Press Release Ruang Digital. Kawan atau Lawan? 9 Agustus 2021 – Kutai Timur

Bagikan updated

Moderator : Aulia Mawardika

LO : Betty/Shahnaz

Runner : Venus & Hendriska

Narasumber :

Local :

  1. Supartini, S.Pd
  2. Flora Irawati, SE

Nasional :

  1. Hexanantha Sayuthi

KOL :

dr. Dewa Nyoman Sutanaya, SH, MH, MARS.

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech oleh Direktur Jendral Aplikasi Informatika:

  • Kementrian Kominfo yang bekerja sama dengan Siber Kreasi akan terus berupaya meningkatkan Literasi Digital masyarakat lewat berbagai macam inisiatif kegiatan.
  • Mari kita ciptakan inovasi – inovasi yang baik, kita ciptakan masyarakat yang semakin paham digital di era digitalisasi ini, agar kita bisa melewati pandemi menjadi lebih baik dari masa sebelumnya.
  • Demikian sambutan yang bisa saya sampaikan, selamat mengikuti kegiatan ini, tetap semangat dan salam literasi digital.

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat (Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si.                                                                                                                              Bupati Kutai Timur)

  • Berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.
  • Program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang terliterasi digital.
  • Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah Kutai Timur melaksanakan rangkaian Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Desember tahun ini.

 

Talks 2 : Kolaborasi dan Sinergi komunitas akademi di era Digital

(Supartini, S.Pd , Guru SD YPPSB 1 Kutai Timur)

  • Menggunakan internet untuk kebaikan :

– mencari pengetahuan dan sumber ide

– pintar dan bijak menanggapi berita

– tidak menyebarkan keburukan atau informasi tidak benar

– gunakan internet sebagai media promosi bisnis atau personal branding

  • Trend pekerjaan masa kini yg ditunjang oleh literasi digital skill :

– digital analyst

– desainer

– content creator

– enterpreneur

  • Apapun yg di cita-citakan menjadi baik bermula dari kebaikan-kebaikan kecil yg terus dilakukan berulang atas kebaikan-kebaikan tersebut

Talks 3 : Tantangan & Peluang Belajar Jarak Jauh Disaat Pandemi Covid 19

(Flora Irawati, SE , Guru Bahasa Inggris, Content Creator, Founder The Rainbow English Centre)

  • Netiket adalah tata cara berperilaku di Dunia Maya.
  • Mengapa perlu ada Netiket? Kuncinya adalah Interaksi. Meskipun tidak melalui fisik, dalam bermedia sosial ada interaksi yang dilakukan antar Manusia.
  • Saat ini Netizen sudah berada dalam level DARURAT NETIKET
  1. Teknologi berlari cepat, dan mental kita belum siap.
  2. Netizen leluasa membuat postingan tanpa edit. Beda dengan saat dimana hanya media yang bisa (melalui proses verifikasi dan editing).
  3. Medsos merubah pola komunikasi kita, yang semula harus tatap muka, menjadi tidak, dimana etika dan tata krama menjadi longgar.
  4. Pelanggaran privasi, termasuk pengabaian consent.

 

Panelist 1 : Bijak di Kolom Komentar

(Hexanantha Sayuthi , Musisi & Song Writer)

 

  • Dunia digital adalah tempat orang menghabiskan waktu sehari-hari, banyak gaya hidup dan pekerjaan digital, WFH, Online meeting dll, pekerjaan digital adalah pekerjaan tanpa kontak dan menggunakan internet , seperti penjualan dan pembelian online. bahkan pendidikan
  • Game juga sekarang bergeser jadi pekerjaan, , terdapat strategy, content, chanel, aplikasi. Aplikasi digital ada marketplace, fintech untuk pendanaan, edutech dan jasa layanan
  • apa yang harus dimulai,? platform , dan konten yang berkualitas. Softskill dalam sosmed : manajemen waktu, public speaking, adaptif, kecerdasan emosional, orientasi pelayanan, kreatif original dan inisiatif

 

Moderator :

  • Anak sering mengalami kebosanan ketika belajar secara daring, karena selain tidak bisa berinteraksi secara langsung antara guru dan juga siswa mereka juga tidak bisa bertemu dengan teman-temannya. Kendala seperti ini sering dihadapi oleh orang tua dan siswa itu sendiri

Answer :

  • Narsum 4 :
  • Perlu adanya kerjasama antara guru maupun orang tua.
  • Guru sebaiknya dalam menyampaikan materi tidak monoton, harus kreatif mungkin dengan cara video atau sambil bermain game.
  • Bagi orang tua sendiri harus sering berkomunikasi dan bekerjasama dengan guru nya.

 

 

Key Opinion Leader : Menganalisis Kasus Cyberbullying dan Cara Menghentikannya

(dr. Dewa Nyoman Sutanaya, SH, MH, MARS. , Dokter dan Praktisi Hukum Kesehatan)

  • Tentukan platform yg paling sesuai :

– e-commerce

– sosial media

– market place

– google

– dll

 

  • Prinsip etika bisnis :

– jujur

– tanggung jawab

– transparansi

– profesional

– kepercayaan

 

  • Gunakan identitas asli :

– data dan informasi yang lengkap dan benar agar customer mudah menjangkau anda

 

  • Deskripsikan toko/produk dengan jelas :

– membantu customer mengenali siapa anda dan apa yg anda tawarkan

 

  • Sajikan konten dan bahasa yg baik :

– real pict

– real product

– real information

– sesuaikan target market

– perhatikan sopan santun

 

  • Memanfaatkan fitur sesuai fungsi
  • Membuat sistem transaksi yg win win
  • Review jujur customer

Informasi lainnya yg disampaikan oleh moderator / mc :

  • Menyampaikan tata tertib acara
  • mengumumkan cara mendapatkan hadiah gimmick ke peserta
  • membacakan kesimpulan yang dipaparkan oleh para narasumber

QnA

Penanya :

Nama : yeni irmawati

No. HP : 085732003353 (Gopay)

Pertanyaan :

  • Etika digital seharusnya dilakukan di dalam dunia digital tapi masih banyak anak yang kurang sopan dan beretika di dunia digital. Apalagi sekarang anak anak bermain game dengan saling berkata kata kotor karena ikut ikutan sesama pemain game online, dan melakukan komentar buruk bahkan sampai melakukan cyberbullying sehingga etika di dunia digital sangat buruk. Bagaimana mengatasi hal tersebut?? Bagaimana melakukan pendekatan dengan anak sebagai orang tua??

 

Jawaban :

–          Narsum 1 :

  • Kembali lagi kepada lingkungan yang ada di rumah, pendekatan yang bagus adalah,Berikan waktu untuk anak kita.

 

Penanya :

Nama: Layla

No HP : 089603866733

Pertanyaan :

  • Di masa pembelajaran online intensitas siswa menggunakan HP/internet lebih banyak, sedangkan interaksi kita sebagai guru SD dan siswa sangat terbatas, sehingga kurang maksimal mensosialisasikan penggunaan internet dengan bijak. Dan banyak dari anak-anak yang malah menggunakannya HP untuk bermain game. Bagaimana cara kita bekerjasama dengan orangtua siswa untuk memantau kegiatan anak saat berinternet? Sedangkan banyak orangtua di daerah kami yang belum atau bahkan tidak paham menggunakan HP/internet? Terimakasih

Jawaban :

–          Narsum 2 :

  • Peran guru itu tetap diperlukan untuk memberikan arahan kepada peserta didik dan juga orang tua. Di dalam pembelajaran daring pada saat ini belum semua sekolah itu menggunakan platform-platform tertentu, karena keterbatasan jaringan internet. Jadi Komunikasi dari pihak sekolah untuk mensosialisasikan kepada seluruh orang tua tentang penggunaan internet, agar tidak disalahgunakan anak untuk hal-hal yang kurang baik. Bagi orang tua yang belum mengetahui tentang digitalisasi ini, di beberapa sekolah sudah menerapkan bimbingan terhadap orangtuanya.

Penanya :

Nama : Dian Aulia H.C

No. HP : 081254583636

Email : dhidayatichardiwan@gmail.com

Pertanyaan :

  • Apakah para nakes yang menjadi korban cyberbullying ini mendapatkan perlindungan dari pemerintah? dan apakah pelaku cyber bullying yang ia tidak merasa melakukan akan langsung dikenakan hukuman?

Jawaban :

–          Narsum 3 (KOL) :

  • Prinsip dari cyber bullying itu adalah apakah dampaknya itu merugikan bagi pihak yang korban cyber bullying.
  • Cyber bullying itu bersifat general, TIdak hanya Nakes tapi bagi semua orang dan dari segala profesi apapun.
  • Bernegosiasi Lah dengan si pembully terlebih dahulu, hingga maksimal
  • Langkah terakhirnya apabila sudah melampaui batas baru kita bisa melapor kepada pihak terkait.

Bagikan updated
Kutai Timur