Press Release Toleransi Berliterasi dalam dunia digital Kota Samarinda

Bagikan updated

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat ( Nama, Jabatan)

  • Berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.
  • Program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang terliterasi digital.
  • Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah Banjar melaksanakan rangkaian Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Desember tahun ini.

Talks 1: Phising: Apa itu dan Bagaimana cara menghindarinya?

(Fifi Alfiana, Business Analyst)

  • Apa itu phising?

– Phising adalah upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan. Data yang menjadi sasaran phising adalah data pribadi (nama, usia, alamat), data akun (username dan password), dan data finansial (informasi kartu kredit, rekening).

  • Jenis phising
  1. Email Phishing

– Email phising menggunakan media email untuk menjangkau calon korbannya.

– Jumlah aksi email phising ini cukup banyak. Menurut data, terdapat 3,4 miliar email palsu yang dikirimkan setiap harinya.

  1. Spear Phising

– Spear phising adalah jenis dari email phising. Bedanya, alih-alih menggunakan pengiriman email secara masif dengan calon korban yang acak, spear phising menarget calon korban tertentu. Biasanya, teknik ini dilakukan setelah beberapa informasi dasar calon korban dimiliki, seperti nama dan alamat.

  1. Whaling

– Whaling adalah langkah phising yang tidak hanya menarget individu secara spesifik, tapi juga individu yang memiliki kewenangan tinggi di suatu organisasi, misalnya pemilik bisnis, direktur perusahaan, manajer personalia, dan lainnya.

– Dengan demikian, jika tindakan whaling ini berhasil, akan banyak keuntungan yang bisa dimanfaatkan dari akses yang didapatkan.

  1. Web Phising

– Web phising adalah upaya memanfaatkan website palsu untuk mengelabui calon korban. Website untuk phising akan terlihat mirip dengan website resmi dan menggunakan nama

domain yang mirip. Hal ini disebut domain spoofing.

  • Bagaimana Sebuah Aksi Phishing Dijalankan?
  1. memilih calon korban
  2. menentukan tujuan phising
  3. membuat website phising
  4. calon korban mengakses website phising
  5. Calon korban mengikuti instruksi pelaku
  6. Data korban akan dimanfaatkan
  • Tips agar tidak menjadi korban phising
  1. Selalu update informasi terkait phising
  2. Selalu cek siapa pengirim email
  3. Jangan asal klik link yg diterima
  4. Pastikan keamanan website yg diakses
  5. Gunakan browser versi terbaru
  6. Waspada ketika dimintai data pribadi
  7. Cek akun online anda secara rutin
  8. Gunakan two factor authentication
  9. Lakukan scan malware secara berkala

Talks 2: Etika Berjaring, jarimu harimaumu!

(Hanna Pertiwi)

  • Jarimu harimaumu maksudnya hanya melalui sentuhan jari di hp bisa mengantarkan seseorang ke bui
  • Unggahan pada medsos yg membuat “jarimu harimaumu” :

– SARA

– ujaran kebencian

– pencemaran nama baik dan fitnah

– pornografi

– penipuan

– berita bohong (hoax)

  • Cara mendeteksi artikel hoaks :

– pastikan sumber berita

– perhatikan waktu penayangan

– cari tahu arah berita

– perhatikan siapa yang menyebar berita

– periksa di situs pemeriksa fakta

Talks 3 : Tips Mengenali Berita Palsu ( Iqsan )

  • Objective, konten, semangat, persatuan. membangkitkan semangat secara kolektif diseluruh lapisan masyarakat
  • Conculsion, Kita mmasuki era demokratisasi konten.
  • Ketika berinterkasi dengan kelompok yg sama akan membuat mindset kita sama

Key Opinion Leader : Pentingnya memiliki digital skills di masa pandemi covid-19

(Arief Susanto)

  • perubahan dimasa pandemi dimulai dari kesehatan, pendidikan, budaya dll hampir setengah orang menggunakan sosial media dengan aktif
  • kemampuan digital skill yang harus dimiliki, informasi literasi data, komunikasi dan kolaborasi, keamanan, dll
  • pentingnya digital skill dimasa pandemi, kecakapan dalam menggunakan aplikasi dalam dunia pendidikan, kecakapan dalam membuat konten kreatif, kecakapan menggunakan skill dunia marketing

Informasi lainnya yg disampaikan oleh moderator / mc :

  • Menyampaikan tata tertib acara
  • mengumumkan cara mendapatkan hadiah gimmick ke peserta
  • membacakan kesimpulan yang dipaparkan oleh para narasumber

Bagikan updated
Kalimantan Samarinda