PRESS RELEASE WEBINAR LITERASI DIGITAL BALIKPAPAN, SENIN, 28 JUNI 2021,“ANCAMAN DALAM DIGITAL YANG WAJIB KAMU PAHAMI”

Bagikan updated

Webinar literasi digital Kota Balikpapan bertema “Ancaman dalam digital yang wajib kamu pahami”yang telah terlaksana pada 28 Juni 2021 sekitar pada pukul 10.00 WITA. Yang di pandu oleh Rio Brahma  dengan menghadirkan Ima Fitananda Putri,S.AB sebagai key opinion leader.

Mengahadirkan beberapa narasumber yakni Fahmi Saputra (digital culture) seorang presiden keluarga mahasiswa institut teknologi Kalimantan.

Windiy Oktanaura (digital safety) seorang Accaountant at Wardah Cosmetics.

Boby Fatur Rachman S.Pi (digital ethics) seorang duta damai dunia maya.

Lalu acara di buka Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia tentang literasi digital. Menyampaikan bahwa pada masa pandemic saat ini membuka peluang transformasi digital secara besar-besaran bagi infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital, juga membuat persiapan pada masyarakat cakap digital.

Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia merencanakan Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G dan menjadikan 10 tahun lebih maju dari yang telah di rencanakan awal 2032.

Selanjutnya,welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat Bapak H Rahmad Mas’ud S.E.,M.E. yang merencanakan tentang siber kreasi menyusun peta Literasi Digital untuk meningkatkan partisipasi digital masyarakat. Dengan 4 kerangka dalam menyusun kurikulum yaitu ketrampilan digital, etika digital,  keamanan digital dan budaya digital. Untuk tujuan kegiatan ini menemukan, mengevaluasi, dan memanfaatkan secara sehat, bijak , cerdas dan patuh hukum secara digital dalam rangka membina komunikasi di kehidupan sehari-hari.

Talks 1: Fitur Paylater sebagai Transaksi Berbasis Online Baru, Amankah ? oleh (Windy Oktanaura, accountant at wardah cosmetics)

Menjelaskan tentang paylater adalah bentuk pembayaran untuk memudahkan penggunanya dalam memenuhi kebutuhan hidup, belanja sekarang bayar nanti saja. Pay later sendiri juga memiliki keuntungan juga kerugian.Keuntungan paylater yaitu proses cepat dan simple juga kesempatan mendapatkan banyak promo menarik dengan cicilan bervariasi tenor hingga setahun ,ini akan mendorong peningkatan inklusi keuangan indonesia.

Sedangkan kerugian paylater yaitu mendorong perilaku konsumtif yang boros dengan memunculkan tumpukan utang yang tidak terduga,pengaturan keuangan berantakan dan adanya ancaman keamanan identitas,memperoleh bunga dan denda juga adanya biaya yang tidak disadari karena faktor tersebut tunggakan dapat menurunkan reputasi kredit nasabah.

Talks 2: Digital Culture : Literasi Digital dalam Meningkatkan wawasan Kebangsaan oleh (Fahmi Saputra, Presiden Mahasiswa ITK)

Menjelaskan  literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dengan wawasan kebangsaan merupakan pemahaman masyarakat mengenai jati diri bangsanya. dalam mendaya gunakan segala potensi negari untuk mencapai cita-cita dan kepentingan nasional ada tantangan yang harus dihadapi di era digital adalah moral bangsa,penyebaran hoax, regenrasi pemuda bangsa dan kemajuan teknologi yamg sangat pesat.

Talks 3: Bijak Sebelum Mengunggah di Media Sosial oleh (Boby Fatur Rachman, S.Pi. , Duta Damai Dunia Maya)

Menjelaskan pantangan yang dilakukan di media sosial adalah memulai konflik, curhat masalah pribadi, mengejek orang lain dan menyebut namanya, menjelekkan orang lain tanpa menyebut nama, berbagi foto pesta gila-gilaan, bersikap terlalu ekstrem. Agar menyesuaikan  penggunaan media sosial dengan kebutuhan dan minat juga membatasi penggunaan media sosial agar tidak menjadi candu dan mengalokasikan waktu luang untuk mendapatkan informasi terkini.

Key Opinion Leader , welcoming gen alpha , chance and challenge in digital skill oleh (Ima Fitananda Amelia Putri, S.AB , tourism ambassador of east java )

Berpendapat sebuah generasi tidak hanya dibentuk berdasarkan orang yang lahir pada periode waktu yang sama, tapi setiap generasi tumbuh dan dibesarkan pada tahun yang berbeda sesuai karakternya

nantinya generasi alpha akan datang sejumlah 2.5 milyar, dan nantinya mereka adalah pemegang kendali teknologi dunia. Digital dengan multi literasi, menghabiskan waktu bersama generasi alpha akan membuat kita kagum dan belajar banyak hal. Dengan kemauan dan waktu merupakan hal yang paling dibutuhkan dalam multiliterasi.

Moderator membuka sesi tanya jawab kepada para peserta webinar, pertanyaaan pertama dari,

Desssy Desol “Bagaimana cara yang efektif untuk membendung penyebaran hoax, hate speech, intoleransi, & radikalisme bagi kaum muda, dimana narasi-narasi hoax, hate speech, intoleransi, & radikalisme tsb. tersebar di dunia maya?”

Jawaban dari narasumber 1 (Fahmi saputra) “pertama ketahui dasar landasan informasi yang di dapat, ketahui dasarnya apa, tujuannya apa dan sumbernya apa, memang membutuhkan waktu yang panjang, namun untuk mengkonfirmasi benarnya berita itu diperlukan. dengan literasi digtial kita bisa mengkaji informasi tersebut”.

Narasumber 2 (Ima Fitananda Amelia Putri, S.AB) “cari sumber yang terpercaya, banyak bot yang mengirim informasi sembarangan seperti hoax hate speech dll, ada beberapa oknum yang menginigikan perpecahan, berbijaklah dalam sosial media, jangan hanya menggunakan tapi mengerti”

Pertanyaan ke 2, dari Vincent “Saat ini dunia digital membantu kita dalam bertransaksi bagi masyarakat, utamanya melalui e-wallet dan belanja dengan online Namun namanya sistem digital tentu ada hal yang bisa di bobol. Seperti beberapa kasus, saldo e-wallet yang tiba-tiba hilang. Pihak e-wallet juga tidak bertanggung jawab terhadap hal tersebut.Dalam hal ini, langkah apa yang harus di lakukan oleh pengguna e-wallet apabila mengalami kebobolan saldonya di e-wallet ?”

Jawaban dari Narasumber 1 (Windy Oktanaura) “pertama buat laporan ke perusahaan , buat laporan ke kantor polisi, laporan ke provider , jika merasa belum selesai masalahnya lapor ke polisi saja”

Pertanyaan ke 3, “Bagaimana melihat fenomena pengguna medsos di Indonesia (netizen) yang sangat bangga dengan prestasi Indonesia. Contoh: ketika ada lagu Indonesia yang di-cover musisi luar. Namun, disisi lain market di Indonesia yang besar bias jadi dimanfaatkan bangsa luar menjadikan fenomena ini menguntungkan pihak luar. Bagaimana kita menanggapinya?”

Jawaban dari Narasumber 1 (Fahmi Saputra) “tergantung konteksnya, memang banyak diubah atau hanya sebagian saja, karena menurut saya ini hal positif karena bisa mengenalkan indonesia ke negara lainnya”

Jawaban dari Narasumber 2 (Boby Fatur Rachman, S.Pi)  “Kita harus Apresiasi, kalau mereka saja bisa bangga kita harus bisa lebih bangga dalam mengenalkan negara kita”

Pertanyaan terakhir dari, Edi Sutiono “APAKAH TOLOK UKUR KEBERHASILAN LITERASI DIGITAL DI MASYARAKAT INDONESIA”

Jawaban dari Narasumber 1 (Windy Oktanaura) “aku lihat dari sisi pengguna e-wallet , termasuk salah satu tolak ukur seberapa besar keberhasilan literasi digital”

Jawaban dari Narasumber 2 (Fahmi Saputra ) “bisa dilihat dari pemahamannya kaum pemuda, mungkin sudah banyak yang bisa menggunakan HP tapi tidak tahu positif atau negatif. dari orang tua ada yang mendampingi penggunaan HP anaknya ada yg tidak, tolak ukurnya generasi muda memahami tentang teknologi”

Jawaban dari Narasumber 3 (Ima Fitananda Amelia Putri, S.AB) “ada dua hal, yang pertama seberapa banyak informasi yang diserap, yang kedua pengimplementasian produk digital”

Jawaban dari Narasumber 4 (Boby Fatur Rachman, S.Pi) “seberapa banyak temen temen menjadi konten kreator dengan informasi positif, misal dalam postingan diberikan caption informasi yang cukup informative”


Bagikan updated
Balikpapan