PRESS RELEASE WEBINAR LITERASI DIGITAL BALIKPAPAN, Kamis, 08 Juli 2021,” Aman dan nyaman di era digitalisasi dengan literasi”

Bagikan updated

Webinar literasi digital kembali di adakan di Kota Balikpapan bertema “Aman dan nyaman di era digitalisasi dengan literasi” yang telah terlaksana pada Sabtu, 08 Juli 2021 sekitar pada pukul 10.00 WITA. Yang di pandu oleh Shabrina Anwari sebagai moderator dengan menghadirkan Joddy Caprinata sebagai key opinion leader.

Mengahadirkan beberapa narasumber yakni Yoga Pratama, S.T (digital ethics) seorang duta muda indonesia untuk paris.

Linda widyachristy (digital ethics) seorang Arsitek & unrab researcher.

Ray Wardhana (digital skills) seorang Creativepreaneur.

Pembukaan acara literasi digital Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia menyampaikan bahwa pada masa pandemic saat ini membuka peluang transformasi digital secara besar-besaran bagi infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital, juga membuat persiapan pada masyarakat cakap digital.

Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia merencanakan Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G dan menjadikan 10 tahun lebih maju dari yang telah di rencanakan awal 2032.

Selanjutnya, Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat ( H. Rahmad Mas’ud,S.E., ME ) berdasarkan Siber Kreasi telah menyusun sebuah peta jalan literasi, dilakukan untuk meningkatkan partisipasi digital masyarakat di bidang TIK. Ada 4 kerangka dalam menyusun literasi digital, ketrampilan digital, etika digital, keamanan digital dan budaya digital. Memiliki tujuan acara literasi digital adalah menemukan, mengevaluasi, menggunakan dan memanfaatkannya dengan bijak, cermat dan taat hukum.

Talks 1: Bijak sebelum mengunggah di media sosial, Linda Widiachristy / Arsitek & unrab researcher.

perhatikan netiket yaitu etika dalam menggunakan media sosial. warga net lebih sering mendistribusikan daripada membuat konten lebih hati-hati dalam menyebar informasi , karena banyak informasi yang ternyata hanya hoax/ palsu. hati-hati jejak digital, akan ada selamanya di digital, bisa disalah gunakan seperti tindakan catfishing, jejak digital juga bisa digunakan pihak HRD untuk mentracking kegiatan digital kita. jangan oversharing, bisa digunakan orang lain untuk berbuat kejahatan.

Talks 2: Etika Berjejaring, jarimu harimaumu , Yoga Pratama, S.T / duta muda indonesia untuk paris.

Kita harus hati-hati dalam menerima berita bisa jadi berita yang kita terima hanya hoax. Sebagai pengguna media sosial harus lebih kritis dalam menanggapi berita. Untuk penyebar hoax akan ada undang-undang  yang siap menjerat, jadi bisa dilaporkan ke pihak yag berwajib. Bagi yang melaporkan tentunya ada perlindungan identitas.lebih kurangi upload data – data pribadi, karena bisa dihack oleh pihak-pihak yg tidak bertanggung jawab.memanfaatkan media sosial dengan baik.

Talks 3: Tren Pekerjaan dan Usaha Kreatif di Dunia Digital, Ray Wardhana / Creativepreaneur.

Menerangkan bahwa tidak ada alasan untuk tidak berkreasi untuk mendapatkan pekerjaan. ada beberapa tempat untuk mendukung kita dalam bergerak di dunia kreatif, misal di coworking space. salah satu profesi di industri kreatif adalah influencer, dia adalah orang yang beerpengaruh berdasarkan kapasitas yang dia miliki

 

Sambutan dari Key Opinion Leader, Tips dan pentingnya Internet Sehat, “Joddy Caprinata”

Menerangkan life in digital adalah melakukan komunikasi, kegiatan bisnis, media studi, memenuhi kebutuhan, mencari hiburan, personal branding, memperluas koneksi, mencari jodoh, menjaga diri tetap sehat dalam dunia nyata harus menjaga diri tetap sehat juga di dunia maya. Memanfaatkan internet sehat dan bahagia, sebagai kegiatan bisnis, untuk Personal Branding, koneksi/jaringan. personal baranding, orang lebih luas menjangkau kita, gunakan dengan baik, misalkan IG, tampilkan konten soal karya, di bio tulis siapa dir kita.

Moderator membuka sesi tanya jawab kepada para peserta webinar, pertanyaaan pertama, “apa saja yang harus dilakukan pertama kali bagi orang awam yang ingin memasuki dunia industri kreatif”

Jawaban dari Narasumber 3 (Ray Wardhana) “ketahui dulu saya bisa melakukan apa, setelah itu baru menemukan mau kemana arah nya, dari softskill macam-macam yang saya jelaskan , pilih mana yg paling cocok”

Pertanyaan ke 2, “Bagaimana menurut Mba Linda bahwa Pengguna media sosial yang kritis tidak hanya mampu untuk mempertanyakan kebenaran suatu informasi, namun juga akan melakukan aksi nyata memerangi misinformasi?”

Jawaban dari Narasumber  (Linda Widiachristy) adalah “kalo saya ada informasi yang kayaknya hoax, pertama saya google dulu, kalau sumber cuma satu, kemungkinan hoax, yang kedua sumber nya darimana, kita konfirmasi tapi personal , jangan di depan khalayak umum, sampaikan dengan sopan, memerangi hoax gak bisa sama sama panas, temen temen memerangi dengan data yang jelas”

Narasumber (Yoga Pratama, S.T) kita melihat beberapa opsi, tidak bisa satu opsi saja, kalau digunakan untuk memerangi konten tertentu, masuknya ke argumen kita sendiri , cek dulu darimana platformnya, kalau temen temen punya temen yang ahli dalam bidangnya itu bisa jadi salah

Pertanyaan ke 3, “Terima kasih atas pemaparannya mas Joddy dan narasumber lain. Menurut mas Joddy atau pembicara lainnya, Bagaimana cara mengenalkan internet kepada anak usia balita bahkan batita, secara generasi mereka memang ‘e-Generation?’ sehingga dalam hal komunikasi dan kehidupannya memang sudah dikelilingi dengan segala sesuatu hal yang berkaitan dengan digital?”

Jawaban dari Narasumber 1 (Joddy Caprinata) adalah sebagian orang milenial biasanya sudah paham perkara digital, cara untuk mengenalkan, ada dua cara, dibatasi dan diawasi, di youtube misalnya bisa settingnya hanya untuk anak2 saja, untuk batita lebih baik pendekatannya langsung dengan orang tuanya, jangan melulu dikasih digital saja, menjauhkan yg dekat mendkatkan yg jauh itu tidak baik.


Bagikan updated
Balikpapan