tipu daya), dan Exclusion (pengeluaran).
  • Dampak Cyberbullying Bagi Pelaku Bagi yang melanggar Pasal 27 ayat (3) Uu ITE dipidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda paling banyak Rp750 juta. Sedangkan pelaku pelanggar Pasal 27 ayat (4) UU ITE dipidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar. Dampak Cyberbullying Bagi Korban yaitu Secara Mental- merasa kesal, malu, bodoh, bahkan marah. Secara Emosional-merasa malu atau kehilangan minat pada hal-hal yang disukai. Secara Fisik- lelah (kurang tidur), atau mengalami gejala seperti sakit perut dan sakit kepala
  • Jika kamu adalah korban bercerita dengan orang yang kamu percaya, hubungi Telepon Pelayanan Sosial Anak (TOPSA) di nomor telepon 1500 771, atau nomor handphone/Whatsapp 081238888002, Kumpulkan bukti/ blokir orang yang membuli dan laporkan.

Jika kamu adalah pelaku bullying Minta maaflah, Introspeksi diri, Mulai bersosialisasi, mencoba terbuka, dan sharing dengan komunitas yang bermanfaat

Jika kamu adalah bystander

  1. Tenangkan korban cyberbullying agar mereka tidak merasa sendirian, mencoba menghibur mereka, memberikan saran praktis
  2. Dukung mereka, hindari hasutan bertengkar, balas dendam, bersikap kejam, atau melakukan kekerasan.
  3. Bantu mereka untuk mem-blokir atau memprivasi akun agar terhindar dari ancaman atau pesan berbahaya

Informasi lainnya yg disampaikan oleh moderator / mc :

  • Menyampaikan tata tertib acara
  • mengumumkan cara mendapatkan hadiah gimmick ke peserta
  • membacakan kesimpulan yang dipaparkan oleh para narasumber

QnA

Penanya : Dwie Marhaendrieni

Narasumber: Sandi Sandoro

Pertanyaan: diruang media sosial ini ga hanya kita juga ada keluarga, kalau bang sandi kan santai ni nanggepinnya. bagaimana cara bang sandi agar membentengi keluarga agar tidak terpancing emosi netijen haters ?

Jawaban : Kita Ingatkan mereka juga untuk tetap sopan di sosial media dan di kehidupan dunia nyata. Selain itu juga menghimbau mereka juga untuk tidak terpancing hal seperti itu

 

Penanya :  ALMI SUNDARI

Narasumber: Ali Sadli Salim

Pertanyaan: Ketika kita sudah ada di era modern ini dan ada nya pembelajaran daring, bagaimana penanganan anak yang sudah memiliki fasilitas hp tetapi kurang antusias untuk mengerjakan tugas tugas dari sekolah,  mereka banyak yang memiliki paket internet full tetapi digunakan untuk bermain game saja?

Jawaban : Ini hubungannya adalah kerjasama dengan orang tua murid. Tahun ini adalah tahun-tahun yang sebenarnya orang tua murid itu harus bekerja keras, artinya pengawasan yang tadinya diserahkan ke sekolah kemudian begitu pandemi kemudian ada digital gitu kan. Sekolah bukan 100% mendidik anak Anda tapi kita hanya menanggung jawabkan sekolah itu 30% – 40% bisanya di rumah di lingkungan. Itu yang harus yang harus kita sadari sebagai orang tua murid atau sumber daya manusia saat ini dengan dunia baru dengan era baru yang kita perlu beradaptasi di dalamnya. Perlunya kerjasama antara sekolah dan wali murid kemudian itu harus sebenarnya memang harus dibicarakan oleh pihak sekolah sebagai pihak yang dipercaya untuk mendidik anak oleh keluarga

 

 

Penanya : Eka Fitriah Sifa

Narasumber: Amel Barack

Pertanyaan: Saya sering dijadikan tempat cerita sama temen temen dan kadang saya bingung bagaimana cara menanggapi cerita/masalah seseorang ketika di dalam masalah itu dia yang salah tapi saya tidak enak menegur nya. karena posisi nya mereka lagi sedih dan takut mereka akan semakin down, mohon saran nya kak.

Jawaban : Jadi orang-orang menyalahkan seseorang yang di sosial media dengan dengan kata-kata yang salah dia pantas mendapatkan hal tersebut. Itu yang salah. Jadi sebenarnya hal itu tidak pantas dilakukan oleh siapapun bahkan pada orang yang salah. Orang-orang yang salah ini juga kemudian mungkin bisa minta maaf dan orang-orang yang di sekitarnya yang mungkin tahu bahwa dia adalah korban cyberbullying ini juga nggak boleh ikut-ikutan. Jadi sebisa mungkin didukung aja didukung diberikan nasehat dan mungkin yang paling mentok ini bisa konsultasi sama orang yang lebih paham atau orang yang expert di bidangnya. Untuk orang yang disekitarnya jangan sampai ikut-ikutan ngebully juga ya karena sesalah salahnya orang nggak bisa diperlakukan seperti itu

 

 

Penanya : Charis Fauzy

Narasumber:  Arman, S.M.

Pertanyaan: Dengan adanya media sosial, kita jadi menghadapi dua media yaitu media sosial dan media massa. Media massa memiliki etika jurnalistik dalam membuat berita, sedangkan media sosial cenderung bebas. Namun saat ini kedua media ini seakan tak ada bedanya saat informasinya diterima oleh pembacanya. Bagaimana cara kita agar bijak menerima berita yang beredar agar terjauh dari hoax?

Jawaban : Biasanya kalau media hampir mirip ketika dia mengambil judul dia pasti pakai judul yang sensasional. Intinya orang masuk dulu ketika judul masuk baca,entah isinya tidak sensasional yang penting judulnya dulu karena dia ingin menangkap fuse dulu. Terus bagaimana untuk membijaki hal-hal seperti ini karena dianggap media massa dan media sosial karena kan sudah tidak ada bedanya lagi. Ya seperti yang saya katakan tadi kita kalau untuk media sosial apalagi bentuknya perseorangan dan dia memuat narasi-narasi provokatif, jangan mudah terpancing dan cepat-cepat ingin menyebarkan. Tahan dulu. Yang pertama sebarkan itu ketika itu benar, yang bermanfaat. Ketika kedua-duanya ini tidak ada memuat yang kedua ini ditahan aja dulu. Sedangkan untuk media Massa, media massa media massa itu punya undang-undang tersendiri dia berbadan hukum dan dia harus mencantumkan alamat dan segala macam. Silakan dicek ketika tidak ada jangan coba-coba ikut-ikut menyebarkan pemberitaan-pemberitaan yang belum bisa dipastikan kebenarannya.


Bagikan updated
Kutai Kertanegara