Press Release Tangkal Sisi Negatif Internet dengan Literasi Digital 19 Agustus 2021 – Samarinda

Bagikan updated

Moderator : Amal Bastian

 LO : Oni

Runner : Afnan arifin dan Afid

Narasumber :

Local :

  1. Dr. Jamil, S.Pd., M.Si
  2. Dr. Mahendra Putra Kurnia, S.H., M.H.

Nasional :

  1. Regina

KOL :

Soraya Ghyna S.Ikom

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika:

  • Kementrian Kominfo yang bekerja sama dengan Siber Kreasi akan terus berupaya meningkatkan Literasi Digital masyarakat lewat berbagai macam inisiatif kegiatan.
  • Mari kita ciptakan inovasi – inovasi yang baik, kita ciptakan masyarakat yang semakin paham digital di era digitalisasi ini, agar kita bisa melewati pandemi menjadi lebih baik dari masa sebelumnya.
  • Demikian sambutan yang bisa saya sampaikan, selamat mengikuti kegiatan ini, tetap semangat dan salam literasi digital.

 

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat (Dr. H. Andi Harun,Walikota Samarinda)

  • Berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.
  • Program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang terliterasi digital.
  • Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah Barito Selatan melaksanakan rangkaian Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Desember tahun ini.

 

Panelist 1 : Etika Digital : Upaya mencegah, mendeteksi dan menyikapi Cyberbullying

(Regina Ivanova,Penyanyi)

Moderator : Apa saja sih kak, contoh2 cyerbullying? dan sebagai seorang public figure pernah mengalami cyberbullying?

Answer : pasti ada, dalam kita berkarir pasti ada pro dan kontra. untuk cyberbullying pernah saya alami apalagi di indonesian idol. tetapi secara keseluruhan masih bisa saya kontrol dan masih bisa saya tanggapi dengan positif, karena menurutku , aku masih dalam masa harassment, dihina hina, body shaming. jujur, waktu sebelum indonesian idol pun aku juga sering di bully sampai akhirnya aku sendiri menjadi kebal. jadi waktu mengalami cyberbullying kan orang nya tidak kelihatan ya, kalau dulu kan kelihatan jelas orang yang ngebully langsung di depan muka. dan sekarang menanggapinya dengan lucu lucuan aja.

Talks 2: Cakap Digital : Keterampilan Digital Menjawab Tantangan Pembelajaran Abad 21

(Dr. Jamil, S.Pd., M.Si,Dosen Universitas Mulawarman)

  • Berpikir kritis dan penyelesaian masalah (critical thinking and problem solving). Kreatifitas dan inovasi (creativity and innovation). Pemahaman lintas budaya (cross-cultural understanding). Komunikasi, literasi informasi dan media (media literacy, information, and communication skill). Komputer dan literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (computing and ICT literacy) Karir dan kehidupan (life and career skill) INTI: 1) Keterampilan belajar dan inovasi meliputi berpikir kritis danpemecahan masalah, komunikasi dan kolaborasi, serta kreatifitas dan inovasi, (2) literasi digital meliputi literasi informasi, literasi media, dan literasi TIK, dan (3) Keterampilan dalam karir dan kehidupanmeliputi sikap luwes dan mampu beradaptasi, inisiatif dan mengarahkan diri, mampu berinteraksi dalam lintas sosialbudaya, produktif dan akuntabel.
  • kembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa banyak konsekwensi bagi dunia pendidikan Perubahan karakteristik peserta didik, format materi pembelajaran, pola interaksi pembelajaran Kelas-kelas akan semakin banyak yang terkoneksi jaringan internet berkecepatan tinggi yang mudah mengakses “big data” Berkembangnya massive open online course (MOOC) memungkinkan orang belajar tanpa batas dan dapat diakses melalui perangkat pribadi.
  • Peserta didik perlu diberi kesempatan berkreasi menjadi produsen pengetahuan dan berbagi pengetahuan melalui beragam media sosial seperti web blog, episode program di internet (podcasting), google drive, snapchat, video streaming, audio streaming, dan sebagainya. Berhubungan dengan informasi di masyarakat, baik melalui surat kabar, majalah, radio internet, bahkan secara langsung diinformasikan oleh masyarakat, sehingga mendukung peningkatan kognitif siswa, sikap siswa sampai pada memiliki keterampilan yang dibutuhkan masyarakat.

Key Opinion Leader: Keamanan Digital : Tips dan Pentingnya Internet Sehat

(Soraya Ghyna S.Ikom,Singer-Songwriter/Presenter)

  • “Sebagai negara dengan jumlah pengguna internet terbesar keempat di dunia, penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 202 juta orang atau 73 persen dari total 274 juta penduduk pada tahun 2020. ” Pengguna internet di dunia secara berurutan diduduki oleh Tiongkok (904jt), India (718jt), Amerika Serikat (252jt), Indonesia (202jt), Brazil (150jt).
  • Dilansir dari National Online Safety, internet safety atau internet sehat adalah konsep penggunaan internet untuk melindungi diri sendiri serta orang lain dari kemungkinan bahaya atau risiko di dunia online. Rekomendasi situs untuk menambah wawasan QUORA GLASSDOOR LINKED IN STACK OVERFLOW & STACK EXCHANGE SKILL SHARE TED REDDIT
  • Bahaya Mengupload data pribadi
  1. PENCURIAN DATA PRIBADI
  2. PEMBOBOLAN REKENING DAN KARTU KREDIT
  3. PEMBUATAN KARTU KREDIT ATAS NAMA ANDA OLEH PELAKU
  4. PEMAKAIAN DATA UNTUK PENGAJUAN PINJAMAN DI APLIKASI PINJOL
  5. DATA DIRI DIGUNAKAN UNTUK PENGAJUAN PINJAMAN ILEGAL LAINNNYA

Talks 3: Budaya Digital : Internet Sebagai Sebuah Kebutuhan Versus Moral dan Etika Bangsa Indonesia

(Dr. Mahendra Putra Kurnia, S.H., M.H.,Dekan Fakultas Hukum Unmul Samarinda)

  • Kita semua rasanya sepakat jika kebutuhan internet sebagai bagian dari perkembangan technology “naik kelas” menjadi kebutuhan dasar.
  • Di Indonesia, sebagai negara beragama, nilai-nilai yang dianut bersumber dari ajaran agama yang diserap dalam ideologi Pancasila untuk kemudian dituangkan dalam norma-norma hukum dan dengan memberikan ruang kepada adat istiadat/kearifan local yang telah ada sejak jaman dahulu dan berlaku sampai sekarang•Legal systems are legal structure, legal substance, and legal culture Without legal culture, the legal system is meet as dead fish lying in a basket, not a living fish swimming in its sea. Budaya Hukum adalah sikap manusia terhadap hukum dan system hukum. Budaya hukum adalah suasana pikiran social dan kekuatan social yang menentukan bagaimana hukum digunakan, dihindari atau disalahgunakan, tanpa adanya budaya/kultur hukum maka system hukum sendiri tak berdaya.
  • Pemahaman Budaya Digital perlu untuk terus disebarluaskan kepada masyarakat penggunan internet dalam rangka mencegah terjadinya penyalahgunaan media internet. Kecerdasan hukum dari 5 unsur utama pembangunan-konsep pentahelix (pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan dunia usaha) menjadi hal yang sangat penting untuk merespon perkembangan teknologi. •Pendidikan hukum sejak usia dini sangat diperlukan, hal ini penting untuk menumbuhkembangkan kesadaran hukum di kalangan anak-anak dan remaja sebagai kelompok yang rentan terkena dampak negative perkembangan teknologi, kurikulum Pendidikan hukum dibuat berjenjang dan berkesinambungan dengan memuat pelajaran-pelajaran akhlak, etika, dan moral di dalamnya. kemendikbudristek punya tanggung jawab untuk membahas hal ini. Pendidikan penggunaan internet yang beretika bisa menjadi salah satu substansi kurikulum.

Informasi lainnya yg disampaikan oleh moderator / mc :

  • Untuk mematikan video dan microphone selama proses webinar dan menjaga protocol kesehatan.
  • Share event ke Instagram Feed, dan tag Instagram Siber Kreasi dan menggunakan hashtag #MakinCakapDigital #Siberkreasi #LitDigKal1424
  • Adanya hadiah menarik berupa pulsa atau paket data bagi 10 (sepuluh) penanya terbaik.

QnA

Penanya :

Nama : Ulfa

No HP :  081343810831

Email : ceceaulia26@gmail.com

Ditujukan kepada : Dr. Jamil, S.Pd., M.Si

 

Pertanyaan : Bagaimana cara mengetahui dan menemukan potensi keterampilan digital skill dalam diri?

 

Jawaban : Setiap individu memiliki potensi masing-masing. Oleh karena itu keberadaan guru harus bisa menggunakan kemampuannya untuk bisa menggali potensi kemudian mengangkat dan mendorong potensi anak sesuai dengan karakter dan dinamikanya. Dan terkait dengan dunia digital dimana perkembangannya yang sudah masif, ketika ada sesuatu yang baru mereka diharapkan bisa mengembangkan potensi diri secara maksimal. Diharapkan guru ini yang mampu memetakan potensi anak didiknya.

 

Penanya :

Nama :  Dimas Maghfur M N

No HP : 082250384026

Email : dimasmaghfur26@gmail.com

Ditujukan kepada : Soraya Ghyna S.Ikom

 

Pertanyaan : Bagaimana peran UU ITE dalam menjaga keamanan digital diera globalisasi ini, karna kita tau banyaknya  hacker Terima kasih

 

Jawaban : Peran UU ITE sudah banyak banget sebenarnya untuk memberikan perlindungan di dunia digital. Gak cuman ngurus tentang hacker tapi juga bahaya terhadap internet bullying juga sudah diatur. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa menjaga akun kita supaya tidak mudah terkena hack. Kita tingkatkan proteksi akun kita di dalam pengaturan akun kita. Apabila akun kita terkena hack kita juga bisa melaporkan kepada akun-akun media sosial yang terkait seperti instagram atau youtube.

 

 

Penanya :

Penanya : Aji Nazwa Az-Zahra

No HP : 0895700206840

Email : ajinazwaa@gmail.com

Ditujukan kepada : Regina Ivanova

 

Pertanyaan : Bagaimana cara menyiapkan mental kita dalam menghadapi pembuli di sosial media?

 

Jawaban : Kita harus tahu dulu bahwa setiap orang memiliki pandangan yang tidak sama dengan kita. Jadi kita bisa mengerti dan menyiapkan diri kita secara mental. Kembali lagi ke pribadi masing-masing, kalau kita memposting sesuatu yang positif maka orang akan merasakan dampak dan aura yang positif juga dari postingan kita. Jadi perlu di tanamkan bahwasannya kita tidak bisa mengontrol reaksi orang sekitar terhadap kita. Supaya kita tidak berekspektasi lebih terhadap penilaian orang lain.

 

 

Penanya :

Penanya : nadya cahyadewi

No HP : 085549002923

Email : nadyacahayadewi@gmail.com

Ditujukan kepada : Dr. Mahendra Putra Kurnia, S.H., M.H.

 

Pertanyaan : Bagaimana jika anak dibawah umur melanggar hukum di media sosial? dan apa mereka mendapat hukuman atas pelanggaran yang di perbuat?

 

Jawaban : Kita harus melihat perspektif anak terlebih dahulu. Secara hukum di UU perlindungan anak batasan umur anak yang bisa dimintai pertanggung jawabannya adalah umur 8-18 tahun apabila dia melakukan tindak pidana. Sedangkan untuk pidana adalah pada umur 12-18 tahun baru bisa dimintai pertanggung jawaban sanksi pidana. Kalau dibawah itu akan masuk ke kasus pidana anak dimana ada hukum sendiri terkait pidananya.


Bagikan updated
Samarinda