Press Release Siapkan Diri Masuki Ruang Digital 12 Agustus 2021 – Samarinda

Bagikan updated

Moderator : Ronald Andretti

LO : Oni

Runner :

  1. Acun
  2. Afnan

Narasumber :

Local :

  1. H. Muhammad Faisal, S.Sos., M.Si.
  2. Rudy Hadi Kusuma, M.Pd.

Nasional :

  1. dr. Fiska Suratmono

KOL :  Chika Audhika

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech oleh Direktur Jendral Aplikasi Informatika:

  • Kementrian Kominfo yang bekerja sama dengan Siber Kreasi akan terus berupaya meningkatkan Literasi Digital masyarakat lewat berbagai macam inisiatif kegiatan.
  • Mari kita ciptakan inovasi – inovasi yang baik, kita ciptakan masyarakat yang semakin paham digital di era digitalisasi ini, agar kita bisa melewati pandemi menjadi lebih baik dari masa sebelumnya.
  • Demikian sambutan yang bisa saya sampaikan, selamat mengikuti kegiatan ini, tetap semangat dan salam literasi digital.

 

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat ( Nama, Jabatan)

  • Berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.
  • Program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang terliterasi digital.
  • Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah Banjar melaksanakan rangkaian Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Desember tahun ini.

Talks 1: Peran Orang Tua dalam Keamanan Internet untuk Anak

(dr. Fiska Suratmono, medical doctor and entrepreneur – owner @the_crown_clinic)

  • Internet adalah sebuah sistem komunikasi global yang menghubungkan komputer-komputer dan jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia. Revolusi digital adalah perubahan dari teknologi mekanik dan elektronik analog ke teknologi digital. Tidak semua pendidik, orang tua dan masyarakat memahami atau bahkan memiliki keterampilan dalam menggunakan media digital, ketidakpahaman inilah yang melahirkan persoalan dalam penggunaan media digital secara positif dan proporsional.
  • Dampak positif internet pada anak yaitu: akses informasi lebih cepat dan mudah, tumbuhnya inovasi, meningkatnya kualitas sumber sdm, dan munsulnya berbagai sumber belajar di media online. Sedangkan dampak negatifnya kecanduan, konten negatif, cyberbully, pelanggaran peivasi, dan pedofil online.
  • Pentingnya pendampingan orang tua adalah pehaman terhadap konten media digital, mengatur waktu anak untuk bermain digital maksimal 2jam sehari. Dan sebelum memberikan gadget pada anak harus diskusikan dulu kebutuhannya, diskusikan tanggung jawabnya, dan diskusikan resiko dalam bermain gadget.

 

 

Talks 2: Digital Culture Budaya Digital : Digital Marketing Budaya Baru Berwirausaha

(H. Muhammad Faisal, S.Sos., M.Si. Kepala Dinas Kominfo Prov. Kaltim)

  • Beberapa tahapan dari teori Technologi Determinism menurut McLuhan , yang pertama adalah penemuan teknologi informasi menyebabkan perubahan budaya, perubahan didalam jenis-jenis komunikasi akhirnya membentuk kehidupan manusia, yang terakhir kita membuat alat komunikasi akhirnya itu yang mempengaruhi hidup kita. 4 Periode / Era menurut McLuhan yaitu era kesukuan, era tulisan, era mesin cetak dan era elektronik. Perkembangan era TIK terdiri dari penemuan telegraf, transmisi av tanpa kabel, teknologi elektronika, konvergensi komputasi multimedia & telekomunikasi.
  • Di era teknologi sekarang ini, model bisnis baru muncul sebagai inovasi dari pemasaran konvesional bergeser ke pemasaran modern menggunakan media digital. Proses jual beli konvesional yang mengharuskan penjual dan pembeli harus bertatap muka kini mampu di mediasi oleh digital sehingga menghasilkan tren pemasaran baru.
  • Manfaat digital marketing yaitu target pelanggan mudah & luas, informasi pelanggan detail, efisien & efektif, brand cepat viral, bisnis jadi terarah & dinamis, trus pelanggan positif, integrasi sistem & pengembangan, “nilai online” kuat & penting. Etika berusaha online yaitu ramah, melayani setiap chat, standby, interaksi dengan bahasa umum dan sopan, keamanan data pelanggan, jujur diskripsi, cepat sesuai SOP, garansi, harga fix, layanan komplain.

 

 

Talks 3: Cakap Digital : Digital Skills in Action ; Sukses Belajar Online dengan Kemampuan Literasi Digital

(Rudy Hadi Kusuma, M.Pd. Da’i & Akademisi)

  • Dampak penyebaran pandemi COVID-19 di Indonesia membuat banyak sekolah maupun Perguruan Tinggi memutuskan untuk meniadakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dan menggantinya dengan metode belajar jarak jauh di rumah secara daring.
  • Pentingnya para pendidik, orang tua dan siswa mengenal dan memiliki  kemampuan  literasi digital  yang  dikembangkan oleh pemerintah yakni ; Digital Skill, Digital Culture, Digital Ethic dan Digital Safety. Belajar secara daring tentunya memiliki tantangan tersendiri. Karena dianggap lebih bebas dan fleksibel, peserta didik justru dituntut agar memiliki komitmen untuk melakukan pembelajaran secara mandiri di rumah. Pembelajaran secara daring memiliki tantangan dalam pengawasan agar peserta didik terus melakukan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan waktu belajar tatap muka. Selain itu, tentunya perangkat teknologi seperti smartphone atau laptop serta jaringan internet yang baik harus tersedia.
  • Ada banyak manfaat yang diberikan media digital dalam konteks pendidikan, antara lain dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, membantu peserta didik bekerja melalui konsep yang sulit, membantu mempromosikan kesadaran kritis, membantu mendorong kesetaraan, dan masih banyak lagi manfaat yang diberikan.

 

Key Opinion Leader Etika Digital : Rekam Jejak Digital

(Chika Audhika, Co-Founder dan CMO of Bicara Project).

  • Dunia Maya dan Dunia Nyata adalah dua dunia yang berbeda namun keduanya kita jalani bersamaan
  • Rekam Jejak Digital yaitu apapun yang kita lakukan di sosial media itulah rekam jejak digital kita. Produk digital yang sering digunakan yaitu Twitter, Instagram, Facebook, Tiktok, WhatsApp, YouTube, dll
  • Rekam jejak digital yang baik (3M) yaitu mengunggah konten dan komentar positif, memutus tali hoax, dan menjaga penyebab data diri. Manfaat rekam jejak digital yang baik yaitu menciptakan branding, memperluas koneksi, dan membuka peluang bisnis.

Informasi lainnya yg disampaikan oleh moderator / mc :

  • Menyampaikan tata tertib acara
  • mengumumkan cara mendapatkan hadiah gimmick ke peserta
  • membacakan kesimpulan yang dipaparkan oleh para narasumber

QnA

Penanya :  Maharani

No HP: 087855221919

Email: maharaniptr04@gmail.com

Narasumber: dr. Fiska Suratmono

Pertanyaan: Dengan kecanggihan internet masa kini, banyak sekali generasi muda yang mempelajari digital dan teknologi yang telah berkembang. tetapi, banyak juga generasi muda yang menyalahgunakan perkembangan teknologi hingga berdampak buruk bagi sekitar. apa yang dapat orang tua lakukan dan bagaimana cara memantau untuk tetap membuat anaknya berkembang didunia digital tanpa mendapat efek negatif dari perkembangan teknologi?

Jawaban : Memang ini yang menjadi polemik saat ini adalah tentang penggunaan internet kadang kala tidak hanya efek positifnya tapi ada efek negatifnya. Orang tua apa sih yang seharusnya dilakukan, karena memang kalau siaran-siaran di seperti YouTube dan lain-lain ini kan belum masuk dalam ranah KPI dan kadang ada beberapa yang Lost Control artinya harusnya tidak ditayangkan  seusianya tapi ditayangkan. Apalagi yang sekarang menjadi banyak perhatian adalah tentang konten, konten di Youtube kadang kan tidak hanya positif tapi ada yang negatif seperti prank banyak hal negatif yang ditampilkan dan itu malah dicontoh pada putra-putri kita. Apa yang harus dilakukan orang tua adalah fungsi pengawasan sendiri, tadi saya sudah jelaskan sedikit tips yang harus ditekankan adalah mengikuti media sosial anak baik di Instagram, Twitter, ataupun Facebook. Kita tetap harus ikuti anak kita aktivitasnya apa. Kalaupun dia nge-follow kan ada notification juga dia following apa, nah kita kroscek juga yang dia ikuti ataupun yang menjadi public figure yang dia idolakan ini sudah benar atau belum, di situ orang tua perlu masuk. Kalau misal konten yang diunggah oleh orang tersebut banyak negatifnya ya diberikan wawasan bahwa ini tidak baik, ini yang boleh dilakukan, ini yang tidak boleh dilakukan, sehingga anak akan paham. Karena memang kecenderungan anak kecil itu dari sering melihat adalah melakukan dan menirukan, nah ini yang paling kita waspadai. Dan yang utama adalah waktunya, regulasi orang tua itu penting jangan lebih dari 2 jam jika anak kita berusia 10 tahun keatas, karena apa nanti hubungannya dia bisa berselancar di media sosial juga semakin lama artinya terpaparnya lebih banyak. Belum tentu juga ini orang tuanya bisa melakukan fungsi pengawasan misalkan kalau dia lagi berselacar di dunia maya, orang tuanya ada di sampingnya untuk mendampingi sehingga orang tua bisa kontrol. Dari situ hubungan bonding yang paling penting, jadi anak akan terbuka dengan orang tuanya. Apa yang dia lihat harapan kita itu akan dideskripsikan secara kritis dengan orang tuanya sehingga kita tahu mana yang benar dan mana yang salah. Memang agak sulit kalau ngomongin kontrol dari orang tua, karena memang anak-anak lebih pintar kadang-kadang dari orang tua.

 

 

Penanya :  Puput Rarindra Adi Saputra

No Hp : 082156284746

Email : puputrarindra99@gmail.com

Narasumber: H. Muhammad Faisal

Pertanyaan: Bagaimana cara kita menganalisa sebuah aplikasi untuk suatu kepentingan bisnis agar tidak terjadi hal tidak diinginkan seperti tercurinya data kita?

Jawaban : Memang enak-enak susah ini jawabnya karena ini lebih spesifikasi lebih ke soal keamanan data, soal security, yang sebenarnya saya tidak spesialis di sini tetapi secara gambaran ada dua perbedaan ya di e-commerce maupun di aplikasi. Kalau di e-commerce sebenarnya gampang saja, ketika dia minta data yang masih relevan ya nggak papa, misalnya minta data, minta alamat lengkap, kalau nggak dikasih alamat lengkap ya bagaimana barangnya mau datang. Kalau minta rekening nggak mungkin lah, yang penting kita udah transfer ya udah. Lebih gampang lah jual-beli. Yang sulit sekarang tuh di aplikasi bahkan saya pernah baca berita terakhir itu ada 30 aplikasi yang suka foto-foto yang sering ubah rubah-rubah wajah itu ada 30 aplikasi foto yang berbahaya, udah dinaikkan di berita nasional kalau tidak salah di tribunnews. Jadi hati-hati kalau kita buka aplikasi begitu terus dia minta data kita terlalu banyak, misalnya minta akses telepon, minta akses galeri kita, minta akses telepon kita, kalau udah banyak minta akses-akses itu sudah hentikan saja itu berbahaya. Yang tadi aplikasi foto yang saya sampaikan, dia minta akses juga ke kamera kita, begitu kita tidak aktifkan kamera dia yang aktifkan, nah kalo kebetulan kameranya kita lagi mandi bahaya itu. Jadi hati-hati, kalau aplikasi-aplikasi baru pastilah kita ambilnya di playstore kalau yang Android, tapi di playstore juga hati-hati ada malware di dalamnya. Dan seperti aplikasi yang tadi minta-minta akses, kalau saya prinsip kalau dia minta-minta data yang aneh-aneh ya udahlah buang aja, masih banyak aplikasi yang lainnya. Kemudian ada juga yang dia hanya ngumpulin data kita saja nanti data itu diperjualbelikan itu juga banyak teman-teman yang jual jual via online itu kalau kita di telepon kartu kredit, di telepon Hotel, ditelepon yang aneh-aneh, kan kalau kita pikir itu dapat dari mana nomor kita. Jadi hati-hati, nanti mungkin sekali waktu kita bahas soal keamanan ini lebih detail ya, saya tidak terlalu menguasai soal keamanan ini, tetapi yang prinsip kalau tidak ada hubungan dengan yang kita butuhkan untuk apa kita kasih data. Yang kedua kalau aplikasi ini yang agak berberbahaya hati-hati aplikasi kalau dia minta akses terlalu banyak ke kita ya udah stop aja ganti saja aplikasi atau buang saja aplikasi.

 

 

Penanya :  Dari Moderator

Narasumber: Chika Audhika

Pertanyaan: Kalau kita berbicara tentang rekam jejak digital, inginnya membangun hal yang positif. Ternyata setiap kali kita posting, ini berlaku untuk semua public figure karena mereka menemukan banyak permasalahan yang sama, banyak juga aplikasi yang mengedit atau memelintir bukan hanya foto atau video bahkan ucapan kita. Sehingga bisa menjadi hal yang negatif. Misalnya ada berita hoax dan mencatut nama kita dan itu juga jadinya misalnya bukan hanya dari sosial media tapi bahkan sampai di grup WhatsApp. Bagaimana kita menanggulangi atau mengantisipasi supaya kita bisa mengambil tindakan untuk orang-orang yang melakukan hal seperti itu?

Jawaban : Jadi kalau misalnya kita lihat perkembangan teknologi informasi dan dunia digital itu kan berkembangnya pesat banget ya. Even positif dan juga negatifnya, kita tahu akan ada banyak hal-hal negatif seperti ini yang memang merugikan kita sendiri. Namun percayalah bahwa pemerintahan pun sudah memberikan UU terkait dengan UU ITE ini jadi memang akan ada batasan tersendiri yang memang ketika mereka melakukan hal-hal yang merugikan kita kalo kita laporin memang sebetulnya akan berbuntut panjang dan akan merugikan pihak yang melakukan kejahatan tersebut. Tapi meminimalisirnya dengan yang penting kita pertama nggak ngelakuin, yang kedua adalah teman-teman memang harus membatasi apapun yang teman-teman upload, data diri, dan memang yang terlihat bisa dimanipulasi. Dulu di awal-awal ketika awal mula media sosial, banyak banget yang mengatasnamakan saya gitu, mereka buat akun saya tersendiri, mereka upload foto saya tersendiri. Dan itu adalah salah satu contoh kerugian di dunia digital yang memang saking luasnya kita susah untuk membatasi hal-hal yang merugikan tersebut. Tapi setidaknya sekarang sudah ada Undang Undang ITE, nggak boleh terlalu khawatir banget ya, jangan takut untuk tetap explore dunia digital dan juga harus berhati-hati untuk memberikan data diri kamu, memberikan hal-hal yang menyangkut privacy kamu, sehingga tidak terlalu dalam orang memasuki ranah kamu dan juga tidak mengusik kamu.


Bagikan updated
Samarinda