Press Release Produktif Di Era Digital 27 September 2021 – Kutai Timur

Bagikan updated

Moderator : Aulia Mawardhika

LO : Betty

Runner : Venus & Emil

Narasumber :

Local :

  1. Fellysianus Lung, S.H.,M.A.P , Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia Kab. Kutai Timur
  2. Zainal Abidin , Announcers, MC, Manager Radio GWP Sangatta

Nasional :

  1. Dr. Hj. Rofikatul Karimah, S.Ag., M.Si , Widyaiswara Kemenag

KOL : Mohammad Faishal Alfiansyah , Entrepreneur

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika:

 

  • Kementerian Kominfo yang bekerja sama dengan Siberkreasi akan terus berupaya meningkatkan Literasi Digital masyarakat lewat berbagai macam inisiatif kegiatan.
  • Mari kita ciptakan inovasi – inovasi yang baik, kita ciptakan masyarakat yang semakin paham digital di era digitalisasi ini, agar kita bisa melewati pandemi menjadi lebih baik dari masa sebelumnya.
  • Demikian sambutan yang bisa saya sampaikan, selamat mengikuti kegiatan ini, tetap semangat dan salam literasi digital.

 

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat (Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si , Bupati Kutai Timur)

  • Berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.
  • Program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang terliterasi digital.
  • Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah Setempat melaksanakan rangkaian Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Desember tahun ini.

Talks 1 : Kecakapan Digital : Pemanfaatan Internet untuk Menyebarkan Konten Positif bagi Pemuka Agama

– Dr. Hj. Rofikatul Karimah, S.Ag., M.Si , Widyaiswara Kemenag

  • Menggunakan internet untuk kebaikan :

– mencari pengetahuan dan sumber ide

– pintar dan bijak menanggapi berita

– tidak menyebarkan keburukan atau informasi tidak benar

– gunakan internet sebagai media promosi bisnis atau personal branding

 

  • Trend pekerjaan masa kini yg ditunjang oleh literasi digital skill :

– digital analyst

– desainer

– content creator

– entrepreneur

 

  • Apapun yg di cita-citakan menjadi baik bermula dari kebaikan-kebaikan kecil yg terus dilakukan berulang atas kebaikan-kebaikan tersebut.

Talks 2 : BUDAYA DIGITAL : Peran Media Sosial Dalam Aktivitas Sehari-Hari di Kalangan Pemuda

Fellysianus Lung, S.H.,M.A.P , Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia Kab. Kutai Timur

 

  • pantang dilakukan di media sosial : memulai konflik, curhat masalah pribadi, mengejek orang lain dan menyebut namanya, menjelekkan orang lain tanpa menyebut nama, berbagi foto pesta gila-gilaan, bersikap terlalu ekstrem
  • sesuaikan penggunaan media sosial dengan kebutuhan dan minat
  • batasi penggunaan media sosial agar tidak menjadi candu
  • alokasikan waktu luang untuk mendapatkan informasi terkini

Talks 4 : KEAMANAN DIGITAL : Pentingnya Memahami fitur Keamanan Digital untuk melindungi Privasi dan Keamanan

– Zainal Abidin , Announcers, MC, Manager Radio GWP Sangatta

 

  • Social Media sebagai sarana :
  • Sebagai sarana komunikasi
  • Sumber informasi pengetahuan
  • Peluang usaha
  • Membangun relasi dan komunitas
  • MEDSOS ADALAH KUNCI EKSISTENSI
  • Daya Kritis Meningkat: Jika dulu orang takut bicara, kini orang berlomba untuk kritis. Media muncul di mana mana dan berkat media sosial setiap orang bisa menjadi juru bicara segala persoalan masyarakat.
  • Ingin Semakin Terlibat: Jika dulu masyarakat crnderung pasif, kini masyarakat ingin terlibat dalam proses pengambilan keputusan mulai tingkat desa sampai tingkat nasional.

Key Opinion Leader ETIKA DIGITAL : Bijak bermedia sosial : jangan asal sebar

– Mohammad Faishal Alfiansyah , Entrepreneur

 

  • T.H.I.N.K :
  1. True
  2. Helpful
  3. Information
  4. Needed
  5. Kind
  • Hindari berkomentar di dunia sosial saat sedang emosi, Jika kamu mengetahui drama di dunia sosial, sebaiknya berargumentasi yang baik dan sopan.
  • Bahaya Jejak Digital
  1. Pencurian Digital
  2. Pembobolan data – data penting
  3. Reputasi Profesional

 

Informasi lainnya yg disampaikan oleh Moderator:

  • Tata tertib berlangsungnya webinar
  • Cara peserta memenangkan gimmick dan absen+posttest
  • Kesimpulan materi dari setiap narasumber

Question And Answer

Penanya :

Nama : Karnia

No. HP : 08557693875

Email : karniakarman@gmail.com

Pertanyaan :

  • Bagaimana peran tokoh agama dalam meningkatkan sikap keberagaman melalui dunia digital khususnya media sosial di masa pandemic ini ?

Jawaban :

  • Narsum 1 :
  • Bagaimana sikap seorang tokoh agama :
  1. Harus bisa diteladani
  2. Jangan membuat konten negatif untuk mencari follower
  3. Jangan mengungkapkan kebencian terhadap agama lain
  4. Jangan mengungkapkan hal-hal yang kotor, tidak santun, tidak sesuai dengan budaya bangsa indonesia.

 

Penanya :

Nama : Arkani

No. HP : 081244402178

Email : Arkanigasax@gmail.com

Pertanyaan :

  • Bagaimana cara membedakan antara berita hoax dan berita fakta?

Jawaban :

  • Narsum 3 (KOL) :
  • Cek melalui google, dengan kata kuncinya diawali dengan kata hoax.
  • Lebih baik kita cari dulu akan kebenaran berita tersebut, dan harus mengedukasi setidaknya orang-orang terdekat kita terlebih dahulu.

 

Penanya :

Nama : gita Feliciana

No. HP : 081220403626

Email : gitafelix.gwp986fm@gmail.com

Pertanyaan :

  • Budaya digital di kalangan pemuda begitu pesat perkembangannya, namun, faktanya pemuda yang kurang bercengkrama langsung sering menimbulkan etika atau sikap pemuda yang kurang empati dengan keadaan sekitarnya, dan terkesan lebih cuek karena sosial mereka lebih banyak di dunia digital. bagaimana menurut bapak menyikapi hal ini?

Jawaban :

  • Narsum 2 :
  • Caranya kita sesama anak bangsa, harus berinternet posisit, menyampaikan santunan-santunan yang bisa menjadi portfolio kita, yang akan diikuti oleh generasi saat ini. Ini merupakan tugas kita bersama, pemerintahan, masyarakat dan yang terpenting adalah ada pada diri kita sendiri.

 

Penanya :

Moderator

Pertanyaan :

  • Kalau kita berbicara soal dunia digital, maka kita berbicara fitur-fitur pendukung semacam play store atau app store. Apakah yang menjadi pertimbangan untuk kita mengunggah aplikasi agar kita mengetahui aplikasi itu aman dan juga tidak mengganggu privasi dan data pribadi kita.

Jawaban :

  • Narsum 4 :
  • Kita lihat dulu testimoni dari aplikasi tersebut

Kita lihat dulu apakah manfaat aplikasi tersebut.

Foto Bersama


Bagikan updated
Kutai Timur